SEDARI pukul 06.30 Wita, Selasa, 3 Februari 2026, halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi oleh para siswa, guru, pegawai, tamu undangan, hingga alumni. Pagi itu sempat dirundung mendung dan ancaman hujan. Namun tak lama berselang, cuaca berangsur cerah, seolah memberi ruang dimulainya pembukaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Kesbam.
Tahun ini, perayaan mengusung tema “Widyāning Yowana Mahābudhi”, yang bermakna muda berdaya, unggul dalam pengetahuan, dan berbudi luhur. Tema tersebut menjadi benang merah rangkaian kegiatan yang menandai bertambahnya usia SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar.
Acara pembukaan diawali dengan rangkaian seremonial formal. Lagu Indonesia Raya dan Mars SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar dikumandangkan, dilanjutkan doa bersama serta sambutan-sambutan. Momen pembukaan resmi kemudian ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar bersama Pengawas Sekolah dan Pengurus Yayasan Bali Medika.
Para siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar│Foto: Dok. OSIS Kesbam
Kepala SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar, I Komang Rika Adi Putra, M.Pd., menyampaikan bahwa HUT ke-17 kali ini memiliki makna tersendiri.
“Kesan berbeda tentu saya rasakan di hari ulang tahun ke-17 Kesbam kali ini. Selain memang dirayakan lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya, HUT ke-17 Kesbam ini juga adalah sebuah momentum kebangkitan SMK Kesehatan Bali Medika di Provinsi Bali,” ujarnya.
Ia menuturkan, capaian sekolah pada akhir 2025 menjadi dorongan semangat bagi seluruh warga Kesbam. SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar dinobatkan sebagai SMK Kesehatan terbaik di Bali dan masuk 10 besar SMK swasta di Provinsi Bali berdasarkan penilaian kinerja sekolah pada Desember 2025. Secara tidak langsung, Komang Rika menegaskan bahwa di usia sekolah yang kian matang ini, Kesbam diharapkan mampu menjadi barometer SMK Kesehatan, khususnya di Bali dan secara umum di Indonesia.
Lebih lanjut, ia berharap kualitas pelayanan dan pendidikan terus meningkat, sehingga mampu melahirkan lulusan siap kerja, peserta didik yang sanggup bersaing di perguruan tinggi, serta generasi muda yang berani membuka usaha sendiri.
Kepala Sekolah ─ I Komang Rika Adi Putra, M.Pd.│Foto: Dok. OSIS KesbamSesi pemotongan pita sebelum start jalan santai│Foto: Dok. OSIS Kesbam
Usai rangkaian pembukaan, kegiatan berlanjut dengan jalan santai yang diikuti seluruh peserta. Start jalan santai ditandai dengan pemotongan pita oleh Kepala Sekolah, perwakilan Yayasan Bali Medika, dan Pengawas Sekolah. Para siswa, guru, serta tamu undangan tampak antusias menyusuri rute yang telah disiapkan panitia.
Ketua OSIS Kesbam, Adelia Trianti, menyebut momen ini sebagai ruang kebersamaan bagi siswa. “Kami senang bisa terlibat langsung dalam perayaan HUT sekolah. Ini jadi ajang untuk mempererat kebersamaan sekaligus mengekspresikan semangat kami sebagai warga Kesbam,” ujarnya singkat.
Setelah jalan santai, suasana kembali terpusat di halaman sekolah. Berbagai penampilan pentas seni dari siswa dan guru silih berganti menghibur peserta. Di sela-sela acara, panitia juga menggelar pengundian kupon berhadiah yang disambut sorak antusias. Di sisi lain area, terdapat pengecekan kesehatan, tenant-tenant makanan dan minuman, serta donor darah kolaborasi PMI Kota Denpasar bersama PMR Kesbam ─ turut memberi warna sosial dalam perayaan tersebut.
Para peserta mengikuti kegiatan jalan santai│Foto: Dok. OSIS Kesbam
Sekitar pukul 12.00 Wita, acara yang paling dinanti siswa pun tiba, yakni colour party. Momen ini menjadi ruang bebas berekspresi, terutama bagi siswa kelas XII yang akan segera menyelesaikan masa studi. Bubuk warna dan air beterbangan di udara, membaur dengan tawa dan teriakan kegembiraan. Iringan musik dari DJ (Disc Jockey)menambah semarak suasana, menciptakan euforia kolektif yang menutup rangkaian pembukaan dengan penuh energi.
Pembukaan HUT ke-17 Kesbam ini juga menjadi awal dari rangkaian kegiatan Kesbam Anniversary Contest (KAC VI). Lomba-lomba internal dijadwalkan berlangsung pada 4–6 Februari, disusul lomba-lomba eksternal pada 8–12 Februari, serta puncak perayaan HUT pada 13 Februari mendatang.
Colour Party– Pembukaan HUT ke-17 Kesbam│Foto: Dok. OSIS Kesbam
Ketika waktu menunjukkan pukul 13.30 Wita, halaman sekolah perlahan kembali lengang. Sisa-sisa warna masih melekat di pakaian para siswa, menjadi penanda selesainya acara hari itu. Pembukaan HUT ke-17 Kesbam mencerminkan kebersamaan dan solidaritas warga sekolah. Dengan agenda yang masih berlanjut hingga puncak perayaan, Kesbam mematangkan langkah di usia ke-17 dengan fokus pada penguatan mutu pendidikan dan layanan, sejalan dengan tema “Widyāning Yowana Mahābudhi” yang diusung tahun ini. [T]
JIKA menyaksikan Lomba Baca Puisi tingkat SMP dalam rangka Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, kekhawatiran bahwa generasi muda semakin jauh dari sastra tampaknya tidak berala...
UJUNG telunjuk dan jari tengah itu bergerak lincah di atas papan beroda sepanjang tak lebih dari sepuluh sentimeter. Sesaat papan skateboard mungil itu meluncur, lalu melompat. La...
PEMBUKAAN Singaraja Literary Festival (SLF), Jumat, 3 Juli 2026, berlangsung berbeda dari kebiasaan. Bukannya diawali dengan tari penyambutan tradisional seperti Panyembrama, Seka...
SOSOK-SOSOK perempuan bergerak perlahan menari di atas panggung, mengenakan caping petani dan membawa slepan (daun kelapa yang sudah tua) sebagai simbol kedekatan dengan alam. Mel...
KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. "I love poetry", tulisnya dalam buku barunya M...
PADA 3 Juli 2026 digelar pameran senirupa yang cukup menarik, pameran senirupa ini, menurut saya, lahir dari keyakinan bahwa seni adalah ‘bahasa universal’ yang mampu menjembatani...
DUA PULUH lima tahun lalu, tepat saat 2 bulan setelah Milenium ketiga dimulai, segerombol anak muda yang menyebut diri mereka Kamasra (Keluarga mahasiswa Seni Rupa) STSI Den...
MANUSIA adalah makhluk yang gemar mengembara.
Tubuhnya berada di sini, tetapi pikirannya berlari ke hari esok. Atau sebaliknya, tubuhnya telah meninggalkan kemarin, tetapi bati...
Sorak-sorai penonton menyemangati temannya ketika tampil sebagai peserta lomba Matajog (egrang bambu) dalam ajang Jantra Tradisi Bali serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII,...