Memang Cintalah yang Membuat Diri Bertahan
PUTU Fajar Arcana, jurnalis, penyair, esais, dan pelukis asal Jembrana, Bali, pada tahun 2019 menulis esai yang indah berjudul Cintalah yang Membuat Diri Bertahan di harian Kompas...
Saya sudah memutar "If You Leave Me Now" seribu kali sejak pertama kali mendapatkannya di tahun 1982. Anda tahu saya bisa menyukai banyak lagu dari berbagai genre, tetapi "If You Leave Me Now" sepertinya memiliki sarangnya sendiri dalam kepala saya, di mana ia beresonansi dan memanggil-manggil dengan halus, memicu dopamin ketika saya sedang dalam suasana hati tertentu.
Saya sesungguhnya tidak ada pengalaman dramatis tertentu terkait lagu ini sehingga saya sampai begitu terpengaruh olehnya, tetapi saya ingat di mana pertama kali ia menyentuh pendengaran saya. Sore itu, langit Denpasar sedang muram dan angin dingin berlarian membawa gerimis di atas jalan Gajahmada yang lengang. Di sana Anda akan melihat saya bergegas menyeberangi jalan, menutupi kepala dengan tangan untuk melindungi diri dari hujan setelah keluar dari Peken Payuk, lalu perlahan menyusuri etalase pertokoan di Jalan Kartini.
Saya hendak memilih bemo untuk membawa saya pulang ke Sukawati. Saya bertemu beberapa sopir dan kenek, kami saling menyapa. Mereka berasal dari desa saya. Sewaktu akan naik ke bemo, perhatian saya ditangkap oleh satu lagu yang disetel nyaring dari sebuah toko. Tanpa ragu saya berbalik badan dan masuk toko di sebelah Toko Bandung itu serta membayar kasetnya. Itu Peter Cetera (Chicago) yang menyanyikan "If You Leave Me Now"
Ya, mula-mula saya memang tersentuh oleh intro "If You Leave Me Now". Perasaan saya tersengat saat pertama kali mendengarnya dan membuat saya meleleh…
Intro lagu itu dingin dan sendu, perpaduan gitar akustik dan piano elektrik Rhodes yang merambat halus dengan bas lembut dan sapuan string ringan menciptakan nuansa melankolis, misterius, tapi indah. Sejak saat itu, setiap kali saya mendengarkannya, saya seolah kembali ke Denpasar sore itu: gerimis halus, udara dingin, jalanan sepi.
Pagi ini di Kuta, suasananya sama. Gelap, dingin, dan gerimis. “Habitat” terbaik bagi If You Leave Me Now. Saya menyalakannya di mode repeat one song, membiarkan diri hanyut di ruang imajiner antara romantik, sendu, dan melankolis yang dibawa suara tenor khas Peter Cetera…
If you leave me now, you’ll take away the biggest part of me… [T]
Penulis: Sukaya Sukawati
Editor: Adnyana Ole
PUTU Fajar Arcana, jurnalis, penyair, esais, dan pelukis asal Jembrana, Bali, pada tahun 2019 menulis esai yang indah berjudul Cintalah yang Membuat Diri Bertahan di harian Kompas...
WARUNG nasi campur ala Bali ini sangat sederhana, namun Putu selalu datang ke warung itu untuk menikmati sepiring nasi yang menjadi favoritnya. Setidaknya seminggu sekali Putu aka...
APOLOGI lewat analogi: kenapa tidak?eufemisme mengamplas idesebelum melabelinya “fakta”paham komoditas dipersuasi tetapi, mari lupakan sejenakkita tak (lagi) perlu berniagad...
NAGARI Tikalak merupakan salah satu nagari/desa yang terletak di tepian Danau Singkarak, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok. Danau terluas di Sumatera Barat ini menjadi s...
ISTILAH “the man behind the gun”—yang menekankan bahwa kualitas manusia lebih menentukan daripada ketangguhan sistem—menjadi semakin relevan setelah UU KUHAP yang baru disahkan di...
TIDAK banyak yang tahu, Desa Jinengdalem di Buleleng, pernah menjadi tempat lahirnya sebuah drama gong yang menjadi primadona pada zamannya. Namanya Drama Gong Alapsari. Drama...
SAYA mematung di puncak tertinggi di desa yang teronggok di Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali, itu. Cahaya sore yang tumpah di Bukit Yangudi mengalir seperti lembaran w...
SIDANG pembaca yang budiman tentu pernah mendengar kasus dimana guru diajak baku hantam oleh muridnya, guru dipolisikan oleh orang tua murid, atau guru honorer bertahan belasan ta...
HAMPIR seluruh aktivitas masyarakat saat ini telah berpindah ke ruang digital berbasis internet (internet of things) mulai dari belajar, bekerja, bersosialisasi, sampai mencari hi...
ADA momen-momen tertentu dalam sejarah sastra yang terasa seperti gerbang kecil menuju pemahaman lebih dalam tentang manusia. Salah satunya adalah kisah hubungan antara Leo Tolsto...