Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya
TAK dapat dipungkiri lagi bahwa Seba Baduy bukan lagi dimaknai hanya sebagai acara ritual sakral semata, tapi sudah melebihi dari ekspektasi ideal publik. Seba sudah bermuatan seb...
Pati adalah nama sebuah wilayah di Jawa.
Pati dalam bahasa Indonesia berarti esensial dari sesuatu sama dengan les pada unsur material/ kayu, mani/mustika pada unsur cair , cahaya/nur pada unsur api. Pati bersifat netral. Dalam ranah jasmani dan rohani, maknanya bisa terbaik, pati dalam rohani, dianggap mati bagi yang jasmani, mati bagi yang jasmani dianggap mati bagi yang rohani. Pati dalam penguatan maknanya sering ditambahkan kata sari (esensi bunga) sehingga menjadi saripati.
Sesuatu itu, bisa material, spiritual dan paduan material spiritual. Sebutan saripati lebih mengarah pada sesuatu yang bersifat material-spiritual, yang hidup, nampak dan bisa dirasakan oleh indria.
Esensi yang netral, yang tidak hidup/tidak bergerak, tenang, (degdeg dalam bahasa Bali) dianggap telah sampai, mencapai tujuan (kebahagian lahir). Pencapaian dari esensi yang hidup disebut harmonis, bisa bermakna merdeka, bebas, menang, wijaya.
Proses pencapaian ini dimulai dari usaha lahir batin sehingga menjadi "sida", harmoni "sada", sakti/berkekuatan " sidi", berguna dan bermakna "sadu'.
Ada proses (lahir batin) yang harus dilakukan oleh yang hidup untuk sampai pada kondisi merdeka, menang dll, yang disebut moksa
(kebahagiaan lahir batin)
Seorang manusia, sebagai mahluk hidup, adalah juga mikrokosmos (semesta kecil/buana alit) yang terdiri dari 5 unsur (material padat, material cair, api/panas/temperatur, udara dan ruang kosong/akasa, variasi dan turunannya).
Kelima unsur, variasi dan turunannya juga ada di luar diri manusia/mahluk hidup dalam makrokosmos/buana agung.
Seorang manusia yang menyadari keberadaannya sebagai mahluk di bumi yang memiliki badan kasar (stula sarira), badan halus (suksma sarira) dan badan penyebab (roh/atma), secara alamiah akan belajar tentang sesuatu yang dirasakan dan dipikirkannya. Seperti halnya seorang bayi yang baru lahir yang lapar, menangis, lalu mencoba menggapai puting susu ibunya.
Perjalanan hidup manusia sebagai mikrokosmos yang berhadapan dengan mikrokosmos lain dan makrokosmos dengan segala variasi dan turunannya, akan memberinya pelajaran. Pelajaran bisa didapatkan kalau mau belajar.
Seorang bayi belajar mengenali, memahami unsur material pada tubuhnya, agar bisa merangkak, dan berdiri.
Unsur material mudah kenali karena bisa dicerap panca indria. Tanah adalah unsur material makrokosmos mudah kenali, dan dipahami, karena bersifat relatif tetap dan diam.
Seorang manusia yang belajar dan telah mendapat pengetahuan tentang dirinya sendiri dan mendapatkan esensi dari perjalanan hidupnya, dikatakan sada, netral/bebas/merdeka.
Dalam sejarah peradaban manusia, pada masa awal, budaya sebagai hasil dari budi (jiwa, dan pikiran yang didayakan) lahir dan tercipta dari hubungan manusia dengan alam. Alam dan unsur-unsurnya dimanfaatkan sebagai cermin/alat refleksi bagi manusia.
Cermin yang diam dan tidak bergerak adalah tanah, maka ditanamilah tanah, sehingga menumbuhkan pohon-pohon yang berguna bagi manusia dan mahluk hidup lainnya.
Pengelolaan atas tanah menghasilkan berbagai tumbuhan yang mengandung berbagai unsur dan esensinya atau pati.
Mungkin itu sebabnya jaman dahulu di Indonesia, Bali yang bisa menguasai, penguasa tanah, disebut bupati (bhu berarti tanah).
Konsep menguasai sejajar dengan menakluklan/memenangkan atas sesuatu atau salah satu unsur, misalnya tanah, air, api, udara, dan akasa. Usaha penaklukan sehingga mendapatkan kemenangan dalam laku spiritual salah satunya adalah tapa/brata pati geni (mematikan api/nafsu dalam diri) , dalam tradisi Hindu di Bali usaha sejenis ini dilakukan saat upacara Nyepi yang disebut mati geni, api, lelungaan(bepergian), wawalungaan (hiburan).
Pemimpin dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah seseorang yang membimbing atau memimpin sesuatu.
Sesuatu itu bersifat material, spiritual dan gabungan antara material-spiritual, diri, manusia, kelompok manusia dalam hubungannya dengan tempat, ruang, waktu, kondisi dan situasi.
Pemimpin dalam negara Republik Indonesia dipilih dan ditetapkan berdasarkan sistem politik yang sudah diatur dalam Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. Yang direalisasikan dalam bentuk Pemilihan Umum.
