Membawa Musikalisasi Puisi ke Ruang yang Berbeda-beda
SEBENTAR lagi akan dilangsungkan lomba “Menyanyikan Puisi” oleh Komunitas Kertas Budaya di Rompyok Kopi, Jembrana, Bali. Lomba yang digelar dari tanggal 3-4 Februari 2017 ini akan...
Wahai raja diraja
Kukatakan apa adanya
Tidak kukurangi, tak dilebih-lebihkan
Bahwa sebilah pelor
Ambisiku ingin sekelas penyair tulen
Bermartabat pelakon sandiwara
Tukang pemahat keringat awan budayawan
Aku tidak mau hanya dikenal sebagai pelawak plagiat
Piawai tiru cara bicara para-para negarawan
Mengisi panggung dengan sebatas lelucon
Pastilah kata-kataku sarat dengan makna, nilai, berisi keindahan
Bukan berlumuran caci makian, sumpah serapah, hasutan atau kedengkian
Bukan seperti selama ini kau yang ragam watak
Terima pesan puisi partai politik
Memelas minta dibayar dengan harga yang pantas
Kau seniman tak otentik tak punyai reputasi
Duh hanya seorang pecundang
Mengais derma dari menjual sejumput puisi murahan tanpa makna
Negeri salah urus
Tanah airku penggalan surga, besar, luas nan kaya
Tapi, reputasi itu bocor
Lantaran kualitas kepemimpinan kelas recehan
Pamong negara semuanya pongah
Tidak peka penderitaan rakyat
Kerusakan, reruntuhan dan ada lagi yang mati
Sementara pemimpin pekok pasti sedang pulas
Gebrak meja bisa!
Pidato nada tinggi bisa!
Tapi tong kosong isinya
Ambisi sapu bersih, nyatanya bangkai koruptor dan_
Para sindikat tak punya jasa
Diberi penghargaan tinggi negara
Cukup sudah kaucakan
Bangun kembali yang hilang
Perjuangan adalah keyakinan perbaikan
Ingat 66 dan 98 catatan kelam
Ibu pertiwi jangan menangis lagi
Nafas kehidupan bersimbiosis
Para brutus sumber kekacauan itu
Besar lahir dari kekerasan dan penindasan
Mereka sebentar lagi akan sunyi
Tidurlah dulu sang pujaanku
Teduh sebelum juga datang sekawanan perih
Pagi terlalu pagi untuk bersandar pada malam
Kesadaran ingat pesta makan bakso
Terkejut hilang ingat kawanku
Ia tampil narsistis tak urung jadi badut
Apa yang dicari? ganasnya ambisi tahta? atau serakah setali tiga harta?
Pasti kapan masa jawabanya akan rungkul datang
Seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak
Itu pepatah-pepitih tak guna!
Kesialan ini seperti ada yang bilang
Dosa yang membuah
Memang begitu pakem bekerja, ada langsung dan terkadang nanti
Bila sedang ketiban, tampil norak bin udik
Ia nggak sadar memparodikan skandal-skandalnya sendiri
Pada akhirnya berbuah bencana bagi semesta
Dan bencana bagi sindikatnya
Biarlah segelintir orang yang ambil untung
Duka lara dijadikan bargaining chis untuk kepentingan politik dan ekonomi
Percayalah itu ia sedang menggali liang lahat sendiri
Duka lara
Panas proyektil malah di musim penghujan
Bukannya halilintar yang menyambar
Tapi tubuh basah lunglai malah dilindas rantis
Perasaan aku membuncah hancur
Melihat kawan semata wayang luka menganga
Teriak menjerit kesakitan minta pertolongan
Aku meratap-ratap
Negeri kini dilanda bencana
Menggores luka yang dalam tersambung sulit dihapus
Pulanglah
Kami takkan surut meski dihadang risiko banjir letusan gas airmata
Istirahat abadimu mengubah iba kami saling tatap
Paham pamor penguasa yang rusak adalah ancaman bagi negara
.
Penulis: Mujamin Jassin
Editor: Adnyana Ole
SEBENTAR lagi akan dilangsungkan lomba “Menyanyikan Puisi” oleh Komunitas Kertas Budaya di Rompyok Kopi, Jembrana, Bali. Lomba yang digelar dari tanggal 3-4 Februari 2017 ini akan...
HARAP-HARAP cemas, mungkin itu yang sedang dirasakan sekitar 1.200 pelamar yang ikut tes untuk dikontrak jadi guru kelas dan guru penjas di sekolah dasar di Kabupaten Karangasem....
SOAL esek-esek masuk dalam dunia politik itu biasa. Bahkan ada yang nyeletuk, selain sulit pisah dengan nafsu kekuasaan, dunia politik susah juga bercerai dengan nafsu seks. Celet...
GUNUNG di Bali selalu menarik dijelajahi. Beberapa gunung di pulau ini seperti Batur dan Agung memang sudah popular di kalangan para pendaki. Bahkan Batur sudah masuk kategori main...
Jean-Marie Domenach, seorang penulis Prancis yang nasionalis dan progresif, di tahun 1990 menerbitkan bukunya berjudul Europe: Le Delfi Culturel. Buku ini khusus mendiskusikan masa...
Judul : Bob Dylan All The Song The Story Behind Every Track Penulis : Philippe Margotin & Jean Michel Guesdon Penerbit : Black Dog & Leventhal Tahun...
DEBAT tahap pertama pasangan Calon (Paslon) Bupati/Wakil Bupati Buleleng digelar Senin, 30 Januari 2017, di Hotel Melka, Lovina, Singaraja. Debat itu disiarkan langsung sejumlah ra...
Cerpen: Agus Wiratama AKU adalah lembaran-lembaran kertas buram. Warnaku tak lagi putih seperti kertas-kertas yang selalu disentuh tangan-tangan penuh semangat mahasiswa atau guru-...
SUNGGUH sulit membayangkan kehidupan tanpa humor. Namun anehnya, saya pikir lebih sulit lagi membayangkan humor dapat hidup dalam puisi. Kesan ‘angker’ bahwa puisi selalu anggun da...
SAYA warga keturunan. Keturunan Tionghoa sekaligus keturunan Bali. Di tubuh saya mengalir darah Tionghoa dari leluhur Tionghoa, dan darah Bali dari ibu kandung saya. Sebagai warga...