Catatan Perjalanan Janger Beringkit
JIKA menuju Tabanan dari arah Denpasar tentu akan melewati Desa Adat Beringkit di Kawasan Kecamatan Mengwi, Badung. Ketika mendengar Beringkit, yang paling familiar adalah pasar h...
Di Kintamani,
angin bicara dalam bahasa yang tidak dimengerti—
lalu menyusut jadi sunyi
ia bersandar di ujung rindu yang tak pernah berlabuh
Ada anak kecil,
yang menyuapkan aksara ke laut,
tapi gelombang lebih dulu menulisnya jadi pasir
Apakah bahasa,
masih bisa disebut rumah
jika pintunya selalu terbuka menuju kehilangan?
Aku tinggal dalam kalimat yang setengah—
setengah doa,
setengah debu,
setengah yang tidak ingin lahir
tetapi tumbuh sebagai cinta di bukit Kintamani
2025
: Arsy
November tiba seperti lonceng tua yang malu-malu pecah di kening waktu,
dan Arsy—engkau bukan nama, tapi gema yang lupa caranya pulang
di matamu, dedaunan gugur bukan karena musim,
melainkan karena kesepakatan rahasia antara harapan dan penat
Engkau berjalan di antara kabut
seperti puisi yang belum selesai dibaca hujan
setiap langkahnya,
adalah kontrak sunyi dengan semesta yang retak di dalam dada
“Cinta, adalah keresahan yang kupilih untuk tetap waras.”
Di telapak tanganmu,
aku melihat peta yang digambar dari retakan malam:
bintang-bintang yang menolak jadi petunjuk
lalu angin jadi aksara baru yang tidak bisa kuterjemahkan
Kita duduk berdua,
tapi jarak di antara kita adalah nama-nama Tuhan yang belum disepakati
Arsy, engkau menatapku dengan mata seperti cermin kusam:
memantulkan bayanganku yang tak lagi percaya pada makna
“Apakah kamu benar-benar di sini?”
tanya cermin itu, atau mungkin ia sedang berbicara pada dirinya sendiri
November pun menetes dari langit
seperti tinta yang lupa kata-kata
dan aku menciummu Arsy
bukan di bibirmu, tapi di kesadaranmu—
tempat di mana ingatan pergi
dan rasa rindu hidup abadi
2025
Kecupanmu membekas di bibir puisiku
tersimpan rapi di rak mimpiku
ingin kugelar pada malam-malam yang belum terlelap
meski langit senantiasa kelam bercampur gelisah
Di hari-hari yang panasnya menyengat
biarkan hujan sejenak membasuh
dan kita berkemas di keteduhan rindu
sering kali hati kita menyalak
bagai getaran dawai penuh irama
terkadang, serupa lolongan serigala di keheningan malam
meruak dalam rimbun angin
mungkin, mengusik anak-anak kecil yang terlelap
di antara sisa buaian mimpi
dari sepasang diksi yang belum tertulis
Malam kian penat
merapuh di penggalan cahaya, tertelungkup redup
hanya lentera kecil menuntun kisah-kisah baru
tatkala letih menari-nari dalam meja jamuan sajak
rembulan pun mengintip tersipu malu
seakan berharap kupagut bibirnya
aku tersadar, dahagaku kian gersang
2025
pergilah menuai mimpi
jika itu mampu menjahit luka di antara serpihan musim
lihatlah, kata-kata senantiasa bertaut tak terpisahkan
meski ada jarak di antara rindu yang menanti
selekas angin di penghujung ingatan
perjalanan hidup tak ada bedanya dengan menunda mimpi
antara wujud dan tak berwujud
dan tubuh kita serupa sederet abjad
menjadi bermakna tatkala dibacakan
2025
di lautan kata yang tak terucap
aku terkucil dalam kebisuan cinta
meski aku tak mampu menjelaskannya
prasasti hatimu telah menjadi premis rindu
yang tak berujung dan tak bertepi
tidak serumit rindu mengekang batin
terkadang kata-kata tak mampu
mengalir menjadi serumpun cinta
seperti sungai terus mengalirkan air bening
yang membasuh sembab mataku
tatkala sajakku kehilangan mata pena
2025
.
Penulis: Vito Prasetyo
Editor: Adnyana Ole
JIKA menuju Tabanan dari arah Denpasar tentu akan melewati Desa Adat Beringkit di Kawasan Kecamatan Mengwi, Badung. Ketika mendengar Beringkit, yang paling familiar adalah pasar h...
SEJAK Kamis, 21 Mei 2026 ada semangat hidup sehat dan kebersamaan yang dihadirkan di Dewata Mas Futsal di Jalan Raya Mas, Ubud, Gianyar. Mereka-mereka yang ada di sana hadir untuk...
MENGIKUTI rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan Study Tiru ke Baduy Luar, Provinsi Banten, Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026, ibarat membaca buku novel yang dimulai dari...
Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari lingkungan akademik dan pergaulan s...
Jamaras Hujan rintik di jalanan becek tak hentikan langkah untuk berikrarKampung itu menjadi saksi dua hati jatuh hati dengan hati-hatiSiapa yang mulai mengucap janji tak begit...
RASA-RASANYA kau tak akan kuat memendam sendiri masalahmu ini. Kau yang semata wayang, kau yang ditinggal ayahmu saat umurmu angka 5, kau yang hidup hanya berdua dengan ibumu yang...
SAAT gelisahku, saat bongkar-bongkar buku lama berdebu – saya justru tertarik drama-drama karya William Shakespeare. Setelah mencoba memahami lakon Macbeth – selanjutnya saya m...
LAGU “The Park” dari album Salisbury karya Uriah Heep sering dipahami sebagai balada progresif yang kontemplatif dan melankolis. Dengan vokal falseto lembut dari David Byron dan i...
ADA satu kalimat yang beberapa tahun terakhir identik dengan Arsenal: trust the process. Kalimat itu awalnya lebih sering menjadi bahan olokan dibanding sumber optimisme. Arsenal...
DI sebuah pagi yang riuh, sekelompok anak muda berjalan beriringan di jalanan desa Ketewel, Gianyar. Di tangan mereka, suling, kendang, dan perangkat gamelan lainnya dimainkan den...