Dikritik Dulu, Dipuji Kapan-Kapan
DIKRITIK atau dipuji? Pilih mana? Tentu ada yang pilih dikritik atau pilih dipuji. Sudah pasti di antara kita ada yang suka dikritik saja atau dipuji saja. Ada juga yang suka kedua...
semakin sedikit kau mengetahui,
maka jarak akan menjelma jadi baju hangat
yang kau rajut pada hari-hari sebelum
musim hujan tiba; ia akan mendekap
seperti kenangan-kenangan itu
adalah kekasih yang tidak pernah mati.
abadi dalam kepalamu. dan rindu, dan
prasangka baik, dan harapan-harapan
semakin hijau tumbuh di ladang tandus.
yang tanpa kausadari bahwa kau telah
menciptakan peradaban baru dalam dadamu.
kau menginginkan kebahagiaan itu dan kau
berhasil mewujudkannya. kadang kau memang
perlu mencari, menjelajah ke dalam
dirimu sendiri, bertahan lebih lama dan membatasi
hal-hal yang berasal dari luar masuk. barangkali
kemungkinan besarnya adalah kau akan sekarat.
tak sanggup menahan beban derita pada rentang jarak
yang membentang. tapi percayalah selalu
ada yang indah bila kau mampu menahan dirimu
untuk semua hal yang tidak perlu kau tahu.
termasuk rindumu kepada orang yang tidak tahu
bagaimana membalas rindumu dengan merajut jarak,
dengan benang-benang yang terbuat dari kenangan baik.
2025
akan ada pagi-pagi yang masa bodoh.
kita hanya menulis puisi dan mengirim
sejumlah pelukan ke tempat yang jauh sambil
menikmati teh hambar. bertanya bagaimana
kabarmu, lalu menunggu balasan dengan perasaan
yang tidak bisa diungkapkan. namun semua
pekerjaan dan segala jenis kekacauan terasa
tidak masalah. seolah-olah kita terapung
ke udara menjangkau daun-daun paling tinggi
dan menyaksikan semua perbuatan manusia
sebagai pertunjukkan yang menarik seperti
dalam film-film bisu hitam-putih.
begitulah adanya. kadang rindu
membuat kita rajin bergerak
tapi lebih sering ia membuat kita mabuk.
bermalas-malasan, bersikap masa bodoh.
dan efek samping rindu yang paling terasa
adalah kita jadi manusia aneh
paling bahagia di alam semesta ini.
2025
malam pergantian tahun tak pula
melipur laramu sebenarnya. ia cuma robekan
kulit mati yang mengubahmu dari kau
yang kemarin menjadi kau yang sekarang.
yang masih saja terendam duka lalu tertawa
pura-pura. sementara letup kembang api hanya mirip
suara orang buang angin karena belum makan
seharian. semuanya tak ada yang berbeda.
hanya sedikit debar yang tersisa di kiri
rongga dadamu. bisikan kecil yang berkata,
masih ada hari esok jika kau masih pula kuat
untuk tidak mati dan menangisi kegagalan
juga hal-hal yang berantakan di dunia ini.
dan kau hanya mampu melepaskan napasmu
perlahan sembari menyaksikan langit hitam
yang diberi corak bunga-bunga api sialan;
simbol satu menit kegembiraan
pertaruhan jiwa demi cinta dan harapan.
ya, cuma itu alasan kenapa kau masih memahat dirimu
untuk mempersiapkan waktu yang tersisa. meski
luka-luka di tubuhmu perlu waktu lebih lama
untuk sembuh, perlu pelukan hangat tanpa dialog
yang mempertanyakan apakah kau benar-benar
bisa bertahan dan memetik buah kebahagiaan
untuk tiga ratus enam puluh lima hari perjuangan.
