Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar
10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi pada tulisan. Satu kolom pada...
sebilah pintu
sudah kubaringkan di situ
keluarlah, seperti kebanyakan
angin lewat, atau para sahabat
yang menyeberang
menjadi orang asing baru
tak terkecuali juga aku
lempar kasur dan tidurmu
pergi lagi kita ke hari baru
hari di mana sudah tak perlu
harus tahu lebih dulu
lipat, muslihatkan
dendam, kebencianmu
yang tak berumah
akan selalu berkemah
di dalamnya
simpan dirimu
di bawah amarah serupa itu
di bawah air panas
air bau kayu kayu
mengalir
mengalir
yang mengalir
sudah bukan dirimu
sedang di cermin beruap
kita tak punya rupa
semua kebohongan
tak usah disingkap
koper itu
sudah tak lagi minta isi
ke situ ke situ, masuklah
omong dan yang kosong
tidak malam, tidak siang
bisa dibawa-bawa
apalagi buat cari cinta
kalau cuma bias
antara bayang dan benda
buat apa juga setia
toh sudah ada anjing
atau manusia
tempel, tempel
tempelkan kematianmu
di situ
dari tembok dan tegel
ambil geming
dan dinginnya
tanpa kecamuk
dunia, sebut saja cinta
yang disemen
seukuran batu bata
untuk dilempar ke siapa,
kau perlu membobolnya dulu
meludah juga kita
di atas nama-nama itu
setelah sama-sama kering
dengan amarah
masing-masing
di atas meja
tikus-tikus dari siapa masuk
mengambil kuping
dari kata-kata
dan sisa kepercayaan
yang tinggal sepotong
nyalakan lilinnya
untuk menjauhkan lalat-lalat
dari selera makan
dan percakapan
yang kosong
ini saatnya memisahkan
sekarang dari kemarin,
malam dari dendam
mari makan
hidup juga sekadar
awet sebentar
.
10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi pada tulisan. Satu kolom pada...
SEKAA Dramatari Arja Sudhamala ini baru pertamakali pentas di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Bahkan, sekaa kesenian tradisional Bali yang memadukan unsur drama, tari, dan nyanyi...
LAGU “A Salty Dog” oleh Procol Harum (1969), dengan lirik karya Keith Reid, adalah elegi tentang pelayaran terakhir, tentang manusia yang berangkat dengan keberanian, namun akhirn...
PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa kehadiran Presiden Prabowo Subianto sempat menimbu...
“Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama, dalam acara ‘NGERUMPI’: Ngobrol Se...
MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa. Apalagi ketika ia mulai berbicara dengan logat...
DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku diajari bahwa Barong adalah pelindung, bukan pemangsa....
Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang tua yang tak mau purnaMereka tak punya bat...
“Mari kawan bersama kita bekerja, bersihkan lingkungan….” ITU adalah penggalan tembang yang menjadi salah satu hal menarik dari pementasan kesenian janger tradisi d...