Mengapa “Passion” Kita Dibunuh? Siapa Pembunuhnya?
APA yang lebih menyedihkan dari kehilangan nyawa? Matinya passion. Matinya gairah hidup yang mengantarkan kita pada visi besar dalam menjalani hidup. Passion bagai kompas yang menu...
Wahai raja diraja
Kukatakan apa adanya
Tidak kukurangi, tak dilebih-lebihkan
Bahwa sebilah pelor
Ambisiku ingin sekelas penyair tulen
Bermartabat pelakon sandiwara
Tukang pemahat keringat awan budayawan
Aku tidak mau hanya dikenal sebagai pelawak plagiat
Piawai tiru cara bicara para-para negarawan
Mengisi panggung dengan sebatas lelucon
Pastilah kata-kataku sarat dengan makna, nilai, berisi keindahan
Bukan berlumuran caci makian, sumpah serapah, hasutan atau kedengkian
Bukan seperti selama ini kau yang ragam watak
Terima pesan puisi partai politik
Memelas minta dibayar dengan harga yang pantas
Kau seniman tak otentik tak punyai reputasi
Duh hanya seorang pecundang
Mengais derma dari menjual sejumput puisi murahan tanpa makna
Negeri salah urus
Tanah airku penggalan surga, besar, luas nan kaya
Tapi, reputasi itu bocor
Lantaran kualitas kepemimpinan kelas recehan
Pamong negara semuanya pongah
Tidak peka penderitaan rakyat
Kerusakan, reruntuhan dan ada lagi yang mati
Sementara pemimpin pekok pasti sedang pulas
Gebrak meja bisa!
Pidato nada tinggi bisa!
Tapi tong kosong isinya
Ambisi sapu bersih, nyatanya bangkai koruptor dan_
Para sindikat tak punya jasa
Diberi penghargaan tinggi negara
Cukup sudah kaucakan
Bangun kembali yang hilang
Perjuangan adalah keyakinan perbaikan
Ingat 66 dan 98 catatan kelam
Ibu pertiwi jangan menangis lagi
Nafas kehidupan bersimbiosis
Para brutus sumber kekacauan itu
Besar lahir dari kekerasan dan penindasan
Mereka sebentar lagi akan sunyi
Tidurlah dulu sang pujaanku
Teduh sebelum juga datang sekawanan perih
Pagi terlalu pagi untuk bersandar pada malam
Kesadaran ingat pesta makan bakso
Terkejut hilang ingat kawanku
Ia tampil narsistis tak urung jadi badut
Apa yang dicari? ganasnya ambisi tahta? atau serakah setali tiga harta?
Pasti kapan masa jawabanya akan rungkul datang
Seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak
Itu pepatah-pepitih tak guna!
Kesialan ini seperti ada yang bilang
Dosa yang membuah
Memang begitu pakem bekerja, ada langsung dan terkadang nanti
Bila sedang ketiban, tampil norak bin udik
Ia nggak sadar memparodikan skandal-skandalnya sendiri
Pada akhirnya berbuah bencana bagi semesta
Dan bencana bagi sindikatnya
Biarlah segelintir orang yang ambil untung
Duka lara dijadikan bargaining chis untuk kepentingan politik dan ekonomi
Percayalah itu ia sedang menggali liang lahat sendiri
Duka lara
Panas proyektil malah di musim penghujan
Bukannya halilintar yang menyambar
Tapi tubuh basah lunglai malah dilindas rantis
Perasaan aku membuncah hancur
Melihat kawan semata wayang luka menganga
Teriak menjerit kesakitan minta pertolongan
Aku meratap-ratap
Negeri kini dilanda bencana
Menggores luka yang dalam tersambung sulit dihapus
Pulanglah
Kami takkan surut meski dihadang risiko banjir letusan gas airmata
Istirahat abadimu mengubah iba kami saling tatap
Paham pamor penguasa yang rusak adalah ancaman bagi negara
.
Penulis: Mujamin Jassin
Editor: Adnyana Ole
APA yang lebih menyedihkan dari kehilangan nyawa? Matinya passion. Matinya gairah hidup yang mengantarkan kita pada visi besar dalam menjalani hidup. Passion bagai kompas yang menu...
SI laki-laki sibuk membatu istrinya yang sedang hamil memilih-milih pakaian bayi di sebuah toko pakaian bayi. Mereka memilih pakaian-pakaian yang warnanya cerah. Yang membuat penas...
“I wish I could write as misterious as a cat” (Aku berhasrat mampu menulis semisterius seekor kucing) Edgar Allan Poe, cerpenis, dramawan, penyair Amerika (1809-1849) ARTA Bangu...
MESKI di beberapa daerah hujan sudah reda dan hari mulai panas, namun di sejumlah daerah lain hujan tampaknya belum sepenuhnya berhenti. Apalagi, ini memang masih musim hujan. Yang...
ALKISAH pada zaman bunga-bunga masih saling berbicara, diadakan perjamuan yang mengundang seluruh bunga. Bunga-bunga datang ditemani pokok, ranting, dan daun-daun. Bunga-bunga berd...
SUDAH tahu naskah lontar? Apakah sudah tahu, jika ketemu naskah lontar, harus dibagaimanakan? Di-tenget-kan? Tidak boleh dipelajari, tidak boleh dibuka, karena jika dibuka kita bis...
ORANG Indonesia, khususnya para penghuni dunia maya, memang cerewetnya minta ampun. Segala hal dikomentari dengan kemampuan analisis seadanya. Kalau disuruh menganalisis lebih dala...
KETIKA tangan dan kakiku lumpuh dan tubuhku tak mampu lagi melontarkan seluruh kobaran batin yang bergelora di kepala, aku menatap ke langit yang tiba-tiba berbicara: anakku jangan...
--- Catatan Harian Sugi Lanus 5 Maret 2017 MENGAKU orang Bali? Masihkah kualitas kehidupan orang Bali bermutu? Persoalan kualitas kehidupan manusia dan dan 'kadar kebalian' kita...
Cerpen: Satia Guna SORE ini kami ada janji untuk bermain sepak bola kampung. Bermain di lapangan yang dilingkari pohon bambu, cukup sejuk dan rindang untuk bermain sepak bola denga...