Razia Warung? Ah, Saya Selalu Sukses Puasa Dikurung Warung
SAYA geli membaca berita tentang razia warung saat Ramadhan. Razia yang katanya demi “mengamankan” masyarakat saat bulan puasa. Ini dilakukan setiap tahun. Ada apa dengan warung? A...
PAGI itu, nada demi nada mengalun dari atas panggung. Mikrofon digenggam mantap, tatapan peserta tertuju ke depan, sementara alunan musik pengiring memenuhi aula SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Hari itu, panggung Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI menjadi ruang bagi talenta-talenta muda menunjukkan kemampuan terbaik dalam Lomba Menyanyi Solo Pop Bali tingkat SMP se-Bali.
Lomba digelar pada Rabu, 11 Februari 2026, mulai pukul 09.00 Wita, sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT Kesbam ke-17. Sebanyak 30 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Bali ambil bagian dalam ajang ini. Mereka datang dengan persiapan matang, membawakan lagu-lagu pop Bali dengan karakter vokal dan gaya masing-masing.
Sejak registrasi dibuka, suasana sudah terasa berbeda. Peserta hadir didampingi orang tua maupun guru pembina. Beberapa tampak melakukan pemanasan vokal di sudut ruangan, sementara yang lain tampak fokus mempelajari kembali lirik lagu yang akan dibawakan. Antusiasme terlihat jelas, terlebih lomba ini merupakan kali pertama diadakan di Kesbam.

Koordinator lomba, I Wayan Agus Suardiana Putra, S.Pd., M.Pd., mengaku sangat senang dipercaya mengoordinasikan ajang ini. Ia menyebut respons peserta di luar dugaan.
“Perasaan saya sangat senang bisa dipercaya meng-handle lomba ini, karena ini pertama kali diadakan. Bahkan, banyak peserta berasal dari kalangan anak artis pop Bali. Antusiasmenya luar biasa, sampai banyak yang tidak kebagian slot karena jumlah peserta dibatasi,” ujarnya.
Menurut Suardiana, tingginya minat peserta menunjukkan bahwa musik pop Bali masih memiliki ruang besar di kalangan generasi muda. Pembatasan jumlah peserta terpaksa dilakukan demi menjaga kualitas pelaksanaan dan efektivitas penilaian.
Perlombaan berlangsung secara bergiliran sesuai nomor undian. Setiap peserta tampil membawakan satu lagu dengan durasi yang telah ditentukan. Penampilan dinilai oleh dua dewan juri, yakni I Gede Bayu Marasyudi (musisi) dan Tisna Titiana (dosen ISI Bali, musisi, artis pop Bali). Aspek yang dinilai meliputi teknik vokal, penguasaan panggung, interpretasi lagu, artikulasi, hingga kesesuaian karakter suara dengan lagu yang dibawakan.


Satu per satu peserta naik ke panggung. Ada yang tampil dengan penuh penghayatan, memaksimalkan dinamika lagu. Ada pula yang menunjukkan kekuatan teknik vokal dengan cengkok khas pop Bali. Busana yang dikenakan pun beragam, mulai dari sentuhan modern hingga nuansa adat Bali yang dipadukan secara kreatif.
Sorak dukungan terdengar setiap kali penampilan usai. Meski berkompetisi, suasana tetap kondusif dan sportif. Para peserta saling memberikan semangat satu sama lain. Dewan juri tampak serius mencatat setiap detail penampilan, berdiskusi singkat sebelum memberikan nilai akhir.
Setelah seluruh peserta menyelesaikan penampilan, dewan juri pun melakukan rekapitulasi nilai untuk menentukan enam besar. Keenam finalis inilah yang kemudian diumumkan sebagai nominasi pemenang, sementara pengumuman juara dilaksanakan pada puncak perayaan HUT Kesbam ke-17, Jumat, 13 Februari 2026.