Pemimpin adalah yang terpilih dengan suara terbanyak, yang dihitung berdasarkan perolehan lewat kartu suara.
Pemimpin tugasnya memimpin manusia, dipilih dengan suara yang dihasilkan oleh manusia tetapi kemudian direfleksikan lewat kartu suara (terbuat dari kertas, dicoblos langsung). Lalu bisakah kartu suara dipakai sebagai alat bercermin untuk merefleksikan manusia yang akan dipimpinnya? Kartu suara adalah buatan manusia bukan alam, bersifat imitasi, proses pembuatan, pengumpulan, penghitungann dan penetapannya berhadapan dengan ruang dan waktu, sangat mudah direkayasa, tak bisa dan tak layak sebagai cermin.
Perkembangan pengetahuan dalam sistem politik dengan alat kartu suara bisa sebagai repleksi jika dilakukan pada pemilihan pemimpin yang dibuka secara langsung di hadapan pemilih dalam ruang dan waktu yang terbatas.
Manusia jaman dahulu bercermin pada alam, agar bisa memimpin dirinya dan orang lain, seseorang biasanya akan bercermin terlebih dahulu pada dirinya, pada unsur alam pada diri, sebelum bisa bercermin pada orang lain yang akan dipimpinnya.
Cermin sebagai refleksi diri, bermanfaat untuk memantulkan diri jiwa-raga bagi seseorang yang sadar " tidak tidur' agar bisa mengenali diri sejatinya sebagai jiwa-raga, sebagai pemimpin.
Mimpi adalah rangkaian pikiran, emosi, dan sensasi yang terjadi secara tidak sadar saat seseorang tidur.
Mimpi adalah sesuatu gambaran (pikiran, kata-kata, perbuatan yang bersifat spirit) tidak nyata tidah bisa dilihat didengar, dicium, disentuh dan dicecap oleh panca idria.
Gambaran yang bersifat tidak nyata juga biasa dialaami oleh orang yang ada dalam kondisi masuk (mabuk alkohol, masuk zat adiktif dan mabuk pikiran).
Jika mabuk dari unsur luar, mudah dikenali, mabuk pikiran (merasa paling: berdaya, berupa, berkuasa, berarta, berarti, berguna, dan bermakna) berbahaya bagi dirinya dan orang lain. Karena tak tahu, tak sadar diri sedang mabuk, tapi orang luarlah yang tahu dan sadar seseorang itu sedang mabuk, sehingga hidupnya tak ubahnya sebagai mimpi. Mabuknya akan semakin menjadi-jadi saat ada orang yang tahu, tetapi tidak mengingatkan/ menyadarkannya dari tidur panjangnya, dari mimpi-mimpi indahnya.
Orang yang hidupnya hanya mempercayai, hanya mau melihat bayangan-bayangan yang tak kasad mata, yang tak bisa direalisasikan dalam kehidupan nyata disebut pemimpi.
Saya berharap jika suatu saat saya ada dalam kondisi mimpi dan tak bangun-bangun, semoga ada seseorang yang bisa dengan sekuat tenaga membangunkan, karena konon seorang pemimpi sulit dibangunkan, walau gempa dan dunia runtuh. [T]
Penulis: Mas Ruscitadewi
Editor: Adnyana Ole
TAK dapat dipungkiri lagi bahwa Seba Baduy bukan lagi dimaknai hanya sebagai acara ritual sakral semata, tapi sudah melebihi dari ekspektasi ideal publik. Seba sudah bermuatan seb...
DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak perempuannya yang masih mengenakan busana Tari Puspanja...
LOMBA Tari Bali yang digelar pada 25–26 April 2026 di Auditorium Redha Gunawan, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali), menjadi salah satu upaya konkret dalam menjaga keb...
DUNIA mengakui1 April adalah tanggal olok-olok. Orang boleh berbohong pada 1 April yang disebut dengan April Mop. Tidak demikian dengan Indonesia, melalui release beritanya, Kemen...
SETIAP kali angka besar muncul di ruang publik, reaksi yang mengikuti hampir selalu serupa, yakni cepat, emosional, dan penuh kecurigaan. Belakangan, sorotan terhadap anggaran bes...
— Catatan Harian Sugi Lanus, 27 April 2027 Lihatlah berbagai kejadian orang Bali cekcok, adu mulut terbuka, saling berhadapan-hadapan, berkelahi sangat menyedikan, semua ga...
DI CANDI GEDONG SONGO Di lereng bukittercurah sinar matahari siang di khatulistiwapada ubun-ubun anemiaterdapat stupa batu yang terlupakanmenghapuskan bayangannya dengan hampaD...
BALI sedang tidak baik-baik saja. Setidaknya pernyataan tersebut valid dalam perspektif lingkungan. Telah menjadi diskursus publik bahwa Bali saat ini sedang berhadapan dengan mas...
KEDATANGAN wisatawan ke Bali pada dasarnya bukan semata-mata karena hotel mewah, pusat hiburan, atau tempat belanja. Mereka datang karena ingin merasakan keindahan alam Bali yang...
SEKOLAH selalu menjadi objek sosialisasi bagi kesuksesan program pemerintah, baik pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Gaungnya makin kencang setelah reformasi 1998 seiring...