Michel Platini Menuai Karma di Stade de France
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
LAGU "Bright Eyes" yang dibawakan Art Garfunkel pada 1978 itu terlalu berkesan untuk dilupakan. Bagi sebagian orang, lagu ini mungkin terdengar manis dan emosional; bagi yang lain, ia menyentuh wilayah spiritual, tempat kematian dipandang sebagai transisi senja yang perlahan memudar menuju malam.
Lagu ini membawa kelembutan yang khas, bahkan sejak sentuhan pertama intronya yang membangkitkan nuansa misteri. Aransemen orkestra di balik vokal Garfunkel, suara “malaikat” yang dikenal itu, menciptakan atmosfer yang menghantui, seakan mengisolasi dirinya dalam lorong-lorong senyap di antara nada-nada.
Dengarkanlah bagaimana intro akustik berpadu dengan string, brass, dan flute. Semuanya mengalir seperti cahaya senja yang melamun di atas sungai: meredup, turun perlahan, dan tak seorang pun tahu ke mana hari pergi.
Is it a kind of a dream?
Floating out on the tide
Following the river of death downstream…
Kita tentu sudah akrab dengan suara Garfunkel dari kolaborasinya bersama Paul Simon dalam “Bridge Over Troubled Water,” “Mrs. Robinson,” “Scarborough Fair,” hingga “The Sound of Silence.” Namun dalam “Bright Eyes,” suaranya terasa semakin jernih dan tenang, menawarkan sebuah himne yang mengharukan, tanpa menghilangkan nuansa pop lembutnya. Mendengarnya seperti mengikuti sebuah lagu pengantar tidur yang menelusuri arus kematian.
Lagu ini digubah Mike Batt untuk film animasi Watership Down, mengiringi adegan ketika Hazel, sang tokoh utama, berada di antara hidup dan mati. Karena itu liriknya tak bisa dilepaskan dari tema kefanaan, kesedihan, dan ketidakpastian spiritual.
Bright eyes, how can you close and fail?
Suddenly burn so pale?
Citra utama lagu ini adalah cahaya yang memudar dari mata seseorang, lambang dari nyawa yang pergi. Dari sinilah interpretasi tentang kematian, kehilangan, dan renungan eksistensial sering bermula. Mata yang dulu penuh gairah tiba-tiba menjadi pucat: kehidupan meredup, menyisakan misteri yang fana.
Namun, lagu ini juga dapat dimaknai dengan lebih tenang. Nada-nadanya dapat dibayangkan sebagai momen puitis di penghujung hari, ketika matahari perlahan memudar dan berubah menjadi warna-warna magis. Senja menjadi semacam “ambang” antara terang dan gelap, hidup dan mati—sebuah lanskap yang memancing perenungan tentang siklus kehidupan itu sendiri.
Is it a kind of a shadow?
Reaching into the night
Wandering over the hills unseen
Or is it a dream?
Kematian, betapa pun gelapnya, tetap menjadi bagian dari imajinasi spiritual kita. Tak selalu dapat dijelaskan, sebagaimana tersirat dalam lagu ini: seperti suara dingin di udara, tak seorang pun tahu kapan kau pergi, dan dari mana kau memulai perjalanan itu. Oh, ke dalam kegelapan. [T]
Penulis: Sukaya Sukawati
Editor: Adnyana Ole
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
MASIH ingat dulu orang tua kita sering menasehati dan melarang agar tidak duduk di bantal yang ada di tempat tidur. Jika hal itu dilakukan konon bisa membuat bisulan atau dalam ba...
Judul Film: Petani Terakhir # Sutradara: Dwitra J. Ariana # Produser: Maria Ekaristi & Agung Bawantara # Produksi: Sanggar Siap Selem, 2016. PERMASALAHAN kehidupan petani di In...
DI Bali, selama berabad-abad, seni-seni yang berakar pada tradisi, terus lahir. Dan tentu saja sangat beragam. Jaman dulu seni tak hanya lahir dari tangan seniman karawitan seperti...
Pelawak drama gong, I Wayan Tarma (62) yang terkenal dengan nama Dolar, meninggal Sabtu (9/7) sekitar pukul 05.30 Wita. Ia meninggal ketika seni drama gong yang melambungkan namany...
DNA literasi berbangsa terbentuk sungguh unik sejak dulu kala. Nenek moyang bangsa Indonesia merupakan penutur andal di dunia. Ini dibuktikan dengan adanya beragam cerita rakyat da...
TRADISI adalah perayaan kebersamaan. Juga di Bali. Untuk menjaga kebersamaan nyama Bali mempertahankan sekaligus tetap merayakan tradisi di era digital ini. Sebut saja tradisi magi...
GELIAT seni di Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur, kembali semarak. Di bulan ramadhan ini gaung kegiatannya sampai merambah ke Desa Arosbaya. Seperti yang terjadi Minggu (3/7). Se...
PERADABAN dunia mengenal sedikit orang hebat. Einstein, Newton, Galileo, adalah manusia-manusia hebat, seperti juga Napoleon, Socrates, Machiavelli, Karl Marx, Adam Smith, Shakespe...
UNGKAPAN “apalah artinya sebuah nama”, bagi saya memiliki makna kebalikannya. Dalam realitas budaya dan adat, nama memiliki banyak arti dan makna, mulai dari yang sederhana hingg...