sebab hidup adalah laut lepas: memusingkan sekaligus memabukkan.
kau telah berlayar sejauh isi kepalamu menuju horizon paling ngilu tempat kerinduan dibiarkan membiru: kau terombang ambing seperti perahu di mata waktu.
itu pedis melampaui sopi kepala tapi angkat kepalamu seperti dahulu waktu di kantor desa kau berdiri selama dua jam setelah ketahuan terlalu mencumbu jeriken laru
memang negara dan agama benci pemabuk tapi Allah mencintai pendosa
kau tak perlu menolak apa pun Apalagi takut pada hatimu yang disayat belati perjalanan adalah puisi di laut, gunung, atau di saku celana.
kau, Yeremias, susunlah harapan di lenganmu buang sauh mimpi ke dasar laut lepas hidup mesti sedalam samudera selapang langit dan sesakit itu.
Februari 2024
Setelan Cuek Yeremias II
sebelum menjadi belia ambilah embun yang paling muda bilaslah ke seluruh bidang hatimu dan merantaulah ke kota terjauh ke tempat-tempat teramat tambun
di kota ini mencintai terlampau mewah bagi hati yang selalu lembur di hari rindu padahal untuk memaknai kerinduan sekuat iman kau butuh cuti dari tugas mencintai bahkan mencintai dirimu sendiri.
Juni 2025
Cintailah Harapan, Meski Hatimu Teraniaya
itu kredo teramat purba dari bapak mama karena terbuat dari lengan langit yang terbentang, tempat rindu ditenun dan cinta disulam menjadi rumah yang aman untuk mengasuh angan
begitulah permulaan harapan menghijau di dada ini ketika hidup dimulai dari dalam periuk jagung bose: membikin perjamuan puisi paling putih tempat harapan dibesarkan dalam kemurnian udara desa
tapi ritme hidup ini menyimpan enigma itulah sebabnya senja selalu sabar meski semesta membenamkannya dengan kasar di balik bukit. hujan tak pernah bertanya bagaimana mungkin Tuhan menciptakan pelangi hanya untuk memberi luka bagi yang mengaguminya begitu dalam?
Memang pada hakikatnya harapan yang dibina di bawah terang bulan cepat mengudara menjadi beberapa hal: jendela yang setia membetulkan angin tunas-tunas langit yang tumbuh di pucuk lontar atau pinggang musim yang kokoh seperti doa.
Mei 2025
Perihal Pertemuan I
di tempat ini kita saling membaca di antara musim-musim yang memekarkan senyum, buku, dan rahasia mungkin itulah mengapa aku ingin kembali ke tempat ini untuk menenun kebebasan
seperti merasa tersesat aku pun tak mampu mengenal bagaimana jalan menuju hatimu yang gemar membilas bilurnya sendiri karena itu aku suka duduk di tempat ini membaca perjuanganmu yang tabah, tegar, dan getir.
Oktober 2024
Perihal Pertemuan II
di lapo ini kau adalah puisi yang dikarang penyair dari masa lalu aku membacanya berulang kali hingga menjumpaimu di suatu bait yang menjanjikan kerinduan dan penantian.
di lapo ini aku bertamu ke hatimu berharap menemukan kelemahanku tanpa perlu memahaminya sebab perjumpaan itu adalah perjanjian baru yang menghijau pada gaunmu yang lembut atau warung makan yang beraroma se’i babi: sambal, sup kacang merah, dan senyummu, mengajari perihal cara mencintai secara Kupang
lalu, perjalanan dimulai dari dongeng ke doa dari Jakarta ke nusa tenggara: perjalanan pulang bercampur nyeri ketika hati kita bertaut, berdenyut, berkelut menimang berapa panjang titian untuk menghubungkan jarak antara mengikhlaskan dan mencintai
di lapo ini aku melihat matamu begitu sibuk seperti kota ini kota yang memotret dalam galerinya cinta dua anak manusia yang saling menemukan sebagai hujan bulan juni yang datang dan pergi sekehendaknya.
Sebuah Slide yang Mengusik Kesadaran
TERKADANG, inspirasi lahir bukan dari buku tebal atau hasil penelitian yang rumit, melainkan dari sebuah kalimat sederhana. Itulah yang say...
ETIKA lingkungan merupakan suatu perspektif moral yang menempatkan alam sebagai entitas yang memiliki nilai intrinsik, bukan sekadar objek eksploitasi untuk memenuhi kepentingan m...
SETELAH sempat absen pada tahun 2025, Festival Cerita Rasa di Desa Tukadaya, Jembrana kembali hadir dengan membubuhkan angka 0.4, pada akhir tajuknya Festival Cerita Rasa 0.4. Ang...
PERJALANAN nasib hidup dan mati cerita rakyat ditentukan oleh sikap pemiliknya. Cerita rakyat pun dengan beberapa alasan dikubur. Hal ini dialami oleh banyak sekali cerita rakyat...
TIGA buku tersusun rapi di atas meja. Sampulnya berbeda-beda, tetapi lahir dari ruang akademik yang sama. Ada ‘Lawaté Surup Ring Balé Gedé: Pupulan Puisi Bali Anyar’, ‘Geguritan D...
MENDAPAT amanah dari warganya, Suyadi merasa bangga dan terharu menjadi kepala desa. Jabatan yang membuatnya harus memimpin daerah yang agak jauh dari kota kabupaten. Daerah yang...
MUSIM libur kenaikan kelas dan pascakelulusan sekolah di Bali selalu menghadirkan dua tontonan besar. Yang pertama, Pesta Kesenian Bali (PKB). Yang kedua, Seleksi Penerimaan Murid...
Bagi anak-anak, Rekasadana (Pergelaran) Karya Legendaris Maestro Wayan Berata yang dipersembahkan Sanggar atau Sekaa Gong Gita Bandana Praja, Banjar Belaluan Sadmerta, Desa Dangin...
SEBUAH teks sastra tidak pernah tumbuh sendirian. Agar sampai ke pembaca, ia hadir melalui banyak tangan: penerjemah yang memindahkan makna, editor yang mengolah naskah, literary...
SAAT menyaksikan The Mystical Kecak Dance Glow in The Dark: Hanoman Duta, Amfiteater Panggung Budaya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Sabtu malam, 16 Juni 2026, yang ditampil...