Diikuti Makhluk Gaib Seusai Piknik
BERWISATA atau piknik ke Bali adalah dambaan banyak siswa sekolah. Pulau ini sudah dikenal di seluruh dunia. Bahkan banyak masyarakat dunia yang lebih mengenal Bali ketimbang Indo...
"I Won't Cry" oleh Ronnie Davis, lebih dari sekadar lagu cinta, adalah deklarasi ketahanan jiwa yang berakar pada keyakinan Rastafari. Lewat lirik yang lugas, lagu ini menyampaikan janji untuk tetap mencintai meskipun cinta tak berbalas, tanpa menyerah pada kesedihan. Ini adalah suara yang menolak untuk hancur, memilih kekuatan batin di atas tangis.
Ronnie Davis, lahir tahun 1950 di Savanna-la-Mar, Jamaika, adalah salah satu pilar penting yang menjembatani era rocksteady dan reggae. Meski namanya kerap berada di bawah bayang-bayang Bob Marley atau Gregory Isaacs, reputasinya di kalangan musisi dan penikmat reggae tak pernah diragukan. Ia dikenal sebagai "penyanyi untuk para penyanyi", vokalis utama The Tennors pada akhir 1960-an, lalu suara khas The Itals yang albumnya Rasta Philosophy (1987) sempat dinominasikan Grammy.
Sebagai solois, Davis menghasilkan sejumlah hit seperti "Won't You Come Home" dan "It's Raining," berkolaborasi dengan produser legendaris semacam Lee "Scratch" Perry dan Coxsone Dodd. Suaranya yang jernih dan penuh perasaan membuatnya mudah melintas dari balada romantis ke roots reggae yang mendalam. Pada 2016, ia merilis album Iyahcoustic yang memuat versi akustik dari "I Won't Cry", sebuah lagu yang pertama kali muncul sebagai single pada 1974.
Darling, I found out long time ago
That you don't love me, not anymore
But I keep on loving you just the same
I won’t cry, I won’t cry, I won't shed a tear
Lirik ini bicara tentang pengabdian yang tak goyah. Meski tahu cintanya tak lagi dibalas, ia memilih untuk tetap mencintai, bukan dengan kepasrahan sedih, tetapi dengan keteguhan yang sadar. Pengulangan 'I won’t cry' bukan sekadar penolakan untuk menangis, melainkan penegasan pilihan untuk tetap kuat dan menanggalkan ego. Di sini, Davis menunjukkan bahwa cinta yang sejati tidak menuntut kepemilikan. Dalam kacamata Rastafari, ini berkaitan dengan kesadaran 'I and I', bahwa meski ditinggalkan secara fisik, jiwa tetap utuh karena senantiasa terhubung dengan sumber kekuatan ilahi.
Di balik keteguhan itu, berdiri filosofi Rastafari. Bagi penganutnya, penderitaan bukan akhir; ia adalah ujian iman yang justru menguatkan hubungan dengan Jah (Tuhan). Prinsip Livity, yakni cara hidup yang benar dan selaras dengan alam, yang mengajarkan bahwa sumber kekuatan ada di dalam diri, tak tergoyahkan oleh keadaan luar. Dalam istilah Rasta, semangat tak pernah mati: "Rasta Never Die."
"I Won't Cry" merefleksikan keyakinan itu: cinta dan iman adalah kekuatan abadi yang tak bisa dihancurkan oleh penolakan atau rasa sakit pribadi. Melalui reggae, penderitaan diubah menjadi alat pembelajaran, bukan untuk diratapi, tetapi untuk dilampaui.
Lagu ini, pada akhirnya, adalah testament bagi jiwa yang tak mudah patah. Ia mengajarkan bahwa ketahanan tertinggi lahir dari cinta yang tak bersyarat dan iman yang tak tergoyahkan, sebuah pesan yang terus bergema, dari era rocksteady hingga hari ini. [T]
Penulis: Sukaya Sukawati
Editor: Adnyana Ole
BERWISATA atau piknik ke Bali adalah dambaan banyak siswa sekolah. Pulau ini sudah dikenal di seluruh dunia. Bahkan banyak masyarakat dunia yang lebih mengenal Bali ketimbang Indo...
PERBEDAAN pandangan antara pemerintah dan komunitas, terutama komunitas orang muda sering dianggap sebagai persoalan komunikasi. Seolah-olah, jika dialog diperbaiki, maka kesalahp...
PULUHAN pesawat kertas melayang serentak dari atas panggung SD Negeri 1 Ungasan, Badung. Para siswa bersama guru yang berdiri berdampingan melemparkannya ke arah depan, seolah men...
APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era reformasi bukan pada keamanan akan tetapi tidak adanya kepastian hukum. Ada tiga&...
Dari Puputan Badung Menuju Perjuangan Zaman Kini PADA tanggal 20 September 1906, dunia menyaksikan sebuah peristiwa yang hingga kini masih menggema dalam kesadaran kolektif mas...
PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis berdiri di Bali sebelum periode kemerdeka...
“Salah satu hal yang membuat pelecehan sulit dikenali adalah karena ia sering hadir dalam bentuk yang tampak biasa: candaan, gurauan, atau perilaku yang dianggap lumrah dalam perg...
JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni adalah bulan kelahiran dan kewafatan Bung...
SINGARAJA – TATKALA.CO | Tahun 2026 ini, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menyediakan total daya tampung sebanyak 8.484 kursi untuk jenjang S1, S2, S3, profesi,...
“Kalau menurutmu, apa yang paling menentukan nasib manusia?” tanya Wayan Tulus sambil memeriksa saluran air yang mengaliri sawahnya. Di sampingnya, Made Jembar sedang men...