Idola Itu Bernama Soe Hok Gie - Catatan Seorang Fans
Empat tahun lalu, untuk pertama kalinya, saya mengenal sosok Soe Hok Gie justru tidak dari catatan hariannya, akan tetapi dari sebuah film berjudul GIE yang disutradarai oleh Riri...
Pagi itu, Wayan Sucita duduk di sebuah warung kopi di Buleleng, tak jauh dari simpang tiga yang selalu ramai oleh suara klakson dan teriakan tukang sayur. Di depannya, segelas kopi Bali tubruk yang aromanya seperti pagi yang terlalu jujur. Di tangannya, ponsel yang layarnya memantulkan wajahnya sendiri, sedikit kusut tapi penuh rencana. Ia bukan mau membuka media sosial, bukan pula mau membalas pesan dari teman lama yang rajin mengirim video lucu tiap subuh. Ia mau membuka mobile banking.
Dulu, kata Sucita, urusan bank itu seperti perjalanan haji kecil: harus antri, sabar, dan siap bertemu orang-orang yang sama-sama menunggu panggilan. Sekarang, jarak antara niat dan transaksi hanya sejauh sidik jari di layar. Digital banking menghapus antrian, tapi entah kenapa ia justru merasa mendapat lebih banyak waktu untuk mengantri pada hal-hal lain: mengantri di jalan Singaraja–Seririt, mengantri pesan nasi jinggo di pojok pasar, mengantri kabar dari saudara di rantau.
CIMB Niaga, misalnya, dengan OCTO Mobile-nya, membuat hidup terasa seperti bisa dipercepat. Bayar listrik? Tinggal ketik. Kirim uang ke teman di Jawa? Tinggal geser layar. Bahkan membuka tabungan berjangka atau mengatur auto-debit kini tak perlu bersalaman dengan satpam bank. Sucita pernah iseng membayar iuran subak lewat aplikasi, dan kelian subaknya sampai menelepon: “Yan, ini beneran kamu yang bayar lewat HP? Hebat juga ya, kayak anak kota.”
Namun di balik layar yang dingin, Sucita melihat sesuatu yang hangat: kepercayaan. Warga kampung mulai percaya uangnya bisa berpindah tanpa uang itu sendiri berpindah tangan. Orang tua mulai percaya pada ponsel anaknya untuk membayar tagihan. Dan dirinya sendiri mulai percaya bahwa hidup tak melulu harus ditempuh dengan langkah kaki — kadang cukup dengan sentuhan jempol.
Di warung kopi itu, sambil menyeruput kopi yang mulai dingin, ia sadar satu hal: teknologi seperti ini bukan sekadar mempermudah transaksi, tapi juga memindahkan ritme hidup. Seperti memindahkan kursi di bale bengong: tata letaknya berubah, tapi rumah tetaplah rumah. Bedanya, kini ia tak lagi harus pergi ke bank setiap tanggal tua. Ia hanya perlu pergi ke warung kopi, memastikan koneksi internet bagus, dan membiarkan hidupnya berjalan sambil login. [T]
Empat tahun lalu, untuk pertama kalinya, saya mengenal sosok Soe Hok Gie justru tidak dari catatan hariannya, akan tetapi dari sebuah film berjudul GIE yang disutradarai oleh Riri...
Betapa dalam urusan mandi pun orang-orang banyakngomen saya. Kata mereka saya jarang mandi, jadi saya adalah orang jorok dimata mereka. Aku tak bisa membayangkan bagaimana kit...
Seniman Dona Arissuta menampilkan karya-karya dengan medium lukisan, terakota dan porselin yang dibingkai dengan tema Cosmic Turn. Judul tersebut di sisi satu sisi merefleksik...
Kalender tahun 2018 telah memasuki lembar terakhir, namun tidak banyak hujan yang turun tahun ini. Buku SD jaman dahulu yang mengatakan bahwa musim penghujan akan hadir ketika mem...
Aku sempoyongan digelandang warga. Mereka memukul dan menendang. Sri tampak terdiam di atas kasur dipan bambu itu. Diluar rumah Mbah Man sudah berkumpul orang-orang sekampung. Mal...
Judul Buku: Aku Radio Bagi Mamaku Penulis: Abinaya Ghina Jamela Penyunting: Asef Sauful Anwar Penerbit: Gorga Pituluik, 2018 Tebal: 98 hlm HARI ini aku memutuskan untuk...
CENING Liadi adalah penari yang ‘pendiam’. Dia tak pernah berbicara kalau tidak ditanya. Dia tak pernah berbicara jika tidak diminta. Dia pelit bercerita kecuali merasa harus dan p...
MALAM sebelum Presiden RI memberi penghargaan ke Kyai D. Zawawi Imron, saya makan malam dengan beliau. Beliau bercerita 10 humor Madura. 10 humor yang dibagi semua membuat saya ter...
KALA akhir bulan banyak mahasiswa pernah mengalami kanker (kantong kering), gerit (miskin), dan juga bokek alias pailit. Uang bekal tipis, bahkan habis, untuk menyambung kehidupan...
SETIAP guru selalu mempersiapkan pembelajaran bagi siswanya. Entah itu weekly planning atau rencana mingguan atau monthly planning atau rencana bulanan mengajar. Weekly lesson plan...