Bulan Juni Milik Empat Presiden
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
kau berjalan di antara doa dan karang
dan aku tetap berdiri menjadi penjaga sunyi
yang belajar mencintaimu dengan cara paling suci
dan paling menyakitkan dada
sebagai luka yang setia
kau gadis yang datang bersama senja
dan pergi bersama pasrah
meninggalkan laut dalam mataku
yang tak pernah surut
aku berdiri jauh tak berani mendekat
sebab cintaku lebih mirip sembahyang daripada pelukan
lebih mirip penyerahan daripada keinginan
di rambutmu angin belajar berzikir
di matamu laut belajar sunyi
aku ingin memanggilmu namun lidahku takut
takut namamu berubah menjadi dosa
atau harapanku menjelma kesombongan
maka aku hanya menyebutmu dalam hati
di antara ombak yang saling bersujud
di antara karang yang sabar menunggu pecah
jika suatu hari kau mendengar
ada lelaki menangis di pesisir
tanpa suara, tanpa tubuh
itulah aku yang mencintaimu
dengan cara paling sunyi
Padang, 2026
senja turun perlahan di rambutmu
seperti rahasia yang dilepas Tuhan tanpa saksi
aku melihat laut memejamkan mata
karang-karang berlutut
dan waktu berhenti bernapas, saat kau melintas
di tubuhmu, cahaya kehilangan alamat
menjadi bayang yang gentar menyebut nama
aku menunggumu dalam bentuk doa yang salah eja
huruf hurufnya patah dan maknanya berdarah
kau berjalan namun kakimu tidak menyentuh tanah
kau tersenyum
namun senyummu seperti pintu yang tak ingin dibuka
di rambutmu senja menyembelih siang
darah cahaya mengalir ke laut
dan ombak mengamininya dengan gemetar
aku ingin memelukmu
namun lenganku berubah jadi angin
aku ingin memanggilmu namun suaraku menjelma kabut
gadis tanah lot, kau adalah ayat yang kabur
aku membacanya terbalik
dan kehilangan Tuhan di tengah baris
ketika malam akhirnya tiba
aku tahu
aku tak pernah benar-benar ada
kecuali sebagai bayang di balik senjamu
Padang, 2026
malam menjaga langkahmu
seperti luka menjaga darahnya sendiri
kau berjalan, namun bayangmu tertinggal
menempel di karang
menjadi dingin yang tak mau pergi
di tanah lot doa-doa tidak terucap
hanya bernafas pelan
di sela garam dan lumut
aku melihat namamu ditulis ombak
lalu dihapus kembali
seolah Tuhan ragu menyebutmu terlalu terang
perempuan
kau dijaga karang bukan untuk diselamatkan
melainkan agar tetap terluka dan ingat pada laut
aku mendekat namun kakiku ditarik sunyi
tanganku dipatahkan angin
dan hatiku dipulangkan dalam peti senyap
di rambutmu malam bersarang
menetas menjadi bisikan
yang menyebut namaku tanpa suara
aku ingin percaya kau manusia
namun tubuhmu lebih mirip doa
yang salah alamat
dan tak ingin kembali
jika suatu saat kau menoleh
dan melihat aku sudah tiada
jangan takut
aku hanya berubah menjadi kabut
yang setia menjaga jarak
antara cintamu dan Tuhan
Padang, 2026
di permukaan laut
wajahmu terselip seperti rahasia yang lupa dipanggil
ombak datang
memecah matamu ke batu karang
dan darah senyapku ikut terseret
aku berenang, tanpa tubuh, tanpa suara
hanya rindu yang membusuk di dasar
karang bernapas pelan
seperti dada orang yang sekarat
bulan jatuh
dan tak pernah diangkat kembali
kau dijaga laut
bukan untuk diselamatkan
melainkan untuk menghukum
agar aku tak pernah benar-benar pulang
perempuan tanah lot
namamu menjadi arang
yang kusimpan di rongga dada
dan setiap napasku
terbakar olehmu
Padang, 2026
di ruang sunyi
cinta kita menyalakan dupa yang tak berasap
setiap napasmu menjadi gerakan rahasia
yang aku baca dengan jantung yang gemetar
kau berdiri di tepi karang
dan ombak berlutut di kakimu
