TIGA dasawarsa bukanlah perjalanan yang singkat. Bagi Pemuda Theravāda Indonesia (Patria), 30 tahun adalah rentang pengabdian, pembelajaran, dan konsistensi dalam menyiapkan generasi muda Buddhis yang bermoral, sukses, dan berdampak dalam kehidupan bermasyarakat serta bernegara.
Desember 2025 lalu, organisasi sosial-keagamaan bercorak kepemudaan ini genap berusia 30 tahun. Momentum bersejarah tersebut dirayakan dalam puncak acara bertajuk “Abhikkama”, yang berarti ‘Maju Terus’ — pada Minggu, 22 Februari 2026, di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar, Bali.
Tema tersebut bukan sekadar penanda usia, melainkan refleksi atas satu tahun penuh gaung semangat ‘Abhikkama’ yang telah dikumandangkan kader Patria di 24 provinsi dan 99 kota/kabupaten di seluruh Indonesia sejak Maret 2025.
Puncak perayaan di Denpasar terasa semakin istimewa karena dilaksanakan berdekatan dengan perayaan Imlek 2026 serta peringatan Hari Ulang Tahun ke-238 Kota Denpasar. Dalam semangat inklusivitas, Patria turut berkolaborasi bersama Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bali dan Pemerintah Kota Denpasar.
Perayaan Tiga Dasawarsa Patria│Foto: Dok. Patria
Sebelum puncak acara, sejumlah kegiatan telah digelar bersama, antara lain donor darah, festival lampion, serta Piṇḍapāta di Lapangan Puputan Badung. Kegiatan ini menjadi sarana memperkenalkan tradisi Buddhis yang sederhana dan rendah hati kepada masyarakat Bali, termasuk melalui kegiatan Walk of Peace.
Kehadiran dan partisipasi lintas komunitas ini mencerminkan semangat kebersamaan dan keterbukaan yang terus dijaga Patria dalam perjalanan organisasinya.
Dalam momen perayaan yang penuh makna tersebut, acara juga turut diisi dengan Pesan Dhamma yang disampaikan oleh Kepala Saṅgha Theravāda Indonesia (Saṅghapāmokkha), Bhikkhu Sri Paññāvaro Mahāthera.
Perayaan Tiga Dasawarsa Patria│Foto: Dok. Patria
Perayaan Tiga Dasawarsa Pengabdian Patria diketuai oleh Wakil Ketua Umum II DPP Patria, Lindawati Tjandera, S.E., dengan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Patria Bali dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggara.
Agar semangat perayaan menjangkau seluruh Nusantara, acara ini juga ditayangkan secara live streaming melalui kanal YouTube @PemudaTheravadaIndonesia, sehingga dapat diikuti kader pemuda Buddhis dan masyarakat luas di tanah air.
Ketua Umum DPP Patria, Ir. Michael Kirana Sutiono, S.T., menegaskan bahwa tema “Abhikkama – Maju Terus” merupakan penegasan arah langkah Patria ke depan. Dalam konteks spiritual, Abhikkama bukan sekadar slogan, melainkan tekad untuk terus bergerak maju dalam praktik spiritual: meninggalkan kebiasaan buruk dan mengembangkan kebajikan.
“Kami berharap semangat ‘Abhikkama’ senantiasa hidup dalam hati setiap kader Patria serta menjadi dorongan untuk tidak malas, tidak stagnan, tetapi terus maju,” ujarnya.
Perayaan Tiga Dasawarsa Patria│Foto: Dok. Patria
Perayaan 30 tahun ini juga terasa semakin istimewa karena pada Juni 2025, Patria sukses menyelenggarakan Porseni Nasional VI Patria. Ajang tersebut mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai Pagelaran Olahraga dan Seni Pemuda Buddhis Nasional nomor 1 di Indonesia.
Kegiatan ini diikuti hampir 1.000 pemuda-pemudi Buddhis dari 24 provinsi di Indonesia. Mereka berkompetisi dalam 26 cabang lomba dan memperebutkan Piala Saṅghapāmokkha yang didesain khusus oleh Bhikkhu Sri Paññāvaro Mahāthera untuk Juara Umum Porseni Nasional VI Patria.
Kontingen DPD Patria Bali berhasil meraih Juara Umum dan membawa pulang Piala Saṅghapāmokkha — yang turut dihadirkan kembali dalam perayaan 30 tahun ini sebagai simbol prestasi dan kebanggaan.
