Puisi-puisi Satria Aditya | Bait-bait Cinta

Satria Aditya
by Satria Aditya — Januari 24, 2026 in Puisi

Tatkala.co

BAIT PERTAMA

Baris pertama,
entah sudah kutulis untukmu
tentang singgah pertemuan
dan dekap hangat mata rayumu
lekat rindu seakan menjadi teman

Baris kedua,
Pertama kali senyum teduh menyapa
menyibak angin-angin panas diriku
dan sesekali kulihat gurat tipis di pipimu

Baris ketiga,
Entah akan menjadi apa kekal redup hati ini
meyakinkan teguh semu rapuh ragumu
yang selalu setia pada tanya
lantas menjalar saban hari

maka, akankah ia
menjadi serbuk rayu kasih
atau
menjadi genangan-genangan suram?

Denpasar, Juli 2023

BAIT KEDUA

Pada akhirnya kita, tak lagi saling menyapa
Sunyi merambat perlahan,
menyelimuti ruang di antara napas dan ingatan,
ingin tak lagi tersisa, namun bayangmu tetap menjejak

Kenangan-kenangan itu masih berpendar,
lekat pada setiap sudut kota ini
Pada bangku taman, pada jejak kaki di pasir pantai,
pada hujan yang dulu jatuh bersamaan dengan tawa

Malam pun datang,
bayangan menari di antara cahaya lampu redup
Aku mencoba melupa, tapi setiap hembusan angin
masih membawa bisik namamu yang tak kupanggil

Denpasar, Oktober 2025

BAIT KETIGA

Untuk yang terakhir,
ijinkan aku, sekali saja,
menyalakan lilin kecil
di tengah sunyi kasih dan bahagiamu

Pada dingin malam,
hujan pun datang perlahan,
menyulam rintik menjadi lagu
yang menari di pelupuk mata kita

Maka setelahnya,
biarlah aku menjadi bayang
yang menepi di belakang cahaya
seperti embun di kelopak doa yang tak sempat menguap

Waktu mengalir tanpa jejak
membawamu ke pusara lain,
tempat tangan hangat menjemputmu,
sementara aku, hanya menitip restu di pundakmu

Denpasar, 14 November 2025

.

Penulis: Satria Aditya
Editor: Adnyana Ole

Tag: Puisi
Avatar

Satria Aditya

Related Posts
Esai

KLAKSON

BY Hartanto Juni 20, 2026

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya sedang belajar stir mobil. Sebab, suara klak...

Read More