“Jesus Bless You” – Tentang Saya dan Agama
SAYA suka lagu-lagu yang memberikan getaran yang baik pada suasana hati dan hidup saya. Karena itu saya menggunakan aplikasi karaoke di smartphone untuk memudahkan saya menyanyi di...
Anak-anak setingkat Sekolah Dasar (SD) dan SMP sudah biasa menggambar. Tetapi, ketika diajak menggambar bersama mengunakan media baju, mereka tampak bersemangat. Mereka menuangkan idenya dengan bebas dengan rasa yang senang. Mulai dari menggambar hingga mewarnai dengan pilihan warna memikat. Mereka juga bahagia ketika melakukan daur ulang kertas, sebagai berproses untuk mengetahui bahwa kertas itu memang bersumber dari alam.
Itulah suasana kegiatan bertajuk Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Bali bersama mitra, yakni Kupu-Kupu Learning Center, beberapa waktu lalu. Anak-anak yang terlibat begitu antusias. Mereka tak hanya siap pratek melukis secara langsung, tetapi juga menyiapkan berbagai alat dan sarananya. Walau dilakukan beberapa jam, namun canda dan tawa mewarnai aktivitas seni mereka.
“Program Inovasi Seni Nusantara ini bertujuan untuk penguatan Emotional Engagement, dalam mengantisifasi bullying dan menguatkan kreativitas anak melalui Medium Inovasi Ekspresif (MIE),” kata Ketua PISN ISI Bali, Dr. I Nyoman Larry Julianto, S.Sn.,M.Ds yang didampingi anggota, seperti Ida Bagus Hari Kayana Putra, S.Kom.,M.Sn; Prof. Dr. Ni Luh Sustiawati M.Pd; dan Ni Luh Indah Desira Swandi, S.Psi.,M.Psi. serta beberapa mahasiswa itu.

Kegiatan tersebut berlangsung akrab di Kupu-Kupu Learning Center yang meliputi berbagai kegiatan, seperti Tie-Dye (30 Oktober 2024), menggambar dan mewarnai di T-Shirt (19 Oktober 2025), daur ulang kertas (11 November 2025) dan kegiatan ecoprint (19 Oktober 2025). Sementara kegiatan bersama mitra MGMP Seni Budaya untuk menggambar dan mewarnai di TShirt dilaksankan pada 27 Oktober 2025.
Salah satu orang tua siswa menyebut kegiatan ini sangat positif. Apalagi, belakangan ini sering terjadi kasus bullying terhadap anak-anak, sehingga adanya kegiatan anak-anak tidak terfokus pada hal-hal yang tidak diinginkan. “Kami berharap kedepannya anak-anak ini menjadi lebih ekspresif, berani bisa mengontrol emosi, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan misalnya kasus bullying yang marak terjadi belakangan ini,” ucapnya.
Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya, Ni Made Setyawati, S.Pd mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada Tim PISN Kampus ISI Bali. Itu karena Tim PISN Kampus ISI Bali telah memberikan waktu sebagai mitra kerjasama dalam program Inovasi Seni Nusantara ini. “Mudah-mudahan peserta didik kami bisa menjauhi bullying tersebut,” harap Setyawati.
Sementara guru sekolah lainnya yang sedang mengajak siswa siswinya, juga merasa sangat gembira dalam mengikuti program ini. Melalui program ini, anak-anak mempunyai aktivitas baru yang menghindarkan mereka dari pemikiran untuk melakukan Bullying kepada sesama teman. “Paling penting, anak-anak mereka merasa senang dalam mengikuti program ini, disamping untuk mendapatkan pengalaman baru bersama teman-temannya,” harapnya.

Manager Kupu-Kupu Learning Center, Ni Putu Nita Rahayu mengaku senang dengan Program Inovasi Seni Nusantara yang mendidik dan bermanfaat. “Kami dari Kupu-Kupu Learning Center sangat senang sekali dengan diadakannya program ini. Mudah-mudahan program seperti ini lebih banyak lagi di masa depan, sehingga kita bisa mewujudkan generasi muda yang berkualitas,” ucap Nita Rahayu senang.
Sedangkan, Larry Julianto mengatakan, program ini sesungguhnya untuk menjalin hubungan yang baik antara siswa atau anak dengan anak lainnya, kemudian anak dengan gurunya dan anak dengan orang tuanya. Semua kegiatan melibatkan Siswa SD dan SMP, orang tua siswa dan guru mata pelajaran seni budaya untuk meningkatkan Emotional Engagement. “Kegiatan ini merupakan implementasi dari konsep yang kita rancang bersama mitra sasaran, yaitu Kupu-Kupu Learning Center yakni MIE,” tegasnya.

Selain menggambar di baju dan daur ulang kertas, anak-anak juga diajak mengekspresikan seni dan desain di dalam kain, yaitu Tie-Dye, dan sebagai implementasi yang lainnya adalah Ecoprint yang dilakukan bersama mitra sasaran. “Bersama mitra, kami bekerjasama menyebarluaskan Program MIE ini melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya. Tujuan dari PISN ini adalah menyasar supaya kasus Bullying bisa semakin ditekan di Bali,” ungkap Larry Julianto. [T]
Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole
SAYA suka lagu-lagu yang memberikan getaran yang baik pada suasana hati dan hidup saya. Karena itu saya menggunakan aplikasi karaoke di smartphone untuk memudahkan saya menyanyi di...
ADA semacam protes di media sosial, kenapa wayang wong, sebagai kesenian klasik adiluhung yang baru saja ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia tak benda, justru dipe...
SEPAK bola kampung kini hanya fosil ingatan. Mungkin karena kampung selalu dirundung revolusi yang dialirkan zaman. Sawah-sawah, bahkan kebun yang dulu menjadi arena laga sepak bol...
KINI sudah masuk tahun ajaran baru. Sejumlah kampus sudah bersiap-siap menghadapi mahasiswa baru. Tentu, semua tahu, hari-hari pertama mahasiswa baru disibukkan dengan orientasi ka...
BEGITU puluhan penari memasuki panggung di depan Tugu Singa Ambara Raja, sore menjelang senja di Singaraja terasa lebih berwarna dari biasanya. Warna-warna itu bukan hanya memancar...
Judul Buku: Sayap Anjing (Kumpulan Cerpen) # Penulis: Triyanto Triwikromo #Halaman: 144 pages # Penerbit: Buku Kompas # Tahun: 2003 # ISBN: 9797090914 (ISBN13: 9789797090913) /...
BULELENG Festival (Bulfest) dibuka 2 Agustus ini dan akan berlangsung 6 Agustus 2016. Ini Bulfest keempatkali sejak digelar pertamakali, Agustus 2013. Di Bali, Bulfest memiliki gem...
Ini pengalaman ketika saya mengajar di sebuah sekolah dasar di Alor, NTT, sebagai guru dalam program SM3T (Sarjana Mendidik di daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal). SEPERTI b...
MISI belum tuntas! Komunitas Masyarakat Lumpur Bangkalan terus bikin kegiatan. Setelah terlaksananya acara Festival Puisi Bangkalan, 20-21 Mei 2016, kini tengah bersiap-siap mengge...
SIAPA saja yang suka memuji dan mengagung-agungkan Bali, pasti bertemu subak. Mereka yang berniat mengikuti alur jejak watak manusia Bali, seyogyanya juga mengakrabi subak. Bagaima...