Papuk, Cucu dan Puisi
Cerpen: DG Kumarsana Di negeri ini apa saja bisa terjadi/Untuk mendapatkan keadilan kalau perlu membeli/Yang hitam bisa menjadi putih, yang putihpun begitu/Terhadap yang benar saja...
Samudra adalah laut yang luas, yang tak terjangkau oleh pandangan manusia telanjang. Laut adalah sisi luar daratan yang berair. Daratan adalah tempat manusia, binatang, pohon umumnya hidup dan menjalani kehidupan.
Udara adalah energi yang mengisi pernafasan mahluk yang membuatnya hidup.
Dalam filsafat Hindu di Bali, Daratan, Lautan dan segala yang segala yang ada di dalamnya di sebut bumi, dikenal dengan sebutan Ibu Bumi dan tanahnya disebut Ibu Pertiwi.
Ruang kosong pada segala sesuatu disebut Akasa.
Udara yang mengisi ruang kosong, dan menghidupi segala sesuatu sehingga berjiwa disebut sebagai Bapa Akasa.
Persatuan Ibu Bumi/Pertiwi dengan Bapa Akasa disebut sebagai Sanghyang Jagat Karena (Yang Menjadi Penyebab Alam Semesta).
Dalam buana alit (mikrokosmos) bisa disejajarkan dengan persatuan laki dan perempuan yang menjadi penyebab alam keluarga.
Mahluk hidup, khususnya manusia jarang yang mau dan bisa belajar dari dirinya sendiri. Mungkin itu sebabnya para ilmuwan memakai hewan kelinci, tikus sebagai media percobaan untuk mendapatkan pengetahuan sebelum dipraktekan pada manusia.
Seorang yang "Malianin" (Maalih-alihan/melakukan percobaan) dalam masyarakat tradisional biasanya memakai tubuhnya sendiri sebagai media percobaan dan memakai laut dan kehidupan di laut sebagai sarana bercermin, berkaca, membaca, dan memahami diri.
Dari pemahaman tentang diri, diharapkan yang bersangkutan akan memahami orang lain (mahluk lain) yang bersifat lebih luas dan beragam.
Samudra/ lautan kerap dipakai oleh para pendeta/para suci leluhur Bali, Nuasantara untuk belajar. Pada Lautan, air yang memantulkan energi kita bisa belajar, membaca, berkaca untuk mengenali dan diri, yang lain.
Energi matahari adalah manifestasi Tuhan yang bisa kita kenali, lihat, rasakan dan pahami.
Sinar adalah bentuk lahir yang bisa dilihat. Energi adalah bentuk batin yang tak terlihat. Mata yang melihat menciptakan warna, bentuk dan rupa. Lidah yang mencecap memciptakan perbedaan rasa: pahit, asin, manis, asam, gurih, sepat, dan ambar.
Samudra adalah material air yang terlihat, teraba, tersentuh, tercium, terasa (panca indria) bagian dari bumi, Ibu Pertiwi.
Energi matahari adalah udara yang bersifat non material yang memiliki kekuatan, daya dan frekwensi, yang memberi jiwa pada ruang, bagian dari energi/jiwa semesta, bapa Angkasa
Pertemuan, energi matahari dan air samudra mencipta mahluk hidup (berjiwa) dan material berjiwa, berupa, berwarna, berbentuk, berasa, berguna, bermakna dan berahasia. [T]
Penulis: Mas Ruscitadewi
Editor: Adnyana Ole
Cerpen: DG Kumarsana Di negeri ini apa saja bisa terjadi/Untuk mendapatkan keadilan kalau perlu membeli/Yang hitam bisa menjadi putih, yang putihpun begitu/Terhadap yang benar saja...
BERCERITA Aku menemukan ibuku di masa lalu Yang memaksaku menjadi ayah masa lalu Aku teringat cerita ibuku masa SMA saat aku masih di dalam rahim Ibu berkata...
PADA akhir hidup seorang manusia, dunia tidak mengenal orang yang setengah-setengah. Hitam ya hitam, putih ya putih. Pahlawan atau Penjahat. Tidak ada yang mengenal si abu-abu. Bai...
PINTU besi itu terlihat mencolok. Pintu besi berkarat itu benar-benar menonjol. Saat memasuki galeri pameran Bentara Budaya Bali, pintu besi itu langsung menarik perhatian. Sepinta...
SALAH satu gitaris terbaik Indonesia bahkan dunia, Wayan Balawan, akan hadir dan konser di Kupang Agustus nanti. Wayan Balawan, master tapping asal Bali, akan didampingi drummer da...
HAJATAN besar sejarah pemilu di Indonesia telah dimulai Rabu, 9 Desember 2015. Ada sembilan provinsi dan 260 kabupaten/kota se-Nusantara waktu itu yang melaksanakan pilkada serenta...
BERANGGAPAN bahwa kampus adalah sebuah lembaga independen yang tidak boleh memihak kekuatan politik memang adalah sebuah kebenaran. Namun, bukan berarti tidak ambil bagian dalam pr...
(Tulisan ini dibuat dalam rangka menyongsong Serasehan Drama Gong yang rencananya digelar di Denpasar, 6 Agustus 2016) DI Bali, sebelum lahirnya institusi pendidikan seni dan Pesta...
ISU kesetaraan gender masih menjadi topik relevan yang dibahas melalui media verbal maupun non verbal. Tak terkecuali melalui medium seni rupa. Topik soal gender yang seolah ingin...
Judul Buku: Istana Para Kuli # Penulis: Yahya Umar # Penerbit: Salsabila – Pustaka Al-Kautsar Grup # Tebal: 229 halaman # ISBN: 978-602-1695-36-4 MADURA memiliki bentangan tanah ta...