ATLET tenis meja Made Sisca Pratiwi kembali menorehkan prestasinya untuk Kabupaten Buleleng. Di Porprov Bali ia meraih dua medali emas untuk kategori tunggal putri dan ganda campuran. Selain itu, ia juga mendapat medali perunggu untuk katagori beregu putri.
“Persiapan saya dalam rangka Porprov tahun 2025 ini, fokus cuma selama kurang lebih dua bulan,” kata Sisca.
Secara keseluruhan tim tenis meja Buleleng merebut juara umum untuk pertama kalinya pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2025 di GOR PTMSI Badung, Abiansemal Dauh Yeh Cani, Badung.
Bulelengberhasil menggondol empat medali emas dari nomor tunggal putri, ganda putra, ganda campuran, dan beregu putra.
Jika ditotalkan, ada delapan medali berhasil diukir oleh Tim Tenis Meja Buleleng di Porprov tahun ini. Yakni empat emas, dua perak, dan dua perunggu.
Tim tenis meja putra yang diperkuat Teja Lajuardi, Komang Sugita dan Brian, telah menjadi penentu penting di cabor ini untuk Porprov Bali tahun 2025 ini. Sementara di sektor putrinya, tentu saja nama Made Sisca Pratiwi juga sudah tak asing lagi di meja tenis.
Made Sisca Pratiwi
Sisca dengan segala keriuhan aktivitasnya di event-event lomba lain, ia masih tetap bisa raih dua medali emas di Porprov. Dari awal mulai diadakannya training center (TC) Porprov, Sisca telah banyak mengikuti segala macam event di berbagai daerah di tahun yang sama.
Yaitu Indonesia Pingpong League Series 2 Season 1, Maesa Cup, Stiga Table Tenis di Thailand, dan yang terakhir sebelum dirinya berfokus untuk Porprov Bali 2025. Ia juga telah mengikuti Indonesia Pingpong League Series 2 season 2. Kemudian, barulah bisa fokus untuk berlatih persiapan porprov dengan totalitas.
Made Sisca Pratiwi atau biasa disapa Sisca itu, lahir di Singaraja, 30 September 2001. Telah mengikuti cabor tenis meja sejak dirinya masih sekolah TK (Taman Kanak-kanak).
“Karena kebetulan orang tua, khususnya bapak saya, itu pelatih. Jadi dari kecil saya sudah dituntun untuk menjadi atlet tenis meja,” cerita Sisca.
Baginya, tenis meja ini sangat berati karna orang tuanya sangat mendukung atas karirnya itu. Dan tahun ini, atas perolehannya yang sekarang, menambah catatan kemenangannya di tahun-tahun sebelumnya yang juga emas.
Seperti Medali Emas Ganda Campuran PON Aceh - Sumut (2024), Medali Emas Tunggal Putri Porprov XV (2022), Medali Emas Beregu Putri Porprov XV (2022), Medali Perak Ganda Putri Porprov XV (2022). Dan terakhir; Medali Emas Tunggal Putri Porprov XVI (2025), Medali Emas Ganda Campuran Porprov XVI (2025), Medali Perak Ganda Putri Porprov XVI (2025), dan Medali Perunggu Beregu Putri Porprov XVI 2025
“Saya bisa seperti sekarang tidak luput dari dukungan dan doa dari kedua orang tua saya yang tidak pernah menyerah untuk mensupport saya,” aku Sisca.
Lebih penting juga, Sisca mengucap syukur atas kerja kerasnya Ketua Umum PTMSI Bali Petrus Reinhard Golose telah membina dan membimbing dirinya dan atlet lainnya, sehingga sukses raih juara tahun sekarang.
Tim tenis meja Buleleng
Di awal September, nasib bagus menimpanya sebelum bertarung. Sisca mendapatkan kabar bahagia dai PB PTMSI, ia masuk skuad persiapan menuju Sea Games XXXIII di Bangkok dan Thailand, Desember mendatang.
Usai penyerahan medali, Ketua Umum PTMSI Bali Petrus R. Golose menyampaikan kebanggaannya atas raihan Sisca itu. Bahkan menyebut, bahwa dalam beberapa kesempatan sebelumnya, kali ini Sisca mendombrak sejarah untuk cabor tenis meja bisa lolos Pelatnas dan persiapan SEA Games.
Ya, tahun ini, Sisca-lah dengan bangga lolos mengikuti Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI). Mantap.
Nanti, selamat berlatih dengan keras Sisca. Merdeka. [T]
Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah Editor: Adnyana Ole
DERU puluhan sepeda motor bergema dari arah utara Kota Singaraja pada Senin, 29 Juni 2026. Satu per satu kendaraan itu bergerak perlahan melintasi Jalan Ngurah Rai menuju Gedung D...
Bali Kembali Diserang, Kali Ini Tanpa Ledakan
TANGGAL 12 Oktober 2002 menjadi salah satu hari paling kelam dalam sejarah Bali. Ledakan bom merenggut ratusan nyawa dan menggunca...
NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan usaha, hingga berbagai tr...
PEMBACA tak perlu mengukur jarak antara Plaju dan Hawkins, apalagi harus repot-repot mencari tahu apa yang hendak dihidangkan di sana, sebab keniscayaan yang akan pembaca dapati....
HAMPIR saja tim nasional sepak bola Republik Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 yang dihelat di tiga negara, Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Iya, hampir saja. Itu berarti b...
Ketika anak-anak itu bermain riang, ruang Gedung Mario berubah menjadi area interaktif, sangat dinamis dan terkesan lebih hidup. Langit-langit tinggi dan tiang-tiang bangunan ikut...
KEMBALINYA seni Arja di Banjar Bukit Buwung, Kesiman, tidak dapat dipahami semata sebagai upaya revitalisasi kesenian tradisional, melainkan sebagai proses pemulihan roh kebudayaa...
IRONI terbesar abad ke-21 mungkin bukan ketika mesin mulai mampu berbicara. Ironinya justru ketika mesin mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang telah lama berhenti diajukan m...
PADA tahun 1999 sampai 2005 saya sempat membantu Bre Redana, mengkurasi karya-karya seni rupa yang berdialog dengan cerpen. Waktu itu, Bre Redaktur Kompas Minggu.
Bagi saya, it...