Diikuti Makhluk Gaib Seusai Piknik
BERWISATA atau piknik ke Bali adalah dambaan banyak siswa sekolah. Pulau ini sudah dikenal di seluruh dunia. Bahkan banyak masyarakat dunia yang lebih mengenal Bali ketimbang Indo...
MINGGU pagi, 15 Februari 2026, menjadi momentum penting di Auditorium Kampus A Poltekkes Kemenkes Denpasar. Kala itu, Grand Final Pemilihan Duta Generasi Berencana (GenRe) Poltekkes Denpasar 2026 berlangsung khidmat. Di ruang itulah, teladan-teladan baru generasi berencana resmi dilahirkan ─ bukan hanya satu atau dua nama, melainkan seluruh jajaran duta yang terpilih.
Grand Final pagi itu merupakan puncak dari proses panjang yang telah dimulai sejak Desember 2025. Sebanyak 77 peserta tercatat sebagai total peserta awal. Mereka melewati tahapan pendaftaran, technical meeting, Focus Group Discussion (FGD), tes tulis, dan wawancara sebelum akhirnya mengerucut menjadi 10 pasang finalis. Proses berlanjut dengan workshop, kelas public speaking, pembuatan video profil, presentasi program kerja, hingga deep interview yang menyisakan lima besar pasang finalis.
Lima pasang finalis tersebut kemudian menjalani penugasan video dan karantina hampir satu bulan. Dalam masa itu, mereka mengikuti beauty class, photoshoot, catwalk oleh Putra Putri Kampus, penampilan minat bakat dan motion challenge, hingga sesi live Instagram. Sehari sebelum puncak acara, gladi pemilihan digelar untuk memastikan seluruh rangkaian berjalan matang.


Ketika Grand Final digelar Minggu pagi itu, yang berdiri di atas panggung bukan sekadar mahasiswa dengan selempang finalis, melainkan pribadi-pribadi yang telah ditempa proses, disiplin, dan konsistensi. Mereka mempresentasikan gagasan, menjawab pertanyaan dewan juri, dan menunjukkan kapasitas sebagai representasi generasi berencana di lingkungan kampus kesehatan.
Pengumuman dimulai dari kategori atribut. Gelar Duta Berbakat diraih I Nengah Surya Pratama dan Kanaya Maharanee Wijaya. Kategori Favorit jatuh kepada Made Gede Pradnya Putra Wiguna dan Komang Noviani Alia Dewi.

Ketegangan meningkat saat Runner Up II diumumkan: Dewa Gede Padma Sumardiana dan Ni Ketut Ayu Apriyanti. Disusul Runner Up I yang diraih I Wayan Nanda Nugraha dan Ni Komang Arvina Ragita Cahya.
Hingga akhirnya, momen paling dinanti tiba. Dalam suasana yang sarat harap, nama Yerobeam Tama dan Ni Kadek Dwi Kartika Sari diumumkan sebagai Winner Duta GenRe Poltekkes Kemenkes Denpasar 2026. Tepuk tangan panjang memenuhi auditorium. Dua nama itu resmi mengemban amanah sebagai wajah dan suara GenRe Poltekkes Denpasar selama satu tahun ke depan.


Namun pagi itu bukan hanya tentang para pemenang. Seluruh nama yang diumumkan: Winner, Runner Up I, Runner Up II, Berbakat, dan Favorit resmi menjadi bagian dari Duta GenRe Poltekkes Denpasar 2026. Mereka memulai peran sebagai representasi generasi berencana di kampus, membawa gagasan dan komitmen yang telah diperjuangkan sepanjang proses seleksi.
Di balik kelancaran acara hari itu, berdiri Anak Agung Ayu Jayantari sebagai Ketua Panitia.
“Menurut saya pelaksanaan Pemilihan Duta GenRe Poltekkes tahun ini sangat berkesan karena saya mendapat kesempatan menjadi ketua panitia sekaligus saya harus lengser sebagai duta,” ujarnya.

Jayantari mengaku sangat senang dan bangga setelah berhasil melaksanakan pildugen tahun ini. Namun baginya, sukses bukan sekadar acara berjalan lancar atau dianggap bagus oleh undangan. Ia menegaskan, acara disebut sukses ketika panitia yang bekerja di balik layar merasa puas dengan apa yang mereka kerjakan.
Ia juga mengakui adanya kendala. “Selain modal yang tidak banyak, panitia menghadapi tantangan dalam mencari peserta laki-laki. Dinamika itu menjadi bagian dari perjalanan panjang sejak masa pendaftaran hingga hari puncak,” ungkapnya.

Grand Final Pemilihan Duta GenRe Poltekkes Denpasar 2026 akhirnya menegaskan bahwa teladan tidak lahir secara instan. Ia disemai melalui proses, dibentuk oleh tantangan, dan diteguhkan melalui komitmen. Di pagi itu, estafet kepemimpinan berpindah tangan. Dan seluruh duta yang terpilih melangkah bersama, membawa semangat baru untuk satu tahun ke depan. [T]
Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Budarsana
BERWISATA atau piknik ke Bali adalah dambaan banyak siswa sekolah. Pulau ini sudah dikenal di seluruh dunia. Bahkan banyak masyarakat dunia yang lebih mengenal Bali ketimbang Indo...
PERBEDAAN pandangan antara pemerintah dan komunitas, terutama komunitas orang muda sering dianggap sebagai persoalan komunikasi. Seolah-olah, jika dialog diperbaiki, maka kesalahp...
PULUHAN pesawat kertas melayang serentak dari atas panggung SD Negeri 1 Ungasan, Badung. Para siswa bersama guru yang berdiri berdampingan melemparkannya ke arah depan, seolah men...
APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era reformasi bukan pada keamanan akan tetapi tidak adanya kepastian hukum. Ada tiga&...
Dari Puputan Badung Menuju Perjuangan Zaman Kini PADA tanggal 20 September 1906, dunia menyaksikan sebuah peristiwa yang hingga kini masih menggema dalam kesadaran kolektif mas...
PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis berdiri di Bali sebelum periode kemerdeka...
“Salah satu hal yang membuat pelecehan sulit dikenali adalah karena ia sering hadir dalam bentuk yang tampak biasa: candaan, gurauan, atau perilaku yang dianggap lumrah dalam perg...
JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni adalah bulan kelahiran dan kewafatan Bung...
SINGARAJA – TATKALA.CO | Tahun 2026 ini, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menyediakan total daya tampung sebanyak 8.484 kursi untuk jenjang S1, S2, S3, profesi,...
“Kalau menurutmu, apa yang paling menentukan nasib manusia?” tanya Wayan Tulus sambil memeriksa saluran air yang mengaliri sawahnya. Di sampingnya, Made Jembar sedang men...