Proses Kreatif Kurnia Effendi 2# Curah Kisah
SEWAKTU-WAKTU, ketika sedang bersama saya, jangan heran jika saya curahi cerita. Biasanya, judul yang mengemban kandungan cerita itu tak cukup sabar tetap tersimpan dalan vestiaire...
Penyanyi Nanda Candra resmi merilis single terbarunya berjudul “Setara”, sebuah lagu yang mengangkat tema harga diri, batas emosional, dan keberanian untuk keluar dari hubungan yang tidak lagi sehat.
Ditulis dan diproduseri oleh Nanda Wijoyo, “Setara” menggambarkan perjalanan seseorang dalam menemukan kembali nilai dirinya setelah bertahan terlalu lama dalam relasi yang timpang.
Lagu ini menyoroti kondisi ketika kesetiaan dibalas kebohongan, perhatian dianggap berlebihan, dan usaha mempertahankan hubungan hanya datang dari satu pihak.
“Lagu ini lahir dari kisah yang sangat dekat dengan banyak orang. Ada momen ketika kita sadar bahwa kita sudah terlalu jauh mengalah, terlalu sering memaklumi, sampai akhirnya paham bahwa diri kita terlalu berharga untuk terus bersama seseorang yang tidak sungguh-sungguh menghargai kita,” ujar Nanda Candra.
Single “Setara” dibawakan oleh Nanda Candra, ditulis, dikomposisi, dan diproduseri oleh Nanda Wijoyo di bawah naungan NAW Music. Aransemen musik dikerjakan oleh Afif Gifano yang juga mengisi permainan keys, piano, bass, serta komposisi string. Gitar diisi oleh Made Dien.
Proses pengarahan vokal dan rekaman vokal dilakukan oleh Dennis Nussy di Kay Music Studio. Backing vocal diisi oleh Nanda Wijoyo dan Nanda Candra.
Lagu ini melalui proses mixing dan mastering oleh Eko Sulistiyo, serta dipublikasikan oleh PT Indo Semar Sakti.
Melalui lirik yang jujur dan emosional, “Setara” menyampaikan pesan bahwa cinta yang sehat tidak menuntut pengorbanan sepihak. Lagu ini menegaskan bahwa keberanian untuk pergi juga merupakan bentuk cinta kepada diri sendiri, sekaligus langkah untuk memulihkan harga diri.
Nanda Candra berharap “Setara” dapat menjadi penguat bagi pendengarnya, terutama mereka yang sedang berada di persimpangan antara bertahan atau melepaskan, serta menjadi pengingat bahwa cinta seharusnya dijalani dalam posisi yang setara.
Single “Setara” kini telah tersedia dan dapat didengarkan di seluruh platform musik digital. [T][R]
SEWAKTU-WAKTU, ketika sedang bersama saya, jangan heran jika saya curahi cerita. Biasanya, judul yang mengemban kandungan cerita itu tak cukup sabar tetap tersimpan dalan vestiaire...
PERNAH nunu urutan setiap pagi menjelang sekolah, pada masa-masa usai libur Hari Raya Galungan dan Kuningan? Jika pernah, masa kecil Anda dipastikan sederhana namun bahagia. Nunu...
"PANJEKAN" mungkin asal muasal kata "panjak". Biasanya prekanggo atau wong kuasa duduk didampingi anak buahnya yang dijadikan "injakan kaki" (panjekan). Lihatlah, foto yang dipasa...
GEGURITAN Galungan (karya IB Putu Bangli) yang penulisannya bersumber dari Lontar Parerembon (milik Ida Pedanda Gede Made Sidemen, Gria Taman Sanur), menuturkan bahwa tra...
SEBAIKNYA di sini kita tidak membahas sloka, lontar, mantra atau Veda. Di zaman informasi yang demikian derasnya, ketidakpedulian hanyalah sebuah pilihan. Hal-hal yang bersifat pen...
HARI Raya Galungan dan Kuningan tentu saja disambut bahagia semua umat Hindu di Bali. Namun, tak begitu dengan sejumlah anggota Dewan, DPRD, DPD atau DPR. Meski tetap tampak bahag...
BAGI umat Hindu di Indonesia, terutama di Bali, Hari Raya Galungan dan Kuningan tentu menjadi hari raya yang paling ditunggu-tunggu. Hari raya ini diperingati setiap 6 bulan sekali...
Saya adalah salah satu dari banyak orang yang sangat menikmati momen KKN, meski saya tidak mengetahui detail kisah KKN kalian satu per satu tapi saya berusaha mewakili rasa rindu k...
GALUNGAN kembali tiba. Sebagian orang mungkin akan bersemangat mendengarnya karena merupakan hari raya besar yang ditunggu-tunggu. Sembahyang, mungkin hanya satu alasan. Ada banyak...
Cerpen: Fatah Anshori "Dalam tradisi Yahudi empat puluh hari sebelum, bayi lelaki dilahirkan. Dilangit ada suara yang meneriakkan siapa wanita yang kelak akan di kawininya. Aku tah...