Selain menetapkan enam besar, dewan juri juga memberikan evaluasi terbuka kepada seluruh peserta. Tisna Titiana menyampaikan apresiasi atas keberanian dan kesiapan para peserta yang tampil.
“Secara umum, kemampuan vokal peserta sudah sangat baik dan potensial. Tinggal bagaimana terus dilatih dari segi teknik pernapasan, penghayatan lirik, dan konsistensi nada. Jangan cepat puas, terus belajar dan berani tampil,” pesannya singkat.
Tisna juga menekankan pentingnya membangun karakter suara yang khas agar tidak sekadar meniru penyanyi lain. Menurutnya, keunikan menjadi nilai tambah dalam industri musik, termasuk dalam genre pop Bali yang terus berkembang.
Pada puncak acara HUT ke-17 Kesbam, akhirnya para pemenang pun diumumkan. Juara I berhasil diraih oleh Dewa Ayu Sheila Putra Kayana dari SMP Negeri 3 Denpasar. Juara II diraih oleh Nithi Warsiki Prajawati dari SMP Dwijendra. Juara III diraih oleh Sang Ayu Putu Kinaradewi Dharmeswari dari SMP Negeri 10 Denpasar.
Untuk kategori Harapan I diraih Ni Luh Komang Kayla Anggita dari SMP Negeri Hindu 2 Sukawati. Harapan II diraih Ni Putu Nandita Iraswati dari SMP Negeri 1 Sukawati. Sementara Harapan III diraih Putu Feli Thara Gayatri dari SMP Negeri 5 Abiansemal.

I Wayan Agus Suardiana Putra selaku koordinator lomba berharap lomba ini dapat terus dikembangkan pada tahun-tahun mendatang. Ia menilai ajang seperti ini menjadi wadah penting bagi musisi muda untuk mengasah minat dan bakatnya.
“Semoga ke depan lomba ini terus berkembang. Untuk para musisi muda, teruslah mengasah kemampuan melalui ajang-ajang seperti ini. Dan semoga Kesbam tetap konsisten melaksanakannya,” harapnya.
Barangkali melalui lomba menyanyi solo pop Bali tingkat SMP se-Bali ini, KAC VI tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga ruang apresiasi bagi generasi muda yang mencintai musik daerah. Di tengah arus globalisasi dan dominasi musik modern, ajang ini menjadi bukti bahwa lagu pop Bali tetap hidup dan berkembang melalui suara-suara muda yang berani tampil dan berkarya. [T]
Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Budarsana
SAYA geli membaca berita tentang razia warung saat Ramadhan. Razia yang katanya demi “mengamankan” masyarakat saat bulan puasa. Ini dilakukan setiap tahun. Ada apa dengan warung? A...
JUDUL tulisan ini merupakan tema diskusi Kupang Pesta Monolog yang coba menggali daya vital teater dan perannya dalam kehidupan konkret (aktual). Bahwa teater sebagai seni...
DI Bali, lumrah bila di tempat atau kawasan yang disucikan, jika melihat sesuatu, umpamanya benda, hewan atau binatang (langka), orang sering menyebutnya “Due”. (“Due” dibaca seper...
“KINI banyak pengarang muda yang bagus. Banyak sekali,” kata Seno Gumira Ajidarma saat ngobrol singkat pada suatu pagi dengan tatkala.co di Honeymoon Guest House, Ubud, 6 Juni lalu...
SEBUAH analog yang saya anggap pas untuk menggambarkan budaya korupsi di Indonesia adalah tradisi buang sampah sembarangan. Meski lingkungan jadi kotor, menghilangkan rasa nyaman,...
HALO sahabat mahasiswa super di manapun kalian berada, selamat beraktivitas. Semoga semua hidup berbahagia dan dalam lindungan dosen yang maha buasnya. Sangat super sekali kita mas...
Buta paling buruk adalah buta politik. Dia yang buta politik adalah dia yang tidak mendengar, tidak berbicara, dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik. Dia tidak tahu bahw...
DUNIA pendidikan, modal utama dalam perkembangan peradaban manusia. Inovasi-inovasi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir terlahir di dalamnya. Sejarah perubahan besar-bes...
PAWAI pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-38 dibuka Presiden Joko Widodo alias Jokowi, di depan Monumen Bajra Sandi, Denpasar, Sabtu (11/6). Dan betapa senang mendengar Presiden...
Menikah itu sulit, tapi bercerai ternyata jauh lebih sulit. Saat mau menikah, yang penting hanya sedikit kemantapan hati, komitmen untuk sama susah sama senang, izin orang tua, sed...