2026
kesunyian melolong
seperti anjing-anjing liar
yang menginginkan hujan turun
ke dalam puisi-puisi gersang yang meradang
tepat ketika waktu menuju dekapan
kelam tengah malam.
biar. biar tak ada yang tahu
perihnya luka parut bekas perjuangan
kecuali kata-kata itu sendiri.
bahwa hidup memang tak mudah;
bahwa hidup membawa cinta beserta
kekecewaan di dalam tubuhnya.
dan hanya ada satu teman setia
yang tak pernah meninggalkan.
yakni kau. kau yang menyaksikan
puisi ini dilahirkan dan sedang kaubaca
dalam lirih sela angin malam; sepasang matamu.
2025
1/
kisah silam; ia dan kau mutlak memiliki itu.
jika sesuatu pernah terbakar di sana. dan kalian menyadari itu
lekas padamkan saja. kubur abunya di dekat akar pohon
yang ia dan kau tanam jauh sebelum kalian bertemu.
tentu saja kalian masih akan mengingat itu. tapi sudahlah,
mencintai dilarang keras menyulut bara masa lalu.
2/
sejumlah pertanyaan di muka bumi tak membutuhkan
jawaban. termasuk ketika kau bertanya padanya
apakah ia perlu mengubah sesuatu yang membuatmu
bahagia? tidak. begitupun sebaliknya. cinta tak akan
bertanya tentang itu. sebab mencintai adalah sebuah pekerjaan
dan ruang kerjanya adalah waktu. dari pagi sampai rindu.
3/
untuk sampai pada tahap saling memiliki, perasaan
berjalan jauh sekali. ia naik turun bukit, menyusuri
gang-gang sempit, dan menyelesaikan teriakan-teriakan.
kau bahkan kuyup kehujanan dan ia berpeluh kepanasan.
rasa sakit adalah parasit baik. membuat ia dan kau demam
tapi indahnya kalian bisa saling memeluk di kesunyian.
4/
ada beberapa peraturan yang harus dipatuhi saat ia dan kau
berkaul disaksikan potongan langit di atas kepala kalian
dan sepetak bumi yang ia dan kau jejak di bawah kaki kalian.
kesetiaan, penerimaan, saling membahu, berbagi ciuman, dan
bersyukur. tapi kalian jangan lupa satu hal. tidak boleh saling
memenjarakan. sebab ia dan kau bukan sepasang anjing peliharaan.
5/
bergegaslah saling memeluk di antara kalian. kau bisa bilang
padanya sedang mampir ke toko kue kesukaannya, dan ia bisa
bilang padamu sedang menyirami bunga-bunga favoritmu.
usaha-usaha kecil penuh tanggung jawab ini akan menghalau
rasa tidak percaya ia dan kau ketika sebuah tindakan menimbulkan
kecurigaan. namun catatan tebalnya; jangan ada dusta dan penghianatan.
2024
selamat datang kembali di rumah, anakku!
begitulah ibu. ia jahit hari-hari
yang robek pada setiap kepulangan.
dibasuhnya debu dan lumpur di wajah
senduku dengan satu belaian yang
mustajab mengusir segala cemas juga ragu.
ia tak ingin banyak bertanya apakah
aku baik-baik saja atau tidak. melainkan
ia bantu aku mengurai kemacetan kota
yang bermukim di kepalaku. dan dia jaga
pula keheningan jenggala tempatku
menenangkan amuk dada dan carut-marut
rindu. pada malam-malam usang ketika
aku membutuhkan pelukan dan lirih
lagu masa kecil yang mengisahkan
alasan-alasan kenapa anak-anak harus
tumbuh jadi manusia yang baik. bukan
seperti kini; berpeluh senyap duka dan
rencana-rencana gamang tentang masa depan.
sungguh ia selalu mengetahui segala
kabar yang tak pernah terucap dari bibirku.
ia selalu membubuhkan senyum manis
yang menjadi gambar paling kusuka di muka
bumi ini, tatkala api dalam sepasang mataku
mulai redup nyalanya dan lidahku bahkan kelu
hanya untuk berkata bahwa aku tidak apa-apa.
dan bila sudah ia dapati aku mulai kehilangan
jantungku sendiri. maka ibu hanya akan bilang
begini kepadaku:
“mari kita rayakan perjalanan langkah kakimu
hari ini, anakku. ibu selalu merayakanmu;
rasa lelah dan rahasia yang menetap dalam dadamu.”
