Mahasiswa Kos dan Mahasiswa Rumahan: Punya Galau Masing-masing
SUDAH banyak yang bicara soal mahasiswa kos atau bicara soal merantau. Mahasiswa kos yang memikul harapan orang tua sejauh ratusan kilometer dari rumah ke kampus demi cita-cita dan...
Kita ingat bagaimana lagu "Down in Brazil" karya Michael Franks mencuri perhatian di pertengahan tahun 1970-an, saat gelombang rock progresif sedang melanda. Dengan perpaduan jazz dan pop yang tenang, hampir seperti bisikan, "Down in Brazil" menjadi penyegar yang tak terlupakan, membawa kita sejenak menjauh dari kompleksitas Genesis, King Crimson, Yes, atau Pink Floyd.
Michael Franks, lahir pada tahun 1944, adalah seorang penyanyi dan penulis lagu Amerika. Tumbuh di California Selatan, ia tidak berasal dari keluarga dengan latar belakang musik. Minat musiknya berkembang berkat pengaruh musik swing yang sering ia dengarkan di rumah. Di sekolah menengah, ia mulai menyanyikan folk-rock dengan mengiringi dirinya sendiri pada gitar.
Ia belajar musik secara otodidak, hanya pernah menerima enam pelajaran gitar saat berusia 14 tahun. Ia memperoleh gelar Sarjana Seni dari UCLA dalam bidang sastra komparatif pada tahun 1966 dan gelar Magister Seni dari Universitas Oregon pada tahun 1968. Di luar pendidikan formalnya, ia tekun mendalami jazz dan sastra, dua bidang yang sangat memengaruhi gaya penulisan lagunya yang puitis meski tanpa pelatihan musik formal. Ia menggabungkan kecintaannya pada puisi karya Theodore Roethke dan beragam pengaruh musik, dari Nat King Cole, Stan Getz, hingga Antonio Carlos Jobim, sehingga membentuk dirinya menjadi salah satu ikon "Quiet Storm", sebuah aliran musik R&B dan soul yang lembut. Ciri khasnya adalah lirik yang rumit dan sastrawi.
Ia pernah merekam lagu dengan berbagai artis jazz ternama, seperti Peggy Lee, Patti Austin, dan The Manhattan Transfer.
Setelah kesuksesan The Art of Tea, Michael Franks menjadi lebih percaya diri menampilkan jenis musik yang ingin ia ciptakan. Melalui Sleeping Gypsy (1977) yang bernuansa eksotis dan memuat lagu-lagu seperti "Antonio's Song" dan "Down in Brazil," Franks menciptakan suara yang romantis serta membawa musik crossover jazz-pop beraroma bossa nova Brasil ke khalayak yang lebih luas.
Down in Brazil / It takes a day to walk a mile / Time just stands still / And when the people you meet look at you they smile.
"Down in Brazil" adalah sebuah ode jazz lembut untuk pesona dan semangat Brasil, dengan sorotan pada suasana tropis dan daya tarik manusianya yang menggambarkan romansa yang ramah dan sensual. Franks terinspirasi oleh musik bossa nova Brasil hingga berhasil menangkap keindahan sensual dan semangat petualangan, seakan membawa pendengar ke surga tropis sebagai tempat pelarian.
Keistimewaan "Down in Brazil" juga tak lepas dari tangan dingin para musisi legendaris yang mengiringinya. Di balik rekaman tersebut, terdapat kontribusi dari para personel The Crusaders seperti Joe Sample pada keyboard dan Wilton Felder pada bass, serta sentuhan gitar yang elegan dari Larry Carlton. Kolaborasi para virtuoso ini memberikan tekstur instrumen yang sangat kaya namun tetap terkendali, menciptakan lapisan musik yang mewah tanpa menenggelamkan vokal Franks yang tipis namun intim.
Franks menggunakan citra yang hidup untuk membenamkan pendengar dalam pemandangan, suara, dan aroma Brasil, dengan berfokus pada "gadis-gadis café olé," "pohon pisang" yang bergoyang, dan malam-malam yang hangat.
Liriknya menyoroti sifat yang menggembirakan dari wanita Brasil, yang digambarkan sebagai sosok yang ingin menyembuhkan kesedihan, sekaligus menawarkan pandangan romantis tentang budaya tersebut.
Seperti banyak lagu Franks lainnya, lagu ini merupakan mahakarya bercerita yang puitis namun tetap santai. "Down in Brazil" berhasil menangkap esensi liburan Brasil yang sempurna melalui gaya penulisan Franks yang halus, cerdas, dan menggugah.
Pada akhirnya, "Down in Brazil" berdiri sebagai salah satu lagu paling abadi dalam katalog Michael Franks, sebuah undangan lembut untuk sejenak melambat, tersenyum, dan membiarkan dunia terasa lebih hangat. Dalam bisikan vokalnya dan ayunan ritme yang tenteram, kita tak hanya diajak berwisata ke negeri tropis, tetapi juga ke ruang batin yang teduh, tempat musik menjadi pelarian yang halus, romantis, dan manusiawi. [T]
Penulis: Sukaya Sukawati
Editor: Adnyana Ole
SUDAH banyak yang bicara soal mahasiswa kos atau bicara soal merantau. Mahasiswa kos yang memikul harapan orang tua sejauh ratusan kilometer dari rumah ke kampus demi cita-cita dan...
PADA zaman maya saat ini, seorang remaja tanpa menyentuh gadget atau handphone selama satu hari saja sudah termasuk hebat. Tapi di Desa Bungaya, Karangasem, Bali, ratusan remaja pu...
KESULITAN terbesar saya ketika harus membicarakan sajak-sajak Nuryana Asmaudi SA yang terkumpul dalam buku "Doa Bulan untuk Pungguk" (DBUP) adalah upaya menghilangkan bayang-bayang...
JIKA ingin melihat sejati-jatinya festival yang jujur, tanpa pesan ini-itu, tanpa pidato ini-itu, tanpa kampanye ini-itu, tanpa bau politik dan kekuasaan, tanpa EO dan panitia over...
MAHASISWA adalah sebutan untuk “siswa” dengan tambahan kata “maha” di depannya. Maha artinya besar. Mahasiswa tentu bukan lagi siswa biasa. Kehidupan siswa bisa bergantung pada or...
Cerpen: Made Adnyana Ole TUBUH mungil gadis itu ditusuk pedang cahaya ketika sinar purnama menerobos di sela ranting gaharu. Cahaya memantul dari tubuhnya hingga hutan kecil di tep...
IGAU andaikata rumput berwarna merah muda, sapi-sapi mungkin saja berwarna jingga. dan kau berdiri di atas batu kuning mengenakan sepatu hijau, menembaki aku dengan senapan buru l...
MASA KKN (Kuliah Kerja Nyata) kini sudah usai. Acara perpisahan di balai desa atau di lapangan umum sudah digelar dengan meriah, penuh canda sekaligus haru. Namun, setelah KKN buba...
MENYELENGGARAKAN ngaben megah menghabiskan banyak uang, diurus oleh beratus-ratus orang dengan uang ratusan juta rupiah, adalah salah satu contoh, betapa orang Bali senang sekali m...
BERBICARA sebagai orang awam, sembari turut menilai fenomena dan paradigma tentang berbagai hal yang terjadi di masyarakat, tentu dengan guyonan ringan ditambah dengan sruputan kop...