Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar
10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi pada tulisan. Satu kolom pada...
DEWAN juri kompetisi seni pertunjukan dengan inovasi teknologi memilih Tanzer Dance Company dengan proposal berjudul SABBAA sebagai ide terbaik dalam ajang kompetisi seni pertunjukan dengan inovasi teknologi. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Yayasan Puri Kauhan Ubud ini, merupakan rangkaian dari Festival Sastra Saraswati Sewana 2025 yang bertema Brahmasara Bhawana Mukti-Teknologi Untuk Kemajuan Peradaban.
Tanzer Dance Company merupakan kelompok tari profesional yang dikenal karena kemampuannya menciptakan koreografi inovatif. Proposal ide SABBAA yang yang diinspirasi prosesi ritual Ngelambuk Baa menarik perhatian juri karena keunikan, kematangan ide dan pelibatan teknologi dalam rencana produksinya.
SABBAA selanjutnya akan mendapatkan Dana Produksi dari Yayasan Puri Kauhan Ubud, dan rencananya akan mementaskan hasil karyanya pada malam penutupan rangkaian Festival Sastra Saraswati Sewana 2025 di akhir tahun 2025.
Yayasan Puri Kauhan Ubud mengumumkan dimulainya kompetisi pada 27 Juni 2025. Hingga batas akhir pendaftaran 23 Agustus 2025, tercatat 16 komunitas seni yang mendaftar dan menyatakan kesediaan untuk mengikuti seluruh tahapan kompetisi dari workshop hingga penjurian.
Workshop diselenggarakan di Gedung Dharma Negara Alaya, Sabtu, 30 Agustus 2025, yang dibuka Pembina Yayasan Anak Agung Gede Ariawan. Di sesi pertama peserta mendapatkan pengetahuan bagaimana mengolah ide/ gagasan menjadi konsep dan naskah karya seni pertunjukan yang dipandu Dr I Ketut Suteja dan Dr I Gusti Made Darma Putra.
Pada sesi kedua, Dr. I Gusti Ngurah Sudibya dan Gita Fara Praditya membagikan pengetahuan dan pengalaman tentang tata panggung dan tata kelola seni pertunjukan. Pada sesi terakhir I Wayan Sudirana P.hD dan AA Gede Agung Rahma Putra membagikan pengetahuan mengenai musik dan tari dalam seni pertunjukan.
Pada 31 Agustus 2025, peserta mengikuti tahap penjurian. Dalam penjurian ini hadir 14 peserta (dua peserta berhalangan hadir) untuk mempresentasikan gagasan didepan dewan juri yaitu : Prof. Dr I Wayan Dibia, SST.MA, Prof. Dr. I Komang Sudirga, SSn., Dr. Tjokorda Raka Kerthayasa, Anak Agung Gede Ariawan dan Dr. I Made Sidia SSP.M.Sn. yang memutuskan Tanzer Dance Company dengan proposal berjudul SABBAA sebagai ide terbaik menyisihkan 16 peserta lainnya.
Melalui kompetisi ini, Yayasan Puri Kauhan Ubud mengajak komunitas seni di Bali untuk menjadikan teknologi sebagai bagian dari penciptaan karya seni. Yayasan Puri Kauhan Ubud menyampaikan terima kasih kepada para sponsor, peserta kompetisi, narasumber, dewan juri, pengelola gedung Dharma Negara Alaya Denpasar dan pihak lain yang telah menyukseskan acara ini. [T]
Reporter/Penulis: Son/Rilis
Editor: Budarsana
10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi pada tulisan. Satu kolom pada...
SEKAA Dramatari Arja Sudhamala ini baru pertamakali pentas di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Bahkan, sekaa kesenian tradisional Bali yang memadukan unsur drama, tari, dan nyanyi...
LAGU “A Salty Dog” oleh Procol Harum (1969), dengan lirik karya Keith Reid, adalah elegi tentang pelayaran terakhir, tentang manusia yang berangkat dengan keberanian, namun akhirn...
PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa kehadiran Presiden Prabowo Subianto sempat menimbu...
“Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama, dalam acara ‘NGERUMPI’: Ngobrol Se...
MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa. Apalagi ketika ia mulai berbicara dengan logat...
DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku diajari bahwa Barong adalah pelindung, bukan pemangsa....
Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang tua yang tak mau purnaMereka tak punya bat...
“Mari kawan bersama kita bekerja, bersihkan lingkungan….” ITU adalah penggalan tembang yang menjadi salah satu hal menarik dari pementasan kesenian janger tradisi d...