Genjek Kolosal, Politik Warna, dan Kebiasaan Buruk Politikus
RIBUAN sekaa genjek dari pelbagai penjuru di tanah Karangasem, Bali, tumpah ruah di Taman Ujung, Karangasem, Rabu (10/8/2016) siang. Ada yang datang menggunakan truk, mobil pik-up,...
PESERTA putra dan putri dari Kabupaten Buleleng tetap menunjukkan rasa senang mereka dalam ajang Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali ke-32 tahun 2025 di Taman Budaya Bali, Denpasar, 24–29 Oktober 2025. Meski tak ada satu pun peserta meraih juara utama, namun mereka berhasil meraih 13 penghargaan dari 16 jenis lomba yang diikuti.
Kabupaten Buleleng mengikuti seluruh kategori dengan total 28 peserta, yang mewakili 16 jenis lomba. Keikutsertaan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, Widya Sabha Kabupaten dan Kecamatan, serta Kementerian Agama Kabupaten Buleleng.
Penghargaan-penghargaan itu adalah: juara tiga lomba menghafal sloka anak putri, juara hapan 3 untuk utsawa kidung, juara harapan 1 dharmawiwada, juara harapan 2 lomba kekawin dewasa putri, juara harapan 2 lomba membaca sloka remaja putra, dan juara harapan satu lomba palawakya dewasa putra.
Selain itu, juara 3 lomba dharmawacana Bahasa Inggris remaja putra, juara harapan 2 lomba menghafal sloka dewasa putri, juara harapan 3 lomba geguritan anak putri, juara 3 lomba kekawin dewasa putra, juara harapan 3 lomba geguritan anak putra, juara harapan 2 lomba dharmawacana bahasa Bali putri, dan juara 3 lomba dharmawacana Bahasa Bali dewasa putra.
Kepala Bidang Adat dan Tradisi Dinas Kebudayaan Buleleng Angga Prasaja saat dikonfirmasi di ruang kerjanya menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja sama seluruh pihak.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kolaborasi yang terjalin. Mudah-mudahan sinergi ini terus berlanjut dan semakin memperkuat semangat pelestarian Dharma Gita di Buleleng,” ujarnya.
Meskipun belum meraih juara pertama, kata Angga, capaian ini dinilai sebagai prestasi membanggakan dan menjadi bukti bahwa semangat seni keagamaan di Buleleng terus tumbuh dan berkembang.
“Dharma Gita bukan sekadar lantunan suara, tetapi gema suci yang membangun jiwa dan peradaban Bali. Melalui ajang ini, kami berharap generasi muda Buleleng semakin mencintai budaya, memiliki semangat bakti, dan rasa bangga terhadap jati dirinya sebagai orang Bali,” tutupnya.
Tahun ini, Utsawa Dharma Gita mengangkat tema “Jagat Rt Permana Ning Bawana Pemuliaan Alam Semesta”, yang mengandung makna mendalam tentang harmonisasi antara manusia dan alam semesta.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kebudayaan, dengan sembilan kategori lomba, antara lain membaca sloka, palawakya, kekawin, geguritan, kidung, menghafal sloka, Dharma Wiwada (debat keagamaan Hindu), Dharma Wacana Bahasa Bali, dan Dharma Wacana Bahasa Inggris. [T]
Reporter/Penulis: Ado/Rilis
RIBUAN sekaa genjek dari pelbagai penjuru di tanah Karangasem, Bali, tumpah ruah di Taman Ujung, Karangasem, Rabu (10/8/2016) siang. Ada yang datang menggunakan truk, mobil pik-up,...
PEREMPUAN mana sih yang tidak menginginkan tubuh indah dan dipuji banyak orang? Memiliki tubuh indah adalah impian setiap perempuan di dunia. Tapi, bagaimana dengan perempuan yang...
“Mama, please take this badge off of me, I can’t use it anymore.” (Knockin’ on Heaven’s Door - Bob Dylan) JAUH sebelum seniman besar pengusung musik balada itu berbicara murung pe...
KULIAH Kerja Nyata (KKN) seringkali menjadi senjata tajam yang dengan segala keunikannya dapat memisahkan pasangan yang bahkan telah menjalin hubungan selama bertahun-tahun. Karena...
Catatan Harian Sugi Lanus 10 Agustus 2016 . APA Bahasa Bali "Happy Birthday" & "Happy Anniversary"? Jawaban untuk pertanyaan itu adalah "rahajeng dina otonan" dan "rahajen...
BOLEH jadi, setelah membaca tulisan ini saya menjadi cukup terkenal karena mendapat protes dari kelompok pro KKN tanpa cinlok atau cinta lokasi. Bagaimana tidak, pendapat saya just...
SIAPA pun yang bicara jalur shortcut Denpasar-Singaraja selalu tampak bersemangat. Optimis. Seakan-akan setelah jalur shortcut terwujud, masyarakat akan langsung sejahtera. Padaha...
SELEBRITI artinya orang terkenal, termasyur, tersohor. Untuk menjadi terkenal, banyak hal bisa dilakukan. Jika seseorang berbuat aneh-aneh, masuk dalam kategori pemecah rekor, dia...
KULIAH Kerja Nyata (KKN) mahasiswa dulu dan sekarang itu sangat jauh berbeda. Sekitar tahun 1970-an hingga 1980-an KKN benar-benar program yang ditunggu-tunggu masyarakat desa. Mah...
Judul Buku : Badriyah # Pengarang : Ayu Weda # Penerbit : Gambang Buku Budaya # Tahun Terbit : Maret 2016 # Jumlah Halaman : xiv + 207 halaman # ISBN : 978-602-6776-15-0 PEREMPUAN...