Gabriela
Cerpen: Putri Handayani “Gabriela, pohon beringin itu menari. Aku mengerjapkan kedua mataku. Pohon itu tetap menari. Kembali kukerjapkan kedua mataku sambil lalu mengusap-usapny...
Ni Putu Tata Maharani terpilih sebagai Jegeg Blahkiuh dalam acara grand final Jegeg Bagus Blahkiuh tahun 2025 yang digelar serangkaian dengan acara Singasari Expo di Lapangan Kopral I Wayan Surem, Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Badung-Bali, 11-13 September 2025.
Dalam acara pemilihan Jegeg Bagus Blahkiuh itu, Tata Maharani menjadi duta Banjar Kembang Sari. Ia berhasil menyisihkan duta dari banjar-banjar lainnya, terutama karena kecakapannya menjawab pertanyaan-pertanyaan dewan juri.
Sementara itu, untuk Bagus Blahkiuh juga dimenangkan oleh duta dari Banjar Kembang Sari, atas nama Komang Satya Arya Wiguna.
Singasari Expo itu sendiri memang acara yang dinantikan-nantikan masyarakat Desa Blahkiuh setiap tahunnya. Acara itu diselenggarakan oleh Karang Taruna Blahkiuh yang diisi berbagai program pameran, edukasi dan hiburan.

Peserta di grandfinal Jegeg-Bagus Blahkiuh | Foto: Vira
Salah satu acara yang menyedot perhatian warga adalah ajang grandfinal pemilihan Jegeg Bagus Blahkiuh. Tahun 2025 ini grandfinal diikuti duta jegeg-bagus dari Banjar Kembang sari, Banjar Dlodpasar, Banjar Ulapan 1, Banjar Ulapan 2 dan Banjar Benehkawan.
Selain memilih pemenang Jegeg-Bagus Blahkiuh yang diraih Tata Maharani dan Satya Arya Wiguna, dalam ajang itu juga dipilih Runner Up 1 Jegeg, yakni duta dari Banjar Dlodpasar, Kadek Sintia Yuni Jayanti, dan Runner Up 1 Bagus diraih oleh duta dari Banjar Benehkawan I Gusti Ngurah Putu Agoeng Brahmantha.
Sementara Runner Up 2 Jegeg dari Banjar Benehkawan I Gusti Ayu Prasetya Sinta Dewi dan Bagus dari Banjar Ulapan 2, I Putu Andhika Pratama Rahardian. Selanjutnya Runner Up 3 Jegeg dari Banjar Ulapan 1, Clarista Talia Diana Ghayatri ,dan Bagus dari Banjar Dlodpasar, I NyomanAriadi Melyana.
Runner Up 4 Jegeg diraih duta dari Banjar Ulapan 2, Ni Kadek Wulan Marianti, serta Bagus dari Banjar Ulapan 1, I Putu Riyadi.
Tata Maharani mempunyai motivasi besar untuk ikut berpartisipasi dalam ajang pemilihan Jegeg Bagus Blahkiuh karena ia punya kecintaan yang sangat besar terhadap desanya.
"Motivasi saya adalah untuk berkontribusi dalam melestarikan budaya dan memperkenalkan potensi Desa Blahkiuh, baik di bidang adat, seni, maupun pariwisata, " kata Tata.
Tata percaya ajang ini bukan hanya sekadar kompetisi kecantikan atau ketampanan, tetapi wadah untuk menjadi duta desa yang bisa menginspirasi generasi muda agar lebih mencintai dan bangga pada desanya sendiri.

Ni Putu Tata Maharani | Foto: Vira
Sebagai pemenang Jegeg Blahkiuh, Tata memiliki visi menjadikan Desa Blahkiuh sebagai desa yang kreatif, berbudaya dan berdaya saing.
"Visi saya adalah menjadikan Desa Blahkiuh sebagai desa yang berbudaya, kreatif, dan berdaya saing. Saya ingin mendorong anak muda desa agar aktif dalam kegiatan seni, adat, serta memanfaatkan teknologi untuk promosi potensi desa," ujar Tata.
Dengan aktifnya anak muda dalam kegiatan seni dan budaya, Tata yakin Desa Blahkiuh bisa semakin dikenal, baik secara lokal maupun di tingkat lebih luas.
Tata sudah memperlihatkan kepeduliannya terhadap Desa Blahliuh ketika ia mendapat pertanyaan-pertanyaan dari dewan juri dalam ajang Jegeg Bagus Blahkiuh itu.

