Razia Warung? Ah, Saya Selalu Sukses Puasa Dikurung Warung
SAYA geli membaca berita tentang razia warung saat Ramadhan. Razia yang katanya demi “mengamankan” masyarakat saat bulan puasa. Ini dilakukan setiap tahun. Ada apa dengan warung? A...
Aku ingat saat itu
kau menjagaku
dalam waktu yang
kauhitung satu persatu
Begitu nyaman aku
ketika kau bentangkan payung
meneduhkanku
dari malam hitam berganti biru
Jelas kuingat hari itu
kau terbaring layu dan selalu
titipkan pesan untukku
Kapan lagi kutemui senyumanmu
yang sepuluh tahun lalu itu?
Kini jika sampai payungmu robek
dan air menetes
dari celah-celah yang terkoyak
aku ingin genangannya
membasuh tubuhku
Kuingin kau tak menyirami
tubuhmu sendiri
meski pun itu terjadi
seperti yang kau minta
di hari penantian nanti.
Di kehidupan kedua
mungkin kau tak sama seperti
biasanya, tapi janganlah kau
tangisi diriku
dan tinggalkanlah semua
gelisah matamu
Singaraja, 2025
Pemuda rumahan, trotoar pinggir jalan
yang basah penuh air hujan
Pemuda sekolahan, kembali hidup-hidup
dari kanvas corat-coret kemarin malam
Mencari pelarian yang sudah basi
seperti warna-warni foto selfie.
Melukiskan diri sendiri dengan
obsesi tenang tanpa henti
Anak tanpa nama validasi
mengisi kamar haus mimpi-mimpi
Dan kapan lagi ia menikmati waktu
penuh tekstur keras kasar imajinasi
“Apa kau sudah cukup, Anak Pendrama!”
Panggil saja drama-drama yang
lama-lama menjadi nyata,
mengalir dari arteri menuju diafragma
Dor!
Dor!
Dor!
Tembakan penghancur gelisah
menjadi dasar keresahan
orang-orang sekitar
“Haruskan aku menikmati derita diri sendiri?”
Anak yang tak puas-puas
berpesan dalam bentuk lukis-lukis dirinya
di buku hitam kesayangan
Menyebar layaknya kanker
yang jadi dua tak karuan-karuan
membelah sel-sel dalam lukisan
merah pekat tanpa tujuan
“Bolehkah aku terbang jauh, dan
mengepakkan sayap menuju langit-langit
kurungan bingkai kanvas usang
sekali saja.”
Dor!
Dor!
Dor!
“Hidup pun sekali-kali,
kapanku benar-benar
hidup seperti lukisanku, delapan
puluh tahun lagi.“
Singaraja, 2025
“Namaku Sakra!
Manusia penuh senyum di
tengah-tengah masyarakat
menengah.”
“Namaku Sakra!
Manusia munafik di
tengah-tengah kericuhan
tanpa belas kasihan.”
Aku dan Sakra yang menari saling
melengkapi, berterima kasih pada
diri sendiri sepenuh hati
Aku dan Sakra yang hipokrit
bersama-sama, tawa penuh
kepura-puraan pada orang-orang
sekitar
Singaraja, 2025
Bangun di ruangan sunyi;
tolong jangan cari aku, tuan.
Kurung diri di kamar sendiri;
anggap saja aku mati, tuan.
Singaraja, 2025
Kau yang baik di sana
berisi doa sialan keluarga berbisa;
siapa peduli!
Kau yang bawa uang mati
ke rumah barumu;
makanlah diriku lagi, sahabatku.
“Siapa yang akan datang ke rumahmu nanti?”
“Siapa yang sedih bila kau pergi?”
Jangan tarik aku ke dalam rumah barumu!
Jangan bujuk aku ke kamar-kamar kecil itu!
Singaraja, 2025
.
Penulis: Kadek Wisnu Oktaditya
Editor: Adnyana Ole
SAYA geli membaca berita tentang razia warung saat Ramadhan. Razia yang katanya demi “mengamankan” masyarakat saat bulan puasa. Ini dilakukan setiap tahun. Ada apa dengan warung? A...
JUDUL tulisan ini merupakan tema diskusi Kupang Pesta Monolog yang coba menggali daya vital teater dan perannya dalam kehidupan konkret (aktual). Bahwa teater sebagai seni...
DI Bali, lumrah bila di tempat atau kawasan yang disucikan, jika melihat sesuatu, umpamanya benda, hewan atau binatang (langka), orang sering menyebutnya “Due”. (“Due” dibaca seper...
“KINI banyak pengarang muda yang bagus. Banyak sekali,” kata Seno Gumira Ajidarma saat ngobrol singkat pada suatu pagi dengan tatkala.co di Honeymoon Guest House, Ubud, 6 Juni lalu...
SEBUAH analog yang saya anggap pas untuk menggambarkan budaya korupsi di Indonesia adalah tradisi buang sampah sembarangan. Meski lingkungan jadi kotor, menghilangkan rasa nyaman,...
HALO sahabat mahasiswa super di manapun kalian berada, selamat beraktivitas. Semoga semua hidup berbahagia dan dalam lindungan dosen yang maha buasnya. Sangat super sekali kita mas...
Buta paling buruk adalah buta politik. Dia yang buta politik adalah dia yang tidak mendengar, tidak berbicara, dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik. Dia tidak tahu bahw...
DUNIA pendidikan, modal utama dalam perkembangan peradaban manusia. Inovasi-inovasi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir terlahir di dalamnya. Sejarah perubahan besar-bes...
PAWAI pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-38 dibuka Presiden Joko Widodo alias Jokowi, di depan Monumen Bajra Sandi, Denpasar, Sabtu (11/6). Dan betapa senang mendengar Presiden...
Menikah itu sulit, tapi bercerai ternyata jauh lebih sulit. Saat mau menikah, yang penting hanya sedikit kemantapan hati, komitmen untuk sama susah sama senang, izin orang tua, sed...