IBU-ibu dari Komunitas Perempuan Bali Utara, Selasa, 24 Maret 2026, bergerak ke Dusun Alas Harum, Desa Kalianget, Kecamatan Seririt, Buleleng. Mereka melakukan Bakti Sosial untuk membantu korban banjir bandang yang melanda Dusun Alas Arum pada tanggal 6 Maret 2026.
Di Dusun Alas Arum, ibu-ibu disambut warga setempat dalam suasana kekeluargaan. Komunitas Perempuan Bali Utara, di dusun itu, memberikan bantuan berupa uang tunai kepada 66 KK yang terdampak. Dana bantuan itu dikumpulkan secara swadaya oleh seluruh anggota Komunitas Perempuan Bali Utara.
Ketua Komunitas Bali Utara, Dr. Kadek Sonia Piscayanti, M.Pd., mengatakan program ini adalah salah satu bentuk kepedulian Komunitas Perempuan Bali Utara kepada kepada korban banjir bandang yang melanda Dusun Alas Arum pada tanggal 6 Maret 2026.
"Komunitas Perempuan Bali Utara memiliki visi membangun dan membentuk karakter perempuan yang berdaya, bermakna, dan berdampak bagi masyarakat sekitarnya. Program sosial ini adalah salah satu bagian dari visi berdampak, selain program lain di bidang pendidikan, lingkungan, ekonomi, seni, dan budaya," kata Sonia.
Turut hadir bersama Komunitas Perempuan Bali Utara adalah akademisi Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, M.A. yang akrab dipanggil Prof Titik, atau Bunda Titik.
Prof Titik mengatakan acara ini sangat penting untuk menumbuhkan motivasi dan semangat bagi para korban banjir bandang, sekaligus memupuk kekuatan bangkit kembali pascabencana.
Hadir pula anggota DPRD Kabupaten Buleleng, Ni Made Lilik Nurmiasih, S.E turut turun ke lokasi terdampak paling parah di Dusun Alas Arum. Kepala Dusun Ketut Sudarma mendampingi kegiatan bakti sosial ini bersama warga setempat.
Pada pemberian bantuan itu juga diselenggarakan cek kesehatan gratis sekaligus pemberian vitamin untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat pascabencana. Cek kesehatan gratis ini diadakan berkolaborasi dengan Komunitas Kasih Sayang dari Buleleng, yang dikoordinir Putu Juli Asmari.
Menurut salah seorang warga terdampak yang menerima bantuan, Putu Pertama Yasa, yang dikenal sebagai Penyuluh Bahasa Bali, bantuan ini sangat berharga di tengah kondisi masyarakat yang masih dalam tahap pemulihan pasca bencana.
"Mereka menghadapi trauma pasca bencana dan perlu penguatan fisik dan mental. Bantuan uang tunai dan cek kesehatan gratis ini sangat berdampak pada masyarakat secara langsung," kata Putu Pertama Yasa. [T][R/Ado]
SINGARAJA – TATKALA.CO | Wajah baru kawasan Titik Nol Kota Singaraja mulai terlihat. Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, didampingi Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna serta Ketu...
DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari Kabupaten Buleleng tampil dalam ajang Pesta Kesenian Bal...
SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan di kawasan Gedong Kirtya, Sin...
PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang murung, keduanya kembali bertemu ket...
“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya.
Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru saja pulang kerja mendapat pesan Instagram dari t...
PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita?
Sungguh menarik mengamati bagai...
TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih dalam, bagaimana seorang penuli...
LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan seni karawitan Bali. Ajang ini tidak ha...
BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade) Busana Adat pada Pesta Kesenian Bal...
Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman
TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan hari tersebut sebagai In...