BPD Indonesian Housekeeper's Association (IHKA) Bali secara resmi mengawali rangkaian agenda tahun 2026 dengan kegiatan melukat dan sembahyang bersama di Pura Mengening, Tampak Siring, Gianyar, Bali, Sabtu 3 Januari 2025. Kegiatan yang dikomandani Parahyangan Team ini sebagai wujud rasa syukur atas segala program yang telah berjalan di tahun 2025, sekaligus doa bersama agar seluruh program yang telah direncanakan ke depan dapat berjalan dengan lancar dan penuh keberkahan.
Kegiatan spiritual yang penuh semangat ini diikuti oleh para member IHKA Bali serta didukung oleh rekan-rekan partner dan vendor yang turut hadir, di antaranya Alga, King Koil, dan Duta Orchid.
"Kami berharap kebersamaan yang terjalin dalam suasana spiritual ini dapat semakin mempererat sinergi, kekompakan, dan semangat kolaborasi antara IHKA Bali dengan seluruh mitra," kata Ketua BPD IHKA Bali I Gede Cahaya Adi Putra di sela-sela suasana kebersamaan itu.
Seluruh rangkaian kegiatan persembahyangan itu berjalan dengan lancar. Semua itu sebagai doa dan harapan agenda-agenda IHKA Bali ke depan dapat terlaksana dengan baik. Termasuk rencana besar penyelenggaraan International Making Bed Competition, Conference & Exhibition pada awal Juni 2026.
"Semoga acara ini dapat menghadirkan sahabat-sahabat dari ASEAN Housekeeper's Association (AHKA) serta melibatkan seluruh IHKA Indonesia," harap Cadi---sapaan akrab Ketua BPD IHKA Bali---bersemangat.
International Making Bed Competition, Conference & Exhibition 2026 akan mengundang IKHA seluruh Indonesia yang memiliki sebanyak 26 BPD IHKA dan melibatkan 7 negara di dunia. Jika sebelumnya hanya diikuti 5 negara, seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, dan Singapura, maka tahun ini bertambah Maldives dan Sri Langka.
Kegiatan melukat dan sembahyang BPD IHKA Bali di Pura Mengening, Tampak Siring | Foto: Istimewa
"Kami mendatangkan peserta dari luar negeri untuk membuka wawasan member kami, sehingga berwawasan lebih dan berskala internasional. Apa yang sering dilakukan di luar negeri, bisa berimbas di Indonesia, sehingga menambah wawasan IHKA Indonesia untuk kemudian memberikan yang terbaik kepada tamunya," harapnya.
Panitia persembahyangan dan melukat, Ellen Atmaja menegaskan, Team Parahyangan IHKA Bali mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada rekan-rekan vendor yang telah berpartisipasi dan mengikuti kegiatan ini.
"Kami di awal tahun 2026, melalui rangkaian sembahyang bersama dan melukat bersama di Pura Mengening, Tampaksiring, Bali mengucapkan terima kasih kepada para vendor yang selalu mendukung kegiatan yang kami lakukan," ucapnya.
Ketua devisi Parahyangan Ida Bagus Suamba kemudian berharap di tahun 2026 ini IHKA semakin kompak, solid dan terus bersinergi, sehingga pariwisata Bali yang sempat terdampak isu negatif dapat segera berbenah, bangkit kembali, dan bisnis kita semua semakin berkembang serta mampu memenuhi harapan bersama. "Selain kegiatan sembahyang dan melukat, kami juga melaksanakan donasi berupa uang dan peralatan kebersihan (sapu dan tempat sampah) sebagai wujud kepedulian dan rasa syukur kami. Semoga apa yang kita doakan dan niatkan hari ini dapat terwujud serta membawa kebaikan bagi kita semua," paparnya.[T]
JIKA menyaksikan Lomba Baca Puisi tingkat SMP dalam rangka Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, kekhawatiran bahwa generasi muda semakin jauh dari sastra tampaknya tidak berala...
UJUNG telunjuk dan jari tengah itu bergerak lincah di atas papan beroda sepanjang tak lebih dari sepuluh sentimeter. Sesaat papan skateboard mungil itu meluncur, lalu melompat. La...
PEMBUKAAN Singaraja Literary Festival (SLF), Jumat, 3 Juli 2026, berlangsung berbeda dari kebiasaan. Bukannya diawali dengan tari penyambutan tradisional seperti Panyembrama, Seka...
SOSOK-SOSOK perempuan bergerak perlahan menari di atas panggung, mengenakan caping petani dan membawa slepan (daun kelapa yang sudah tua) sebagai simbol kedekatan dengan alam. Mel...
KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. "I love poetry", tulisnya dalam buku barunya M...
PADA 3 Juli 2026 digelar pameran senirupa yang cukup menarik, pameran senirupa ini, menurut saya, lahir dari keyakinan bahwa seni adalah ‘bahasa universal’ yang mampu menjembatani...
DUA PULUH lima tahun lalu, tepat saat 2 bulan setelah Milenium ketiga dimulai, segerombol anak muda yang menyebut diri mereka Kamasra (Keluarga mahasiswa Seni Rupa) STSI Den...
MANUSIA adalah makhluk yang gemar mengembara.
Tubuhnya berada di sini, tetapi pikirannya berlari ke hari esok. Atau sebaliknya, tubuhnya telah meninggalkan kemarin, tetapi bati...
Sorak-sorai penonton menyemangati temannya ketika tampil sebagai peserta lomba Matajog (egrang bambu) dalam ajang Jantra Tradisi Bali serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII,...