Bulan Juni Milik Empat Presiden
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
INI masalah serius. Jumlah penutur Bahasa Bali makin sedikit, terutama di kalangan generasi muda. Bulan Bahasa Bali merupakan salah satu upaya positif mencegah hal itu, namun perlu dilakukan evaluasi yang komperehensif, juga serius, terhadap Bulan Bahasa Bali.
Itu disampaikan akademisi sastra dari Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali, I Made Sujaya, dalam diskusi sastra Paguneman Pangawi Bali yang digelar di Lantai 1 Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Rabu, 11 Februari 2026.
Pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Bulan Bahasa Bali, kata Sujaya, untuk mengukur efektivitasnya dalam membangkitkan minat berbahasa Bali di tengah masyarakat, khususmya di kalangan generasi muda.
Selain evaluasi terus menerus, Sujaya menekankan perlunya pendekatan adaptif yang selaras dengan perkembangan teknologi. Salah satunya melalui alih wahana karya sastra tradisional ke bentuk yang lebih dekat dengan generasi muda, seperti film pendek, konten digital, maupun cerita pendek berbasis platform daring.

“Anak muda harus dilibatkan dengan pendekatan yang sesuai zamannya. Sastra Bali bisa dikemas dalam format digital agar lebih mudah diakses dan diminati,” ujar Sujaya
Berkaitan dengan sastra Bali modern, Sujaya melihat iklim kritik sastra Bali modern belum berkembang dengan baik. Padahal, tradisi kritik yang kuat dinilai penting untuk menjaga kualitas karya agar tetap relevan, bermakna, dan menempatkannya dalam konteks sejarah dan perkembangan masyarakat Bali. Dengan begitu, sastra Bali modern makin mampu menjadi tuntunan hidup bagi masyarakat Bali.
Selain Sujaya, diskusi sastra itu juga menghadirkan penulis asal Karangasem, I Komang Berata. Dalam diskusi itu, Komang Berata lebih banyak menyoroti persoalan teknis yang kerap luput dari perhatian, yakni konsistensi penggunaan ejaan bahasa Bali dalam huruf Latin. Menurutnya, ketidakkonsistenan tersebut dapat menghambat upaya standarisasi dan pembelajaran bahasa Bali secara lebih luas.
Berata menegaskan bahwa pelestarian bahasa Bali harus dimulai dari lingkungan keluarga. Pembiasaan anak-anak bertutur menggunakan bahasa ibu sejak dini menjadi fondasi penting, tanpa mengabaikan penguasaan bahasa nasional maupun bahasa asing di sekolah.
“Bahasa Bali harus hidup dalam percakapan sehari-hari di rumah. Dari situlah kecintaan dan kebanggaan terhadap bahasa ibu akan tumbuh,” katanya.

Melalui diskusi rutin, evaluasi berkala, serta inovasi berbasis teknologi, bahasa dan sastra Bali modern diharapkan mampu terus berkembang secara adaptif tanpa kehilangan nilai-nilai tradisi yang menjadi ruh kebudayaan Bali. Evaluasi yang konkret dan langkah strategis dinilai menjadi kunci agar bahasa Bali tidak hanya lestari sebagai simbol, tetapi juga hidup sebagai praktik dalam keseharian generasi penerus. [T]
Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
īśāvāsyam idaṁ sarvaṁ yat kiñca jagatyāṁ jagat |tena tyaktena bhuñjīthā mā gṛdhaḥ kasyasvid dhanam || "Seluruh alam semesta ini, apa pun yang bergerak di dunia yang bergerak in...
ADA satu pemandangan yang hingga kini selalu mengusik. Seorang barista selesai meracik secangkir kopi, lalu menyadari ada kesalahan kecil. Mungkin ukuran gelasnya keliru, jenis su...
PADA tanggal 14 Juni 2026, saya mengikuti acara kolaborasi Grab Bali Nusra dengan Bali Book Party. Museum Pasifika Nusa Dua adalah lokasi acara diselenggarakan. Siang hari, ...
Kenapa jagat sosmed Bali semakin dijangkiti fenomena: Ngandang Nganjuh. Secara harfiah, istilah ini menggambarkan tindakan yang melintang (ngandang) dan mendorong atau memaksak...
PAGI saat Hari Suci Kuningan, sebagian keluarga sudah mengenakan pakaian adat sebelum fajar menyingsing. Sebagian lagi masih sibuk menata banten, memasak, atau menunggu anggota ke...
DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan jinak. Ia juga sangat menyayangi majikannya. Selain Ica...
KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk, mendesis,mencakar-...
"Gemerlap lampu Manhattan tidak pernah mampu menggantikan cahaya seekor kunang-kunang." KALIMAT itu memang tidak pernah ditulis secara harfiah oleh Umar Kayam dalam cerpennya S...
DALAM sejarah musik populer abad ke-20, sedikit lagu yang mampu merangkum pengalaman eksistensial manusia dalam lirik sesederhana “Knockin’ on Heaven’s Door.” Ditulis oleh Bob Dyl...