HUJAN deras yang turun tanpa henti sejak Rabu–Kamis, 10–11 September 2025, membuat sejumlah titik di Denpasar lumpuh. Air mengalir deras dari sungai dan saluran yang tak mampu menampung curah hujan, merendam jalan-jalan, hingga masuk ke rumah-rumah warga.
Pasca banjir, aktivitas warga menjadi terganggu, anak-anak dari keluarga terdampak terpaksa belum bisa sekolah. Pasalnya, bukan hanya jalan yang tergenang, pakaian dan peralatan sekolah mereka pun ikut terendam banjir sehingga tidak bisa dipakai.
Kondisi tersebut dialami banyak keluarga di Denpasar, termasuk para kader yang selama ini menjadi mitra Dewan Pengurus Cabang (DPC) Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB). Mereka yang biasanya hadir mendampingi masyarakat, kali ini turut menjadi korban bencana. Saat didatangi, sebagian rumah kader masih dipenuhi lumpur, kondisinya porak-poranda setelah diterjang banjir. Perabotan mereka banyak yang terendam, tak sedikit pula yang rusak tak bisa dipakai. Beberapa warga menyebutkan, air sempat naik setinggi dada orang dewasa sebelum akhirnya surut perlahan.
Pemberian bantuan kepada kader terdampak banjir | Foto: Dok. Forum GenRe Kota Denpasar
Di antara para kader terdampak, Ni Made Evi Lestari merasakan langsung kepanikan hari itu. Seorang kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang biasanya aktif mendampingi keluarga berisiko stunting di dusunnya, kini justru menjadi korban banjir. Ia tinggal di Jalan Imam Bonjol, Gang Taman Griya, Denpasar. Evi sendiri tidak menyangka banjir bisa datang begitu cepat.
“Air naiknya cepat, sampai setengah badan orang dewasa. Saya dan keluarga panik, berusaha menelepon petugas, tapi saat itu semua sedang terfokus di kawasan Pasar Badung,” ceritanya.
Situasi yang makin darurat membuatnya mencari jalan lain. “Akhirnya saya telepon saudara yang tinggal di Busung Yeh, Denpasar. Di sana kan tidak terlalu tinggi airnya. Saya mengungsi sementara di sana. Hari Kamis pagi baru saya balik lagi ke rumah untuk bersih-bersih,” ujarnya. Dengan wajah lelah, ia menggendong anaknya yang masih belia.
Menyadari kondisi itu, DPC IPeKB Kota Denpasar bersama Forum Generasi Berencana (GenRe) Kota Denpasar turut bergerak. Pada Sabtu (13/9/2025), rombongan membawa bantuan kemanusiaan, bukan sekadar simbolis, melainkan benar-benar menyasar kebutuhan mendasar warga terdampak.
Pemberian bantuan kepada kader terdampak banjir | Foto: Dok. Forum GenRe Kota Denpasar
Sejak pagi, sebuah mobil bak terbuka memasuki Desa Ubung Kaja. Di bagian belakangnya tertata rapi paket berisi sembako, galon air mineral, minyak hangat, obat-obatan, diaper untuk bayi dan balita, hingga makanan ringan bernutrisi. Tak ketinggalan baju layak pakai dan sejumlah uang tunai juga disiapkan untuk meringankan beban para kader terdampak. Satu per satu bantuan itu diturunkan, diterima langsung oleh para kader dengan wajah lega.
“Biasanya mereka yang banyak membantu masyarakat, kali ini giliran kami yang hadir untuk mereka,” ujar Putu Yunita, S.KM., Ketua DPC IPeKB Kota Denpasar. Ia menegaskan bahwa bantuan ini bukan hanya soal barang, tetapi bentuk nyata kepedulian organisasi kepada mitra kerja yang terdampak musibah.
“Semoga keadaan segera pulih, dan semoga ke depan tidak ada lagi musibah serupa yang datang,” tambahnya.
Pemberian bantuan kepada kader terdampak banjir | Foto: Dok. Forum GenRe Kota Denpasar
Perjalanan tidak berhenti di Ubung Kaja. Rombongan melanjutkan distribusi ke Kelurahan Dauh Puri dan Desa Pemecutan Kelod. Beberapa titik masih berlumpur, membuat mobil bak berjalan pelan. Namun, semangat mereka tidak surut. Senyum dan sapaan hangat mengiringi proses pembagian bantuan. Kehadiran mereka disambut dengan ucapan terima kasih dari warga yang merasa diperhatikan.
Forum GenRe Kota Denpasar yang ikut terjun dalam aksi ini berperan aktif membantu proses distribusi. Para anggotanya ikut mengangkat paket, mengatur pembagian, dan memastikan setiap kader mendapat bantuan sesuai kebutuhan.
“Kami senang bisa terlibat langsung. Ini bukan hanya soal menyalurkan bantuan, tapi juga menunjukkan kepedulian generasi muda kepada masyarakat. Harapannya, bantuan ini bisa sedikit meringankan beban kader yang terdampak banjir,” ujar Nengah Ari Suputra Bawa, anggota Forum GenRe Kota Denpasar.
DPC IPeKB & anggota Forum GenRe Kota Denpasar menyiapkan bantuan berupa air mineral galon | Foto: Dok. Forum GenRe Kota Denpasar
Secara keseluruhan, bantuan tersebut menjangkau delapan keluarga kader terdampak banjir. Empat keluarga berada di Desa Pemecutan Kelod, tiga keluarga di Kelurahan Dauh Puri, dan satu keluarga di Desa Ubung Kaja. Seluruh bantuan difokuskan kepada para kader Bina Keluarga Balita (BKB), Tim Pendamping Keluarga (TPK), dan Pendata Keluarga (PK) yang selama ini menjadi mitra DPC IPeKB Kota Denpasar dalam program pembangunan keluarga.
Kegiatan pemberian bantuan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian dan solidaritas sosial di tengah bencana. Kolaborasi antara DPC IPeKB dan Forum GenRe Kota Denpasar memperlihatkan bagaimana peran komunitas dapat membantu meringankan beban warga (kader) yang terdampak banjir, sehingga kebutuhan mendesak mereka bisa sedikit terbantu. [T]
Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna Editor: Adnyana Ole
SINGARAJA – TATKALA.CO | Wajah baru kawasan Titik Nol Kota Singaraja mulai terlihat. Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, didampingi Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna serta Ketu...
DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari Kabupaten Buleleng tampil dalam ajang Pesta Kesenian Bal...
SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan di kawasan Gedong Kirtya, Sin...
PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang murung, keduanya kembali bertemu ket...
“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya.
Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru saja pulang kerja mendapat pesan Instagram dari t...
PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita?
Sungguh menarik mengamati bagai...
TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih dalam, bagaimana seorang penuli...
LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan seni karawitan Bali. Ajang ini tidak ha...
BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade) Busana Adat pada Pesta Kesenian Bal...
Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman
TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan hari tersebut sebagai In...