membisikkan doa yang tak pernah kutahu artinya
namun aku tahu itu menuntunku pulang
aku menulis namamu di pasir
lalu laut menghapusnya perlahan
seperti tuhan menghapus dosa yang terlalu berat
atau rindu yang tak sanggup menahan diri
cinta ini adalah upacara
tanpa saksi, tanpa pelukan
hanya keheningan yang memanggil
dan kita menjawabnya
dengan bayangan yang sama
perempuan tanah lot
kau berjalan di antara doa dan karang
dan aku tetap berdiri
menjadi penjaga sunyi
yang belajar mencintaimu
dengan cara paling suci
dan paling menyakitkan
Padang, 2026
ada doa yang tak sempat pulang
tersesat di antara ombak dan angin
mengambang di rambutmu
menjadi kabut yang menahan napasku
kau berjalan di tanah lot
seperti bayangan yang lupa nama
meninggalkan jejak
yang tak bisa kugapai
aku ingin menjemputnya
namun doa itu lebih cepat dari langkahku
lebih dalam dari karang
dan lebih dingin dari laut
setiap malam aku menyisir pantai
mencari serpihan doa yang kau tinggalkan
namun yang kutemukan hanya kesunyian
yang menggelayut di dadaku
seperti arang yang tak padam
perempuan tanah lot
namamu adalah doa yang terlambat
dan cintaku adalah laut yang menunggu tanpa akhir
Padang, 2026
di tepian yang tak berjiwa
aku tinggal di tanah lot yang bernama rindu
setiap karang adalah luka
dan setiap ombak adalah doa yang patah
kau datang seperti senja
meninggalkan bayangmu di mataku
dan aku menunggu
dengan tangan kosong
yang memungut angin
laut mengajarku pasrah
dan malam mengajarku menahan
aku belajar mencintaimu
dengan jarak yang memotong dada
dan diam yang menusuk hati
perempuan tanah lot
namamu adalah tangisan yang tak terdengar
dan cintaku adalah api yang tak padam
yang terus menari di antara gelombang
hingga aku lupa siapa yang berjalan
dan siapa yang tenggelam
aku tinggal di tanah lot yang bernama rindu
dan setiap detik adalah pengakuan
bahwa mencintaimu
adalah doa yang tak pernah sampai
namun tetap kudoakan
Padang, 2026
.
Penulis: Iwan Setiawan
Editor: Adnyana Ole
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
īśāvāsyam idaṁ sarvaṁ yat kiñca jagatyāṁ jagat |tena tyaktena bhuñjīthā mā gṛdhaḥ kasyasvid dhanam || "Seluruh alam semesta ini, apa pun yang bergerak di dunia yang bergerak in...
ADA satu pemandangan yang hingga kini selalu mengusik. Seorang barista selesai meracik secangkir kopi, lalu menyadari ada kesalahan kecil. Mungkin ukuran gelasnya keliru, jenis su...
PADA tanggal 14 Juni 2026, saya mengikuti acara kolaborasi Grab Bali Nusra dengan Bali Book Party. Museum Pasifika Nusa Dua adalah lokasi acara diselenggarakan. Siang hari, ...
Kenapa jagat sosmed Bali semakin dijangkiti fenomena: Ngandang Nganjuh. Secara harfiah, istilah ini menggambarkan tindakan yang melintang (ngandang) dan mendorong atau memaksak...
PAGI saat Hari Suci Kuningan, sebagian keluarga sudah mengenakan pakaian adat sebelum fajar menyingsing. Sebagian lagi masih sibuk menata banten, memasak, atau menunggu anggota ke...
DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan jinak. Ia juga sangat menyayangi majikannya. Selain Ica...
KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk, mendesis,mencakar-...
"Gemerlap lampu Manhattan tidak pernah mampu menggantikan cahaya seekor kunang-kunang." KALIMAT itu memang tidak pernah ditulis secara harfiah oleh Umar Kayam dalam cerpennya S...
DALAM sejarah musik populer abad ke-20, sedikit lagu yang mampu merangkum pengalaman eksistensial manusia dalam lirik sesederhana “Knockin’ on Heaven’s Door.” Ditulis oleh Bob Dyl...