Kampusku Sarang Hantu [46-Tamat]: Ruwatan Kampus yang Menegangkan
KAMPUS di kaki Gunung Slamet ini kini telah banyak berubah dibanding sepuluh atau dua puluh tahun silam. Hal itu tampak pada sarana dan prasarana kampus maupun jumlah mahasiswanya...
semakin sedikit kau mengetahui,
maka jarak akan menjelma jadi baju hangat
yang kau rajut pada hari-hari sebelum
musim hujan tiba; ia akan mendekap
seperti kenangan-kenangan itu
adalah kekasih yang tidak pernah mati.
abadi dalam kepalamu. dan rindu, dan
prasangka baik, dan harapan-harapan
semakin hijau tumbuh di ladang tandus.
yang tanpa kausadari bahwa kau telah
menciptakan peradaban baru dalam dadamu.
kau menginginkan kebahagiaan itu dan kau
berhasil mewujudkannya. kadang kau memang
perlu mencari, menjelajah ke dalam
dirimu sendiri, bertahan lebih lama dan membatasi
hal-hal yang berasal dari luar masuk. barangkali
kemungkinan besarnya adalah kau akan sekarat.
tak sanggup menahan beban derita pada rentang jarak
yang membentang. tapi percayalah selalu
ada yang indah bila kau mampu menahan dirimu
untuk semua hal yang tidak perlu kau tahu.
termasuk rindumu kepada orang yang tidak tahu
bagaimana membalas rindumu dengan merajut jarak,
dengan benang-benang yang terbuat dari kenangan baik.
2025
akan ada pagi-pagi yang masa bodoh.
kita hanya menulis puisi dan mengirim
sejumlah pelukan ke tempat yang jauh sambil
menikmati teh hambar. bertanya bagaimana
kabarmu, lalu menunggu balasan dengan perasaan
yang tidak bisa diungkapkan. namun semua
pekerjaan dan segala jenis kekacauan terasa
tidak masalah. seolah-olah kita terapung
ke udara menjangkau daun-daun paling tinggi
dan menyaksikan semua perbuatan manusia
sebagai pertunjukkan yang menarik seperti
dalam film-film bisu hitam-putih.
begitulah adanya. kadang rindu
membuat kita rajin bergerak
tapi lebih sering ia membuat kita mabuk.
bermalas-malasan, bersikap masa bodoh.
dan efek samping rindu yang paling terasa
adalah kita jadi manusia aneh
paling bahagia di alam semesta ini.
2025
malam pergantian tahun tak pula
melipur laramu sebenarnya. ia cuma robekan
kulit mati yang mengubahmu dari kau
yang kemarin menjadi kau yang sekarang.
yang masih saja terendam duka lalu tertawa
pura-pura. sementara letup kembang api hanya mirip
suara orang buang angin karena belum makan
seharian. semuanya tak ada yang berbeda.
hanya sedikit debar yang tersisa di kiri
rongga dadamu. bisikan kecil yang berkata,
masih ada hari esok jika kau masih pula kuat
untuk tidak mati dan menangisi kegagalan
juga hal-hal yang berantakan di dunia ini.
dan kau hanya mampu melepaskan napasmu
perlahan sembari menyaksikan langit hitam
yang diberi corak bunga-bunga api sialan;
simbol satu menit kegembiraan
pertaruhan jiwa demi cinta dan harapan.
ya, cuma itu alasan kenapa kau masih memahat dirimu
untuk mempersiapkan waktu yang tersisa. meski
luka-luka di tubuhmu perlu waktu lebih lama
untuk sembuh, perlu pelukan hangat tanpa dialog
yang mempertanyakan apakah kau benar-benar
bisa bertahan dan memetik buah kebahagiaan
untuk tiga ratus enam puluh lima hari perjuangan.
