Dikritik Dulu, Dipuji Kapan-Kapan
DIKRITIK atau dipuji? Pilih mana? Tentu ada yang pilih dikritik atau pilih dipuji. Sudah pasti di antara kita ada yang suka dikritik saja atau dipuji saja. Ada juga yang suka kedua...
Samudra adalah laut yang luas, yang tak terjangkau oleh pandangan manusia telanjang. Laut adalah sisi luar daratan yang berair. Daratan adalah tempat manusia, binatang, pohon umumnya hidup dan menjalani kehidupan.
Udara adalah energi yang mengisi pernafasan mahluk yang membuatnya hidup.
Dalam filsafat Hindu di Bali, Daratan, Lautan dan segala yang segala yang ada di dalamnya di sebut bumi, dikenal dengan sebutan Ibu Bumi dan tanahnya disebut Ibu Pertiwi.
Ruang kosong pada segala sesuatu disebut Akasa.
Udara yang mengisi ruang kosong, dan menghidupi segala sesuatu sehingga berjiwa disebut sebagai Bapa Akasa.
Persatuan Ibu Bumi/Pertiwi dengan Bapa Akasa disebut sebagai Sanghyang Jagat Karena (Yang Menjadi Penyebab Alam Semesta).
Dalam buana alit (mikrokosmos) bisa disejajarkan dengan persatuan laki dan perempuan yang menjadi penyebab alam keluarga.
Mahluk hidup, khususnya manusia jarang yang mau dan bisa belajar dari dirinya sendiri. Mungkin itu sebabnya para ilmuwan memakai hewan kelinci, tikus sebagai media percobaan untuk mendapatkan pengetahuan sebelum dipraktekan pada manusia.
Seorang yang "Malianin" (Maalih-alihan/melakukan percobaan) dalam masyarakat tradisional biasanya memakai tubuhnya sendiri sebagai media percobaan dan memakai laut dan kehidupan di laut sebagai sarana bercermin, berkaca, membaca, dan memahami diri.
Dari pemahaman tentang diri, diharapkan yang bersangkutan akan memahami orang lain (mahluk lain) yang bersifat lebih luas dan beragam.
Samudra/ lautan kerap dipakai oleh para pendeta/para suci leluhur Bali, Nuasantara untuk belajar. Pada Lautan, air yang memantulkan energi kita bisa belajar, membaca, berkaca untuk mengenali dan diri, yang lain.
Energi matahari adalah manifestasi Tuhan yang bisa kita kenali, lihat, rasakan dan pahami.
Sinar adalah bentuk lahir yang bisa dilihat. Energi adalah bentuk batin yang tak terlihat. Mata yang melihat menciptakan warna, bentuk dan rupa. Lidah yang mencecap memciptakan perbedaan rasa: pahit, asin, manis, asam, gurih, sepat, dan ambar.
Samudra adalah material air yang terlihat, teraba, tersentuh, tercium, terasa (panca indria) bagian dari bumi, Ibu Pertiwi.
Energi matahari adalah udara yang bersifat non material yang memiliki kekuatan, daya dan frekwensi, yang memberi jiwa pada ruang, bagian dari energi/jiwa semesta, bapa Angkasa
Pertemuan, energi matahari dan air samudra mencipta mahluk hidup (berjiwa) dan material berjiwa, berupa, berwarna, berbentuk, berasa, berguna, bermakna dan berahasia. [T]
Penulis: Mas Ruscitadewi
Editor: Adnyana Ole
DIKRITIK atau dipuji? Pilih mana? Tentu ada yang pilih dikritik atau pilih dipuji. Sudah pasti di antara kita ada yang suka dikritik saja atau dipuji saja. Ada juga yang suka kedua...
WARGA di Kelurahan Kampung Singaraja tengah bergegas. Pria, perempuan, tua, anak-anak, semuanya bergegas. Mereka bergegas menuju Masjid Nurrahmah yang terletak di tengah-tengah pem...
AKHIRNYA DPD PDI-P Bali mengumumkan secara resmi bahwa Dewa Nyoman Sukrawan dipecat dari PDI-P. Ini bukan berita mengejutkan sesungguhnya. Karena jika berpatokan pada tabiat partai...
PROMOTOR adalah istilah untuk menyebut sekelompok penggagas sebuah kegiatan, di lingkungan lembaga formal dan non-formal. Promotor membangun dan mengembangkan ide serta inovasi-ino...
KINI Buleleng punya dua nama beken: Putu Agus Suradnyana dan Dewa Nyoman Sukrawan. Jangan mengaku keren jika tak kenal dua nama itu. Atau, bolehlah tidak kenal. Tapi sungguh keterl...
BALI dilanda banjir. Dan ketika banjir melanda, jalan seperti sungai, halaman rumah jadi kolam, dan lapangan bola serta taman kota jadi danau, maka beritanya langsung heboh di medi...
Cerpen: Yoyo Raharyo SUKRI masih duduk termenung di beranda rumah sepupunya, di sebuah desa yang tenang di Kota Air. Sore itu, lelaki 45 tahun ini membayangkan kembali kejadian sem...
APA kabar komik Indonesia? Bagaimana harimu saat ini? Masih dapatkah kujumpai serial pewayangan R.A Kosasih? Atau apa kabar aksi pahlawan “Si Buta dari Gua Hantu” yang sejak tahun...
“Berikan aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, Berilah aku sepuluh pemuda niscaya akan ku guncangkan dunia” – Ir. Soekarno SEJARAH panjang mahasiswa dan...
Setiap manusia mengidamkan seorang pahlawan untuk hapuskan derita dari tirani yang usang yang kini kadaluarsa (Dimanakah Dia , Zat Kimia) DUA penggalan lirik i...