Puisi-puisi Kadek Wisnu Oktaditya | Kisah Tembok dan Lantai

Kadek Wisnu Oktaditya
by Kadek Wisnu Oktaditya — November 23, 2025 in Puisi

Tatkala.co

Kisah Tembok dan Lantai

Adakah cerita yang mengisahkan
tembok dan lantai,
akhirnya tak sama
walau dekat bersebelah.

Di ruang, di rumah, bahkan
tempat orang bersandar, dan air ikhlas
mengalir dari matanya;
lihatlah anak di hadapan kita, kasihan.

Adakah yang tahu cerita
tembok dan lantai,
akhirnya berpisah
jarak bersebelah.

Di ruang, di rumah, bahkan
diinjak berkali-kali, dan dilihatnya
pasrah tak berdaya;
lihatlah diriku, tak bisa bersatu.

Tembok tak bisa bangga
Lantai tak pernah sengsara
Tapi mengapa harus bersedih?
Hingga tak akan bersama?

Saling tatap, berharap, dan menghilang.

Oktober, 2025

Pukul 19.25

Tik…
Tik…
Tik…
Tik…

Kamar kuning, meja
tulis sebelah lemari baju;
aku takut mulai, tapi
saling sapa, ya.

Layar ponsel, jadi resah
sedikit tak yakin;
maaf, aku terkesan jahat.

Tik…
Tik…
Tik…

Bukan saatnya,
atau hanya
ragu, mungkin?

November, 2025

Pada Bulan Oktober

Di bawah pohon
malam melewati
pantai dekat rumah
kita singgah,
dan anak seperti
bunga padma atau
kamelia tak ingin mekar
sunyi akhirnya bercerita;
aku benci bulan ini.

Oktober, 2025

Takut Pagi dan Malam

Aku terbangun, dan
matahari menyisir tubuhku
atau dirinya.
Tapi malam membuatnya
menjauh, karena gelap
seperti api.

Aku tertidur, dan
bulan bergelantungan
di atas langit, memantau
dirinya.
Tapi pagi membuatnya
ragu, karena terang
seperti abu

November, 2025

Mesin di Masa Depan

Menuju di rumah barumu;
terima kasih, bersenang-senanglah.

November, 2025

.

Penulis: Kadek Wisnu Oktaditya
Editor: Adnyana Ole

Tag: Puisi
Avatar

Kadek Wisnu Oktaditya

Related Posts