Baduy Luar, Etalase Pariwisata Banten
SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami pedesaan juga merasakan nafas kemajuan s...
Utsawa Dharma Gita (UDG) XXXII Tahun 2025 resmi ditutup oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Prof. Gede Arya Sugiartha, di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Rabu (29/10). Penutupan berlangsung meriah dengan penampilan “Taman Penasar” oleh Sekaa Gamelan Cudawara dari Kabupaten Bangli, sekaligus menjadi penanda berakhirnya ajang pelestarian seni suara keagamaan Hindu terbesar di Bali ini.
Dalam ajang yang mengusung tema “Jagat Kerthi Pramana Ning Bhawana” (Pemuliaan Alam Semesta) tersebut, Kabupaten Badung berhasil tampil sebagai juara umum, disusul Gianyar di posisi kedua, Kota Denpasar di posisi ketiga, Tabanan di posisi keempat, dan Karangasem di posisi kelima.
Prof. Arya Sugiartha menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan UDG tahun ini. Menurutnya, capaian para peserta menunjukkan pemerataan pembinaan seni dan spiritual di seluruh kabupaten/kota se-Bali.
“Pembinaan yang dilakukan melalui Widya Sabha kabupaten/kota terbukti berhasil. Hampir semua daerah meraih juara di berbagai kategori. Ini menandakan kualitas dan semangat peserta semakin merata,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peningkatan signifikan dari Kabupaten Buleleng yang kini mengikuti seluruh kategori lomba dan berhasil meraih prestasi. Hal ini, katanya, menjadi bukti keseriusan generasi muda dalam melestarikan seni dharma gita.
“Kita patut bangga karena anak-anak muda kini semakin antusias dan bersemangat. Mereka bukan hanya ikut, tetapi juga menampilkan kemampuan terbaiknya,” tambahnya.
UDG XXXII dinilai lebih kreatif dan menarik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Panitia menghadirkan pertunjukan seni tematik seperti genjek, arja, dan wayang di sela-sela waktu istirahat, guna memperkuat nuansa budaya dan spiritual di setiap sesi acara.
“UDG kali ini bersifat tematik. Setiap pertunjukan disusun agar tetap selaras dengan nilai-nilai dharma gita. Ini belum pernah dilakukan sebelumnya,” jelas Prof. Arya.
Ia menutup dengan optimisme bahwa UDG berikutnya akan semakin berkembang. “Kita sudah menyiapkan pembinaan untuk tahun 2026 agar pelaksanaan di 2027 semakin matang,” katanya. [T]
Reporter/penulis: Bud
SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami pedesaan juga merasakan nafas kemajuan s...
DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah mengatakan “pilihan kata (diksi) meng...
SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng. Wantilan yang biasanya digunakan...
REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di bidang pertanahan. Selama puluh...
MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir (TA) Proyek Inovatif Seni Pertunjukan, P...
DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus penjaga nilai-nilai keh...
Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata, India. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga terpelaj...
DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa...
BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang menyimak. Malam pertama Juni 2026, itul...
JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat itu adalah Buleleng. Tepat pada...