Meboya - Jejak “Laut” Orang Buleleng?
Persembahan untuk Hari Jadi Kota Singaraja ke-415 -- Glukkige Verjaardag Mijn Stad Akhir pekan kemarin, 30 Maret 2019, saya bersama kompatriot, Pak Made Pageh menghadiri acara...
Pagi itu, Wayan Sucita duduk di sebuah warung kopi di Buleleng, tak jauh dari simpang tiga yang selalu ramai oleh suara klakson dan teriakan tukang sayur. Di depannya, segelas kopi Bali tubruk yang aromanya seperti pagi yang terlalu jujur. Di tangannya, ponsel yang layarnya memantulkan wajahnya sendiri, sedikit kusut tapi penuh rencana. Ia bukan mau membuka media sosial, bukan pula mau membalas pesan dari teman lama yang rajin mengirim video lucu tiap subuh. Ia mau membuka mobile banking.
Dulu, kata Sucita, urusan bank itu seperti perjalanan haji kecil: harus antri, sabar, dan siap bertemu orang-orang yang sama-sama menunggu panggilan. Sekarang, jarak antara niat dan transaksi hanya sejauh sidik jari di layar. Digital banking menghapus antrian, tapi entah kenapa ia justru merasa mendapat lebih banyak waktu untuk mengantri pada hal-hal lain: mengantri di jalan Singaraja–Seririt, mengantri pesan nasi jinggo di pojok pasar, mengantri kabar dari saudara di rantau.
CIMB Niaga, misalnya, dengan OCTO Mobile-nya, membuat hidup terasa seperti bisa dipercepat. Bayar listrik? Tinggal ketik. Kirim uang ke teman di Jawa? Tinggal geser layar. Bahkan membuka tabungan berjangka atau mengatur auto-debit kini tak perlu bersalaman dengan satpam bank. Sucita pernah iseng membayar iuran subak lewat aplikasi, dan kelian subaknya sampai menelepon: “Yan, ini beneran kamu yang bayar lewat HP? Hebat juga ya, kayak anak kota.”
Namun di balik layar yang dingin, Sucita melihat sesuatu yang hangat: kepercayaan. Warga kampung mulai percaya uangnya bisa berpindah tanpa uang itu sendiri berpindah tangan. Orang tua mulai percaya pada ponsel anaknya untuk membayar tagihan. Dan dirinya sendiri mulai percaya bahwa hidup tak melulu harus ditempuh dengan langkah kaki — kadang cukup dengan sentuhan jempol.
Di warung kopi itu, sambil menyeruput kopi yang mulai dingin, ia sadar satu hal: teknologi seperti ini bukan sekadar mempermudah transaksi, tapi juga memindahkan ritme hidup. Seperti memindahkan kursi di bale bengong: tata letaknya berubah, tapi rumah tetaplah rumah. Bedanya, kini ia tak lagi harus pergi ke bank setiap tanggal tua. Ia hanya perlu pergi ke warung kopi, memastikan koneksi internet bagus, dan membiarkan hidupnya berjalan sambil login. [T]
Persembahan untuk Hari Jadi Kota Singaraja ke-415 -- Glukkige Verjaardag Mijn Stad Akhir pekan kemarin, 30 Maret 2019, saya bersama kompatriot, Pak Made Pageh menghadiri acara...
I personaly believe that food is medicine. Food is energy. Good food – good energy. Lately , I even getting curious about the source of the ingredients and how they process bef...
Sebuah teks (puisi) adalah sebuah piknik seperti apa yang dikatakan Zvetan Todorov. Saya setuju. Demikian pula sebaliknya sebuah piknik, bisa jadi sebuah teks. Sebuah teks, meman...
Rapat akbar partai politik, histeria massa, demonstran, politikus, fanatikus, pemimpin, pengikut, politisi korup, oligarki…, adalah pokok soal yang dimamah-biak media massa hari-h...
dan kita mencitai tanah air ini apa adanya, Ais .... kita akan menanam sesuatu di sini entah bunga atau duka ….. jangan menangis, cintaku padamu akan senantiasa hi...
REINKARNASI API . Desember tua di atas selat Sunda Langit kehilangan biru Kumulus menyaput . Bulan samar Elang laut bergegas ke pulau asing Tanpa sebuah...
Dulu saya sempat syok dan kaget mendengar kata “kuliah”. Apa itu kuliah? Jika ditanya, saya bingung dan harus menjawab apa waktu itu. Hmmmm kuliah, mungkin sudah tidak a...
Saya menemukan tulisan Okky Madasari tatkala mulai serius membaca saat duduk di sekolah menengah atas. Novel pertamanya Entrok buat saya adalah debut yang bikin cemburu. Ia mengan...
Thomdean menggelar pameran bersama di Bentara Budaya Bali (BBB). Merujuk tajuk “Kartun Ber(b)isik enam kartunis ini memamerkan karya terbaru mereka seraya mengingatkan kembali tra...
Semua ini dimulai ketika ibu saya mencoba untuk eksis di dunia maya dengan bergabung di sosial media Facebook. Sesuai permintaan, saya ajari bagaimana menggunakan sosial media unt...