Belajar Kesetiaan dari Anjing Bali
JANGAN mengaku setia kalau belum pelihara anjing bali. Jangan mengaku pecinta anjing kalau makan daging anjing. Jangan mengaku petugas peternakan kalau kerjanya membunuh anjing sem...
Baris pertama,
entah sudah kutulis untukmu
tentang singgah pertemuan
dan dekap hangat mata rayumu
lekat rindu seakan menjadi teman
Baris kedua,
Pertama kali senyum teduh menyapa
menyibak angin-angin panas diriku
dan sesekali kulihat gurat tipis di pipimu
Baris ketiga,
Entah akan menjadi apa kekal redup hati ini
meyakinkan teguh semu rapuh ragumu
yang selalu setia pada tanya
lantas menjalar saban hari
maka, akankah ia
menjadi serbuk rayu kasih
atau
menjadi genangan-genangan suram?
Denpasar, Juli 2023
Pada akhirnya kita, tak lagi saling menyapa
Sunyi merambat perlahan,
menyelimuti ruang di antara napas dan ingatan,
ingin tak lagi tersisa, namun bayangmu tetap menjejak
Kenangan-kenangan itu masih berpendar,
lekat pada setiap sudut kota ini
Pada bangku taman, pada jejak kaki di pasir pantai,
pada hujan yang dulu jatuh bersamaan dengan tawa
Malam pun datang,
bayangan menari di antara cahaya lampu redup
Aku mencoba melupa, tapi setiap hembusan angin
masih membawa bisik namamu yang tak kupanggil
Denpasar, Oktober 2025
Untuk yang terakhir,
ijinkan aku, sekali saja,
menyalakan lilin kecil
di tengah sunyi kasih dan bahagiamu
Pada dingin malam,
hujan pun datang perlahan,
menyulam rintik menjadi lagu
yang menari di pelupuk mata kita
Maka setelahnya,
biarlah aku menjadi bayang
yang menepi di belakang cahaya
seperti embun di kelopak doa yang tak sempat menguap
Waktu mengalir tanpa jejak
membawamu ke pusara lain,
tempat tangan hangat menjemputmu,
sementara aku, hanya menitip restu di pundakmu
Denpasar, 14 November 2025
.
Penulis: Satria Aditya
Editor: Adnyana Ole
JANGAN mengaku setia kalau belum pelihara anjing bali. Jangan mengaku pecinta anjing kalau makan daging anjing. Jangan mengaku petugas peternakan kalau kerjanya membunuh anjing sem...
MAHASISWA baru, di mana pun, mau tak mau, akan mengawali “kuliah” dengan melakukan adaptasi dan pengenalan lingkungan kampus. “Kuliah” awal itu di Indonesia biasa disebut Ospek (Or...
TANGGAL tujuh belas Agustus adalah peringatan, perayaan, dan perenungan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Semua orang tahu itu. Pada tanggal 17 Agustus pada setiap tahunnya, sej...
KALAU seseorang dinilai bicara panjang lebar tetapi tak ada isinya, lazimnya orang itu disebut mengumbar omong kosong. Orang macam begini dianggap lebih buruk tinimbang seorang pen...
KAMPUS adalah tempat kaderisasi bagi para pemimpin bangsa dan negara. Di suatu negara kita mengenal adanya pemerintahan, pada umumnya pemerintahan diselenggarakan dan dijalankan ol...
“DENGAN melewati tahapan hidup dari Sudra menuju Wesya, dari Wesya menuju Satria, dari Satria menuju Brahmana, seseorang mencapai Moksha,” guru saya pernah berucap demikian suatu h...
UNTUK yang ketiga kalinya, saya menginjakkan kaki di Desa Mausamang Kiralela di Kecamatan Alor Timur, NTT. Bersahabat lebih dekat dengan desa ini membuat saya kecanduan untuk pergi...
ADA banyak cara merayakan Kemerdekaan. Seperti warga sekitar sungai Tukad Unda, Klungkung. Di situ, suasana 17 Agustus 2016 berbeda dari sebelumnya. Dari jembatan Tukad Unda terben...
Indonesia tanah airku Tanah tumpah darahku Di sanalah aku berdiri Jadi pandu ibuku ……. TIAP kali menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya atau mencermati teksnya, saya selalu te...
MUNGKIN banyak yang belum tahu bahwa salah satu putra Buleleng ikut berperan dalam terbentuknya Republik Indonesia. Namanya, Mr. I Gusti Ketut Pudja. Dia menjadi satu-satunya waki...