Topeng Tugek Carangsari – Memainkan Topeng Mengolah Karakter
KALANGAN Ayodya di Taman Budaya Bali, malam itu begitu riuh. Gelak tawa dan tepuk tangan terus berganti. Penonton berjejalan. Duduk berdesak-desakan. Banyak yang akhirnya duduk les...
— Catatan Harian Sugi Lanus, 13 Januari 2026
Salah satu ajaran leluhur Bali yang paling penting adalah ajaran "Sekala dan Niskala".
Bukan "Niskala dan Sekala". Sekala dulu, baru Niskala. Apa perbedaan artinya?
Sekala-Niskala mengandung arti hal-hal Sekala dulu dibereskan, baru hal-hal Niskala. Yang tampak di depan mata yang diurus sampai tuntas, menyusul urusan Niskala setelah yang kasat mata beres. Bukan sebaliknya, melambung tinggi atau melayang jauh ke alam Niskala, padahal hal-hal Sekala amburadul dan menimbulkan cemer-leteh Sekala dan Niskala.
Pembahasan Sekala-Niskala dalam perspektif skala prioritas hidup ini dijelaskan dengan sebuah larangan. Orang Bali dilarang pagi-pagi membahas mimpi. "Sing dadi semeng-semengan nuturuang ipian." Pesannya jelas. Utamakan dulu kerja nyampat (nyapu), nyakan (memasak), sampai semua rumah dan makanan beres untuk anak-anak, baru setelah mandi sore hari dan bersantai membahas impian. Membahas mimpi jangan sampai mengalahkan prioritas harus bersih-bersih rumah dan menyiapkan isi perut. Sekala dulu, baru Niskala. Bukan dibolak-balik seperti orang mabuk agama.
Sekala-Niskala bermakna multidimensi. Dari soal spasial yang tampak dan tampak, sampai sifat Brahman yang Sakala (Saguna) dan Niskala (Nirguna), dstnya.
Yang jelas untuk mempertahankan manusia Bali agar tetap waras maka titik berangkatnya adalah Sekala. Bukan dari Niskala.
Mari kita melihat persiapan pelaksanaan upakara suci di berbagai pura di Bali:
Apakah mungkin membuat sebuah upacara suci dan menata batin di Pura yang bergelimang tumpukan sampah? Di atas gelimang persoalan lahiriah?
Mungkin saja. Ini sangat kontradiksi. Bisa konflikasi.
Kalau bisa diatur apik yang kasat mata atau yang lahiriah terlebih dahulu sebelum membicarakan tahapan menjalankan upakara suci, kenapa tidak ditata terlebih dahulu yang lahiriah?
Mempersiapkan taman bunga dan pepohonan, tata kota, sekolah, jalan raya, menyediakan toilet luar bersih dan beradab di setiap Pura, parahyangan penuh bunga, gerbang berjuntai penjor berbunga, adalah tahapan sebelum muspa dan puja.
Hal-hal yang kasat mata terlebih dahulu dibereskan dan ditata apik dengan rasa estetik, sebelum pada akhirnya menata hati secara hening. Urusan Sekala dibereskan, setelah semuanya rapi dan estetik, setelah itu ajaran dharma diperbincangkan dan upacara suci dijalannya.
Mendasar bagi masyarakat Bali untuk menata hal-hal lahiriah untuk menata batin. Pertama-tama urusan Sekala beres, kemudian dilanjutkan urusan Niskala. [T]
KALANGAN Ayodya di Taman Budaya Bali, malam itu begitu riuh. Gelak tawa dan tepuk tangan terus berganti. Penonton berjejalan. Duduk berdesak-desakan. Banyak yang akhirnya duduk les...
JIKA di atas meja belajar anda terdapat dua buah benda yaitu gadget dan buku, manakah yang akan anda pilih? Saya percaya, demi sinetron kesukaan ibu-ibu di tivi, kebanyakan dari a...
LAGU anak-anak itu kadang unik, terutama liriknya. Saat Taman Kanak-Kanak dulu kita tidak begitu hirau dan memang tak banyak mengerti arti dan maksud lagunya itu apa. Cuma nyanyi d...
BALI merupakan kepulauan seribu pura yang telah terkenal sejak zaman dahulu. Masyarakat Bali tak lepas dari Tri Hita Karana yang merupakan landasan kehidupan beragama dan beradat....
JIKA benar harga rokok setinggi langit biru, dan jika benar harga tinggi itu bisa menghentikan orang merokok, dan (siapa tahu) nanti benar-benar tak ada yang merokok, bagaimana nas...
PERNAH nyuluh jangkrik? Zaman saya kecil, di desa saya di Jembrana, nyuluh jangkrik (memburu jangrik malam hari) adalah kegemaran saya dan teman sebaya. Jauh-jauh sebelumnya, bapak...
Cerpen: Putri Handayani HAMPIR setiap hari Griya Siwa tidak pernah sepi dari orang-orang yang ngayah1. Mulai dari membuat sarana upakara sampai meracik tirta, semua dilakukan oleh ...
KELAHIRAN istilah 'simakrama' menarik untuk ditelusuri. Awalnya istilah ini yang lebih mengarah pada padanan kata 'silahturahmi', yang mencerminkan keinginan untuk berbicara dan sa...
ADA serombongan remaja sedang berebut peran. Mereka akan menjadi pelakon sandiwara dalam perayaan Agustusan tingkat RT. Peran konglomerat, menteri, dokter, mahasiswa, semua mereka...
GARIS berliku itu menyerupai sungai. Lebar di hulu kemudian menyempit di hilir. Warnanya hijau, biru, dan jingga. Garis berliku serupa sungai itu membelah lukisan menjadi dua bagia...