Tata Maharani dan Bagus Balhkiuh (kiri) | Foto: Vira
Ada pertanyaan juri mengenai cara mempromosikan potensi pariwisata di Desa Blahkiuh, dan dengan penuh keyakinan Tata menjawab pertanyaan tersebut dengan tenang.
"Cara dan solusi yang saya untuk mempromosikan Desa Blahkiuh, adalah di era digital ini, kita harus memanfaatkan media sosial sebagai sarana utama untuk promosi. Dengan memperkenalkan potensi pariwisata Desa Blahkiuh melalui media sosial, wisatawan akan lebih mudah mengetahui daya tarik yang ada," kata Tata.
Apalagi, kata Tata, Desa Blahkiuh bisa menjadi alternatif destinasi bagi wisatawan dari daerah-daerah yang sudah mengalami overtourism di Bali.
"Jadi, selain memperkenalkan potensi Desa Blahkiuh, langkahini juga membantu mengurangi beban kunjungan di daerah lain, sehingga pariwisata Desa Blahkiuh dapat berkembang secara berkelanjutan dan semakin dikenal luas," kata Tata.
Selanjutnya, saat memasuki tiga besar Tata kembali mendapatkan pertanyaan, kali ini mengenai arti kemenangan bagi dirinya.
"Menurut saya pribadi, kemenangan dapat diibaratkan seperti istilah tabur dan tuai. Apa yang kita tabur dalam bentuk usaha, akan kita tuai dalam bentuk hasil," kata Tata.
Kemenangan, menurut Tata, bukan hanya sebatas di ajang besar seperti ini. Setiap hari kita bisa meraih kemenangan kecil, yaitu ketika kita mampu menjadi lebih baik dari hari sebelumnya.
"Saat kita berhasil melakukan sesuatu yang dulu tidak bisa kita lakukan, itu juga sebuah kemenangan. Jadi bagi saya, kemenangan sejati adalah perubahan diri menuju versi terbaik kita setiap harinya," ucap Tata dengan lugas.

Tata (kanan) bersama Runner up 1 Jegeg Blahkiuh | Foto: Vira
Acara Singasari Expo adalah ajang pembelajaran dan kesempatan untuk tampil percaya diri, menampilkan hasil kreativitas bagi masyarakat Desa Blahkiuh.
"Bagi saya pribadi, Singasari Expo adalah ajang pembelajaran dan kesempatan untuk tampil serta memperkenalkan potensi diri," ujar Tata.
Sedangkan bagi masyarakat Desa Blahkiuh, kata Tata, Singasari Expo menjadi ruang untuk menampilkan hasil karya, kreativitas, serta identitas budaya desa. Event ini juga sangat penting karena mendukung pelaku UMKM lokal agar bisa memasarkan produk mereka.
"Dengan begitu, masyarakat tidak hanya merasa bangga tetapi juga mendapat manfaat ekonomi langsung dari acara ini," kata Tata dengan bijak.

Foto bersama Jegeg Bagus Blahkiuh | Foto: Vira
Dari seluruh rangkaian acara Jegeg Bagus Blahkiuh tentu Tata mendapatkan pengalaman dan pelajaran yang paling berkesan yang ia dapatkan.
"Momen paling berkesan adalah ketika kami melakukan sesi pembekalan dan sharing bersama. Di sana saya tidak hanya belajar mengenai kepribadian dan wawasan, tetapi juga merasakan kebersamaan dan semangat persaudaraan dengan peserta lain, " kata Tata.
Semua itu, kata Tata, membuktikan bahwa ajang ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi tentang kebersamaan membangun Desa Blahkiuh.
"Saya belajar bahwa percaya diri dan kerendahan hati harus berjalan beriringan. Dari sisi desa, saya semakin menyadari betapa kayanya budaya, sejarah, dan potensi Desa Blahkiuh. Hal ini membuat saya semakin bangga sekaligus merasa punya tanggung jawab untuk ikut melestarikannya," kata Tata.
Selamat, Tata! [T]
Reporter/Penulis: Vira Astri Agustini
Editor: Adnyana Ole
Cerpen: Putri Handayani “Gabriela, pohon beringin itu menari. Aku mengerjapkan kedua mataku. Pohon itu tetap menari. Kembali kukerjapkan kedua mataku sambil lalu mengusap-usapny...
TIGA RAMU MENGKUDU Daun; Petiklah aku Tiga kepik muda Ramu padu dengan segenggam garam Dan tiga biji beras genggam Hingga padu resep moyang Hingga...
BAGAIMANA harus melukiskannya, sebagian besar anak kos (mahasiswa) memang dikenal selalu mumet dengan hiruk pikuk perekonomian. Dari media sosial, hingga sosial media, tahu perekon...
Bayangkan sebuah hutan hujan tropis dengan vegetasi yang hanya terdiri dari satu jenis pohon, atau sebuah partitur musik yang notasinya hanya tersusun dari nada ‘do’. Menjemukan se...
Saya salah satu penikmat tari. Saya lahir dari darah seorang ibu, yang dikala mudanya pernah menjadi Penari Zapin Melayu, di salah satu sanggar yang boleh dikata cukup tua di Ponti...
BEBERAPA bulan lagi, tahun akan segera berpindah. Bali punya acara spesial di tahun 2017 & 2018. Suksesi pemegang otoritas pemerintahan provinsi dan beberapa kabupaten di Bali...
MENJADI kota niscaya menjadi modern. Premis ini berlaku pada cara pandang yang menempatkan dua kutub berbeda antara kota dan desa. Desa diasumsikan berbau tradisional, kota identik...
PARA penggiat sastra dan teater di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, bersorak ketika dua penulis dari kota itu, Joko Sucipto (puisi) dan Arung Wardana (drama), lolos untuk tampil dala...
Cerpen: Satia Guna Sebutlah aku wanita, mahluk yang menikmati penderitaan dengan berbagai macam rasa sakit. Sebutlah aku tanah, yang selalu diinjak tanpa menerima r...
KABAR DARI ZWOLLE Kenalkan aku pada wangi musim gugur Di tengah pesta roti dan remah-remahnya Yang terbang mengitari sungai Lalu singgah di beranda penuh cerita &n...