2026
kesunyian melolong
seperti anjing-anjing liar
yang menginginkan hujan turun
ke dalam puisi-puisi gersang yang meradang
tepat ketika waktu menuju dekapan
kelam tengah malam.
biar. biar tak ada yang tahu
perihnya luka parut bekas perjuangan
kecuali kata-kata itu sendiri.
bahwa hidup memang tak mudah;
bahwa hidup membawa cinta beserta
kekecewaan di dalam tubuhnya.
dan hanya ada satu teman setia
yang tak pernah meninggalkan.
yakni kau. kau yang menyaksikan
puisi ini dilahirkan dan sedang kaubaca
dalam lirih sela angin malam; sepasang matamu.
2025
1/
kisah silam; ia dan kau mutlak memiliki itu.
jika sesuatu pernah terbakar di sana. dan kalian menyadari itu
lekas padamkan saja. kubur abunya di dekat akar pohon
yang ia dan kau tanam jauh sebelum kalian bertemu.
tentu saja kalian masih akan mengingat itu. tapi sudahlah,
mencintai dilarang keras menyulut bara masa lalu.
2/
sejumlah pertanyaan di muka bumi tak membutuhkan
jawaban. termasuk ketika kau bertanya padanya
apakah ia perlu mengubah sesuatu yang membuatmu
bahagia? tidak. begitupun sebaliknya. cinta tak akan
bertanya tentang itu. sebab mencintai adalah sebuah pekerjaan
dan ruang kerjanya adalah waktu. dari pagi sampai rindu.
3/
untuk sampai pada tahap saling memiliki, perasaan
berjalan jauh sekali. ia naik turun bukit, menyusuri
gang-gang sempit, dan menyelesaikan teriakan-teriakan.
kau bahkan kuyup kehujanan dan ia berpeluh kepanasan.
rasa sakit adalah parasit baik. membuat ia dan kau demam
tapi indahnya kalian bisa saling memeluk di kesunyian.
4/
ada beberapa peraturan yang harus dipatuhi saat ia dan kau
berkaul disaksikan potongan langit di atas kepala kalian
dan sepetak bumi yang ia dan kau jejak di bawah kaki kalian.
kesetiaan, penerimaan, saling membahu, berbagi ciuman, dan
bersyukur. tapi kalian jangan lupa satu hal. tidak boleh saling
memenjarakan. sebab ia dan kau bukan sepasang anjing peliharaan.
5/
bergegaslah saling memeluk di antara kalian. kau bisa bilang
padanya sedang mampir ke toko kue kesukaannya, dan ia bisa
bilang padamu sedang menyirami bunga-bunga favoritmu.
usaha-usaha kecil penuh tanggung jawab ini akan menghalau
rasa tidak percaya ia dan kau ketika sebuah tindakan menimbulkan
kecurigaan. namun catatan tebalnya; jangan ada dusta dan penghianatan.
2024
selamat datang kembali di rumah, anakku!
begitulah ibu. ia jahit hari-hari
yang robek pada setiap kepulangan.
dibasuhnya debu dan lumpur di wajah
senduku dengan satu belaian yang
mustajab mengusir segala cemas juga ragu.
ia tak ingin banyak bertanya apakah
aku baik-baik saja atau tidak. melainkan
ia bantu aku mengurai kemacetan kota
yang bermukim di kepalaku. dan dia jaga
pula keheningan jenggala tempatku
menenangkan amuk dada dan carut-marut
rindu. pada malam-malam usang ketika
aku membutuhkan pelukan dan lirih
lagu masa kecil yang mengisahkan
alasan-alasan kenapa anak-anak harus
tumbuh jadi manusia yang baik. bukan
seperti kini; berpeluh senyap duka dan
rencana-rencana gamang tentang masa depan.
sungguh ia selalu mengetahui segala
kabar yang tak pernah terucap dari bibirku.
ia selalu membubuhkan senyum manis
yang menjadi gambar paling kusuka di muka
bumi ini, tatkala api dalam sepasang mataku
mulai redup nyalanya dan lidahku bahkan kelu
hanya untuk berkata bahwa aku tidak apa-apa.
dan bila sudah ia dapati aku mulai kehilangan
jantungku sendiri. maka ibu hanya akan bilang
begini kepadaku:
“mari kita rayakan perjalanan langkah kakimu
hari ini, anakku. ibu selalu merayakanmu;
rasa lelah dan rahasia yang menetap dalam dadamu.”
