Rumor Demo 4 November - Provokasi Media dan Jurnalisme Damai
KEMARIN banyak yang bertanya, “Benar akan ada demonstrasi besar-besaran 4 November nanti?” “Demo penistaan agama di Jakarta?” “Isu yang diseret-seret ke ranah politik.” Bukan orang...
Samudra adalah laut yang luas, yang tak terjangkau oleh pandangan manusia telanjang. Laut adalah sisi luar daratan yang berair. Daratan adalah tempat manusia, binatang, pohon umumnya hidup dan menjalani kehidupan.
Udara adalah energi yang mengisi pernafasan mahluk yang membuatnya hidup.
Dalam filsafat Hindu di Bali, Daratan, Lautan dan segala yang segala yang ada di dalamnya di sebut bumi, dikenal dengan sebutan Ibu Bumi dan tanahnya disebut Ibu Pertiwi.
Ruang kosong pada segala sesuatu disebut Akasa.
Udara yang mengisi ruang kosong, dan menghidupi segala sesuatu sehingga berjiwa disebut sebagai Bapa Akasa.
Persatuan Ibu Bumi/Pertiwi dengan Bapa Akasa disebut sebagai Sanghyang Jagat Karena (Yang Menjadi Penyebab Alam Semesta).
Dalam buana alit (mikrokosmos) bisa disejajarkan dengan persatuan laki dan perempuan yang menjadi penyebab alam keluarga.
Mahluk hidup, khususnya manusia jarang yang mau dan bisa belajar dari dirinya sendiri. Mungkin itu sebabnya para ilmuwan memakai hewan kelinci, tikus sebagai media percobaan untuk mendapatkan pengetahuan sebelum dipraktekan pada manusia.
Seorang yang "Malianin" (Maalih-alihan/melakukan percobaan) dalam masyarakat tradisional biasanya memakai tubuhnya sendiri sebagai media percobaan dan memakai laut dan kehidupan di laut sebagai sarana bercermin, berkaca, membaca, dan memahami diri.
Dari pemahaman tentang diri, diharapkan yang bersangkutan akan memahami orang lain (mahluk lain) yang bersifat lebih luas dan beragam.
Samudra/ lautan kerap dipakai oleh para pendeta/para suci leluhur Bali, Nuasantara untuk belajar. Pada Lautan, air yang memantulkan energi kita bisa belajar, membaca, berkaca untuk mengenali dan diri, yang lain.
Energi matahari adalah manifestasi Tuhan yang bisa kita kenali, lihat, rasakan dan pahami.
Sinar adalah bentuk lahir yang bisa dilihat. Energi adalah bentuk batin yang tak terlihat. Mata yang melihat menciptakan warna, bentuk dan rupa. Lidah yang mencecap memciptakan perbedaan rasa: pahit, asin, manis, asam, gurih, sepat, dan ambar.
Samudra adalah material air yang terlihat, teraba, tersentuh, tercium, terasa (panca indria) bagian dari bumi, Ibu Pertiwi.
Energi matahari adalah udara yang bersifat non material yang memiliki kekuatan, daya dan frekwensi, yang memberi jiwa pada ruang, bagian dari energi/jiwa semesta, bapa Angkasa
Pertemuan, energi matahari dan air samudra mencipta mahluk hidup (berjiwa) dan material berjiwa, berupa, berwarna, berbentuk, berasa, berguna, bermakna dan berahasia. [T]
Penulis: Mas Ruscitadewi
Editor: Adnyana Ole
KEMARIN banyak yang bertanya, “Benar akan ada demonstrasi besar-besaran 4 November nanti?” “Demo penistaan agama di Jakarta?” “Isu yang diseret-seret ke ranah politik.” Bukan orang...
Hai Gess! Kenken Kabare, Gess? Nu inget nyoblos, Gess? Calon Tunggal di Buleleng jani, Gess. Memusuh jak KOTAK KOSONG, Gess. Musuh ngenah aluh ngelawan! Musuh sing ngenah, kaden al...
Sekilas MEA ASEAN sebagai pasar tunggal kemudian disebut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), seperti dimuat pada laman Kementerian Luar Negeri RI (www.kemlu.go.id), Selasa 17 Maret 20...
BELAJAR dari figur dan tokoh perempuan, itulah barangkali pesan utama dari buku kumpulan cerpen berbahasa Bali terbaru I Made Suarsa, “Luh-Luh”. Buku ini memuat 19 cerpen yang kese...
Dear para jomblo di muka Bumi ini, Aku adalah kawanmu yang masih setia. Menjomblo bersama kalian adalah sebuah anugerah tak terbatas. Terima kasih karena kalian juga masih setia...
TIDAK banyak yang mengira bahwa kini masyarakat Eropa ternyata malas dalam mempelajari bahasa asing. Meski perkembangan pendidikan di Eropa sangatlah pesat, siapa sangka bahwa mere...
Prodi Pendidikan Seni Rupa, FBS, Undiksha, Singaraja, menggelar pameran bertajuk “Qilin” (Membaca Sosial Budaya Warga Pecinan Kota Singaraja) di Neka Art Museum, Jalan Sanggingan C...
SARJANA. Bak mobil yang telah turun kastanya dari kebutuhan tersier menjadi kebutuhan primer. Sarjanapun, maknanya semakin memudar. Terlalu banyak sarjana modern yang merasa sal...
ANDA pernah jatuh cinta? Baiklah, yang sudah pernah jatuh cinta sebelumnya pasti akan mengerti tentang pembahasan kali ini. Jika belum pernah, sayang sekali, anda hanya akan bisa...
Cerpen: Komang AstiariAKU rindu kampung halaman. Aku rindu nenek. Kepergiannya masih menyakitkan bagiku, batinku belum mampu menerima dia sudah pergi, selamanya. Apakah Tuhan mengg...