Perayaan Tiga Dasawarsa Patria│Foto: Dok. Patria
Perayaan tiga dasawarsa ini dihadiri ratusan undangan dan kader Patria dari berbagai daerah di Indonesia. Hadir pula perwakilan mitra pemuda Buddhis internasional dari World Fellowship of Buddhist Youth (WFBY), yang berasal dari Thailand, Korea Selatan, Malaysia, Sri Lanka, dan negara lainnya.
Kehadiran mereka mencerminkan kuatnya semangat inklusivitas, kekeluargaan, dan solidaritas dalam satu wadah persaudaraan Buddhis berskala internasional.
Momentum ini juga menjadi sarana penguatan nilai Kataññukatavedi — mengingat budi baik dan membalas budi — kepada para pendahulu yang telah berkontribusi dalam perjalanan panjang Patria.
Perayaan Tiga Dasawarsa Patria│Foto: Dok. Patria
Dalam suasana haru dan penuh refleksi, DPP Patria meluncurkan buku berjudul “30 Tahun Perjalanan Patria – Abhikkama”. Buku ini disusun sebagai catatan sejarah perjalanan Patria selama tiga dekade pengabdian dan pelayanan di Nusantara.
Lebih dari sekadar dokumentasi, Ketua Umum DPP Patria, Ir. Michael Kirana Sutiono, S.T., menegaskan bahwa buku ini turut menjadi legacy semangat dan penunjuk arah bagi generasi mendatang dalam menyongsong Indonesia Emas.
Melalui rangkaian pertunjukan seni, seremoni, dan berbagai karya yang ditampilkan, perayaan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan bagi para pemuda — khususnya pemuda Buddhis Indonesia — untuk senantiasa maju terus, berkembang dalam kebajikan, dan menumbuhkan kebijaksanaan.
Tiga puluh tahun telah dilalui. Namun seperti makna ‘Abhikkama’ yang terus digemakan, perjalanan itu bukanlah titik akhir, melainkan langkah untuk terus melangkah maju. [T]
Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna Editor: Budarsana
Setiap bertemu orang yang bertanya, “Sudah kerja? Kerja di mana sekarang?” Saya kesal. Selalu kesal. Bukan lantaran karena tak punya pekerjaan. Namun betapa bingung mesti dengan ap...
Judul Buku: Cupak Tanah – Enam Naskah Drama
Pengarang : Putu Satria Kusuma
Penerbit : Mahima Institute Indonesia
Tahun Terbit : 2015
Jumlah Halaman : xvi + 216 halaman
ISBN :978-60...
Lucu itu pembawaan, tak bisa dipaksakan. Tidak banyak orang yang fasih melucu. Kebanyakan orang gigih mencoba melucu, justru jadinya tidak lucu. Kalaupun kemudian ada yang tertawa,...
SETIAP zaman punya ciri khasnya masing-masing. Zaman kita saat ini adalah zaman ‘dunia maya’. Dan, setiap zaman selalu melahirkan sejumlah konflik. Zaman kita sekarang ini melahirk...
Bila ditanya, manakah karya sastra yang benar-benar mampu berbaur dengan segala hal, barangkali puisilah jawabannya. Sebagaimana ia diistilahkan dengan berbagai nama di setiap bida...
KETIKA ideologi komunis atau sosialis dikatakan bangkrut, lantas apa yang mendasari kedatanganku ke kuburan Karl Marx, lelaki yang identik dengan ideologi itu?
"Untuk memenuhi ras...
Bali memahami konflik dengan sangat bijaksana. Ia adalah konsep rwa binedha, pertentangan yang menjadi satu, pertentangan yang melahirkan dinamika dan keberlangsungan hidup.
Ada ru...
Judul Buku: EKSPLO(RA)SI TUBUH - ESAI-ESAI KURATORIALSENI RUPAPenulis: HardimanPenerbit: Mahima Institute IndonesiaTebal : viii + 307 ISBN : 978-602-18311-7-5 Buku Eksplo(ra)si Tub...
Judul Buku : Perempuan Tanpa Nama
Pengarang : Kadek Sonia Piscayanti
Penerbit : Mahima Institute Indonesia
Tahun Terbit : 2015
Jumlah Halaman : x + 288 halaman
ISBN :978-602-18311-...
Berbahagia sekali saya masih diberi kesempatan untuk bernapas, kemudian tadi pagi masih berak dengan lancar, dan menyusun pidato ini dengan keadaan suhu tubuh serta kejiwaan yang n...