2025
pada akhirnya kau tetap harus
menerima itu. bahwa tak akan ada lagi
pelukan. yang membisikkan puisi-puisi.
sepasang cangkir teh yang biasa kaugunakan
bersamanya pun sudah retak. tak bisa lagi
menyeduh apapun. bahkan kehangatan hanya
sampai pada hitungan ketiga. semakin kau
kuat meyakini bahwa bara perasaanmu masih
menyala, sebetulnya ia sudah padam. sebab kau
tahu, satu kekacauan telah terjadi ketika orang lain
datang memasuki pikiranmu, dan memasuki hatinya.
lalu segalanya tak lagi sama. menjadi abu-abu,
menjadi debu-debu, menjadi mendung pada hari rabu.
maka satu-satunya hal yang bisa
kau lakukan ketika patah hati
adalah jatuh cintalah lagi setidaknya
kepada dirimu sendiri. sebab sebaik-baiknya
penyembuh luka adalah saat kau mendapatkan
pelukan kasih sayang darimu sendiri.
dan melepaskan segala yang terjadi seperti
burung-burung. biarkan mereka ke hutan.
biarkan mereka ke laut. biarkan mereka ke langit.
2025
.
Penulis: M.Z. Billal
Editor: Adnyana Ole
KAMPUS di kaki Gunung Slamet ini kini telah banyak berubah dibanding sepuluh atau dua puluh tahun silam. Hal itu tampak pada sarana dan prasarana kampus maupun jumlah mahasiswanya...
Di Bali, petikan lontar Wariga kerap dijadikan landasan kultural masyarakat dalam membaca waktu, menimbang kehendak alam, dan mengatur laku hidup. Salah satu momentum yang memilik...
Joan Baez telah menyanyikan "Donna Donna" sejak tahun 1960, dan hari ini kita masih tersentuh oleh emosi kerentanan serta kerinduan akan kebebasan yang disuarakannya. Kita ingat b...
Di tengah riuhnya layar gadget, video pendek yang tak ada habisnya, dan game online yang membuat lupa waktu, hadir satu sosok boneka kayu yang mengajak anak-anak dan orang dewasa...
JIKA kali ini langit warna kelabu, dan gerimis menepis tepi daun – bau tanah basah jadi penanda. Ada duka tak terkata. Duka itu milik kita semua. Milik setiap insan yang cinta ak...
BALI bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ruang hidup yang dibangun dari keseimbangan antara alam, manusia, dan budaya. Selama berabad-abad, masyarakat Bali menjaga harmoni t...
ADA satu lelucon, yang tidak lucu, yang belakangan ini sempat beredar di tongkrongan bapak-bapak RT. Mereka bilang, Indonesia itu bukan kekurangan sumber daya alam, tapi kek...
Zaman Kesadaran yang Riuh ZAMAN ini dipenuhi kata-kata indah tentang kesadaran. Awakening, self-sovereignty, intuition, dan collective consciousness beredar cepat, viral, dan m...
CHILDFREE adalah keputusan sadar sebuah pasangan untuk tidak memiliki anak. Keputusan ini bukan disebabkan oleh kendala biologis, melainkan pilihan hidup yang diambil setelah pert...
TIDAK terasa, 2025 sudah berada di penghujungnya. Dalam hitungan minggu, tahun ini akan resmi menjadi catatan sejarah, bukan hanya sebagai deretan tanggal dan peristiwa, tetapi se...