2025
pada akhirnya kau tetap harus
menerima itu. bahwa tak akan ada lagi
pelukan. yang membisikkan puisi-puisi.
sepasang cangkir teh yang biasa kaugunakan
bersamanya pun sudah retak. tak bisa lagi
menyeduh apapun. bahkan kehangatan hanya
sampai pada hitungan ketiga. semakin kau
kuat meyakini bahwa bara perasaanmu masih
menyala, sebetulnya ia sudah padam. sebab kau
tahu, satu kekacauan telah terjadi ketika orang lain
datang memasuki pikiranmu, dan memasuki hatinya.
lalu segalanya tak lagi sama. menjadi abu-abu,
menjadi debu-debu, menjadi mendung pada hari rabu.
maka satu-satunya hal yang bisa
kau lakukan ketika patah hati
adalah jatuh cintalah lagi setidaknya
kepada dirimu sendiri. sebab sebaik-baiknya
penyembuh luka adalah saat kau mendapatkan
pelukan kasih sayang darimu sendiri.
dan melepaskan segala yang terjadi seperti
burung-burung. biarkan mereka ke hutan.
biarkan mereka ke laut. biarkan mereka ke langit.
2025
.
Penulis: M.Z. Billal
Editor: Adnyana Ole
DIKRITIK atau dipuji? Pilih mana? Tentu ada yang pilih dikritik atau pilih dipuji. Sudah pasti di antara kita ada yang suka dikritik saja atau dipuji saja. Ada juga yang suka kedua...
WARGA di Kelurahan Kampung Singaraja tengah bergegas. Pria, perempuan, tua, anak-anak, semuanya bergegas. Mereka bergegas menuju Masjid Nurrahmah yang terletak di tengah-tengah pem...
AKHIRNYA DPD PDI-P Bali mengumumkan secara resmi bahwa Dewa Nyoman Sukrawan dipecat dari PDI-P. Ini bukan berita mengejutkan sesungguhnya. Karena jika berpatokan pada tabiat partai...
PROMOTOR adalah istilah untuk menyebut sekelompok penggagas sebuah kegiatan, di lingkungan lembaga formal dan non-formal. Promotor membangun dan mengembangkan ide serta inovasi-ino...
KINI Buleleng punya dua nama beken: Putu Agus Suradnyana dan Dewa Nyoman Sukrawan. Jangan mengaku keren jika tak kenal dua nama itu. Atau, bolehlah tidak kenal. Tapi sungguh keterl...
BALI dilanda banjir. Dan ketika banjir melanda, jalan seperti sungai, halaman rumah jadi kolam, dan lapangan bola serta taman kota jadi danau, maka beritanya langsung heboh di medi...
Cerpen: Yoyo Raharyo SUKRI masih duduk termenung di beranda rumah sepupunya, di sebuah desa yang tenang di Kota Air. Sore itu, lelaki 45 tahun ini membayangkan kembali kejadian sem...
APA kabar komik Indonesia? Bagaimana harimu saat ini? Masih dapatkah kujumpai serial pewayangan R.A Kosasih? Atau apa kabar aksi pahlawan “Si Buta dari Gua Hantu” yang sejak tahun...
“Berikan aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, Berilah aku sepuluh pemuda niscaya akan ku guncangkan dunia” – Ir. Soekarno SEJARAH panjang mahasiswa dan...
Setiap manusia mengidamkan seorang pahlawan untuk hapuskan derita dari tirani yang usang yang kini kadaluarsa (Dimanakah Dia , Zat Kimia) DUA penggalan lirik i...