Penampilannya sederhana, namun selalu bersih dan rapi. Jika diajak bicara, ia menjawab ramah, bahkan sangat detail. Maklum, pekerjaannya masih menjadi bagian dari Sales Team di FuramaXclusive Resort & Villas Ubud, sehingga selalu sopan dan meyakinkan. “Kuncinya, memiliki kemampuan komunikasi persuasif dan mendengarkan dengan aktif,” kata Frida Dwi Wahyuni, Reservation & E-Commerce Manager FuramaXclusive Resort & Villas Ubud, Jumat 22 Agustus 2025.
Frida Dwi Wahyuni yang 17 tahun perjalanan kariernya di properti yang dikelilingi hijaunya alam Ubud ini menambahkan, kunci yang lain adalah membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan, konsistensi dan ketangguhan dalam menghadapi dinamika, tantangan, dan peluang serta fokus pada solusi sesuai kebutuhan para tamu. Di samping itu, selalu berdedikasi dan bekerja dengan sepenuh hati.
Wanita lulusan Politeknik Negeri Bali pada jurusan Pariwisata ini memulai dari seorang Butler hingga menjadi Reservation & E-Commerce Manager. Ia, awalnya terjun ke dunia hospitality karena rasa cintanya pada industri pariwisata. Sebelum bergabung dengan FuramaXclusive, ia sempat merasakan pengalaman di The Ritz Carlton Bali dan Nusa Dua Beach Hotel & Spa.
FuramaUbud | Foto: Bud
Perjalanan kariernya dimulai sebagai Butler di FuramaXclusive Ubud. Dari sana, ia meniti langkah hingga dipercaya menjadi Senior Reservation, Reservation Supervisor, Assistant Reservation Manager, hingga Reservation Manager. “Saya juga sempat mencoba posisi Executive Secretary, sebelum akhirnya kembali mendalami dunia reservasi yang menjadi passion saya, sekaligus mengembangkan diri di bidang e-commerce,” ungkap Frida.
Sebagai Reservation & E-Commerce Manager, Frida selalu konsistensi dalam mencapai target. Hal itu, tidak hanya mengelola reservasi, tetapi juga memastikan strategi penjualan online berjalan efektif. Fokusnya adalah konsistensi dalam melampaui target revenue dengan strategi yang tepat. “Strategi saya sederhana, yakni menjaga harga tetap kompetitif, mendengarkan feedback tamu melalui review, serta memastikan kerjasama erat dengan partner baik online maupun offline. Dengan begitu, nama FuramaXclusive Ubud selalu hadir di benak calon tamu,” jelasnya.
Frida meyakini, dalam dunia reservasi dan e-commerce, relasi adalah segalanya. Frida percaya pelayanan terbaik dimulai, bahkan sebelum tamu tiba di hotel. Itulah sebabnya, ia menjaga relasi yang hangat, baik dengan tamu & partner. “Banyak tamu datang dengan kebutuhan khusus, dari honeymoon romantis hingga acara keluarga. Itu sebabnya kami selalu bekerja sama dengan semua departemen untuk mewujudkan harapan mereka,” ujarnya.
Frida juga tidak jarang, melakukan komunikasi cepat, bahkan melakukan melalui grup WhatsApp dengan agen perjalanan untuk memastikan respons yang sigap.
Lalu, yang menjadi tantangan terbesar dalam pekerjaannya adalah situasi overbooking. Namun, ia meyakini, solusi selalu ada jika komunikasi dijaga dengan baik. Frida memiliki kunci terbaik, yakni win-win solution, sehingga tamu dan agen tetap merasa dihargai. “Nah, momen yang paling membanggakan adalah bisa menjadi bagian dari sebuah brand hotel yang memiliki visi dan misi kuat. FuramaXclusive bukan hanya tempat kerja, tapi rumah kedua yang memberi saya kesempatan untuk terus berkembang,” akunya polos.
Saat akan menutup ceritanya, Frida berpesan kepada generasi muda yang ingin berkarier di dunia hospitality agar tidak cepat menyerah. “Industri ini penuh tantangan, terutama dengan perkembangan teknologi yang begitu cepat. Teruslah belajar, adaptasi, dan jangan berhenti berkembang,” paparnya.
Ketika ditanya terkait tempatnya bekerja, Frida menyebutkan ada tiga kata untuk menggambarkan FuramaXclusive Ubud, yaitu Resort, Holiday, dan Ramah. “Maka kami selalu berharap sederhana, namun penuh makna, yaitu agar FuramaXclusive Resort & Villas Ubud tetap menjadi pilihan utama wisatawan, selalu kompetitif, dan terus hadir di hati para tamu,” harapnya. [T]
Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana Editor: Adnyana Ole
MUSIK tradisional Opera Beijing "Gong dan Drum Tradisional Hakka" membuat penonton terkesima dengan perpaduan luar biasa antara kekuatan ritme yang menggelegar, sinkronisasi koreo...
SAAT matahari mulai menuju satu garis lurus di atas kepala, derau ritmis mengisi ruang di bawah atap Bale Daja rumahku di Kelurahan Beng, Gianyar, Bali. Di tengah orkestrasi aroma...
TIGAminggu lalu saya mendengarkan tunangan saya diwawancarai. Kalimat itu terdengar aneh. Biasanya sayalah yang mewawancarai orang. Sejak menjadi wartawan, entah sudah berapa ratu...
KESERIUSAN Wikan Satya terhadap musik rupanya tidak berhenti pada “Anacaraka”. Setelah karya itu mendapat banyak sorotan sebagai lagu anak-anak yang mengangkat Bahasa dan Aksara B...
JUNI adalah Bulan Bung Karno. Pada 1 Juni 1945, hari ketiga sidang BPUPKI, Bung Karno mendapat kesempatan ketiga setelah Muhamad Yamin dan Soepomo menyampaikan pidatonya. Hari lah...
“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan, maupun perayaan hari raya....
Penjor yang Menjulang dan Pertanyaan yang Menggantung
Setiap Hari Galungan, Bali berubah menjadi lautan penjor. Di depan rumah-rumah, di sepanjang jalan desa, hingga di pusat-p...
MENJELANG pembukaan Pesta Kesenian Bali 2026, perhatian publik justru tidak tertuju pada tarian, tabuh-tabuh baru, atau tema yang diusung tahun ini. Yang ramai diperbincangkan han...
INI adalah pertunjukan seni panggung. Namun, stage proscenium itu dimeriahkan dengan foto-foto indah dan bersejarah. Bidikan aktivitas budaya, bangunan bersejarah dan hasil keraji...
BEBERAPA waktu lalu saya sengaja mampir ke sebuah toko buku di Malang yang pernah menjadi tempat favorit saya semasa mahasiswa. Dulu, toko buku itu selalu hidup. Lorong-lorongnya...