Sampah Plastik & Puncak Kesadaran Ekologis
Desa dimana saja penuh sampah plastik karena alasan mendasar, bahwa plastik perlu waktu puluhan atau rartusan tahun agar bisa lumat. Jika sampah organik seperti plastik maka sudah...
Pagi itu, Wayan Sucita duduk di sebuah warung kopi di Buleleng, tak jauh dari simpang tiga yang selalu ramai oleh suara klakson dan teriakan tukang sayur. Di depannya, segelas kopi Bali tubruk yang aromanya seperti pagi yang terlalu jujur. Di tangannya, ponsel yang layarnya memantulkan wajahnya sendiri, sedikit kusut tapi penuh rencana. Ia bukan mau membuka media sosial, bukan pula mau membalas pesan dari teman lama yang rajin mengirim video lucu tiap subuh. Ia mau membuka mobile banking.
Dulu, kata Sucita, urusan bank itu seperti perjalanan haji kecil: harus antri, sabar, dan siap bertemu orang-orang yang sama-sama menunggu panggilan. Sekarang, jarak antara niat dan transaksi hanya sejauh sidik jari di layar. Digital banking menghapus antrian, tapi entah kenapa ia justru merasa mendapat lebih banyak waktu untuk mengantri pada hal-hal lain: mengantri di jalan Singaraja–Seririt, mengantri pesan nasi jinggo di pojok pasar, mengantri kabar dari saudara di rantau.
CIMB Niaga, misalnya, dengan OCTO Mobile-nya, membuat hidup terasa seperti bisa dipercepat. Bayar listrik? Tinggal ketik. Kirim uang ke teman di Jawa? Tinggal geser layar. Bahkan membuka tabungan berjangka atau mengatur auto-debit kini tak perlu bersalaman dengan satpam bank. Sucita pernah iseng membayar iuran subak lewat aplikasi, dan kelian subaknya sampai menelepon: “Yan, ini beneran kamu yang bayar lewat HP? Hebat juga ya, kayak anak kota.”
Namun di balik layar yang dingin, Sucita melihat sesuatu yang hangat: kepercayaan. Warga kampung mulai percaya uangnya bisa berpindah tanpa uang itu sendiri berpindah tangan. Orang tua mulai percaya pada ponsel anaknya untuk membayar tagihan. Dan dirinya sendiri mulai percaya bahwa hidup tak melulu harus ditempuh dengan langkah kaki — kadang cukup dengan sentuhan jempol.
Di warung kopi itu, sambil menyeruput kopi yang mulai dingin, ia sadar satu hal: teknologi seperti ini bukan sekadar mempermudah transaksi, tapi juga memindahkan ritme hidup. Seperti memindahkan kursi di bale bengong: tata letaknya berubah, tapi rumah tetaplah rumah. Bedanya, kini ia tak lagi harus pergi ke bank setiap tanggal tua. Ia hanya perlu pergi ke warung kopi, memastikan koneksi internet bagus, dan membiarkan hidupnya berjalan sambil login. [T]
Desa dimana saja penuh sampah plastik karena alasan mendasar, bahwa plastik perlu waktu puluhan atau rartusan tahun agar bisa lumat. Jika sampah organik seperti plastik maka sudah...
Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 tahun 2019 ini diwarnai juga oleh tari dan lagu-lagu dari seniman-seniman Tiongkok atau Cina. Mereka, sebanyak 26 kelompok seniman yang berasal dar...
Wayang Wong Tejakula, Buleleng, diperkirakan usianya sekitar tiga abad. Namun hingga kini tetap bertahan. Bahkan ketika tampil dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 di Kalangan An...
Bentuk tidak abadi, dia berubah. Warna juga tidak abadi, dia pudar. Kekayaan tidak abadi, ia bisa habis. Hidup juga tidak abadi, kita bisa tua dan mati. Pikiran juga tidak tetap....
Karya film bisa menjadi gambaran sebuah bangsa. Melalui karya visual ini kerap dititipkan pesan kebudayaan bahkan politik dari negara asal film tersebut. Bagaimana figur Ram...
Juni adalah bulan yang sangat sakral bagi para peserta didik dan tenaga pendidik. Ritual pembagian rapot sebagai hasil akhir dari sebuah pembelajaran selama satu tahun akan d...
Kelompok-kelompok seniman dari Jepang, baik tari maupun musik, cukup rajin bermain dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) di Bali dan hampir selalu mendapat perhatian dari publik penikma...
Saudara di Malang senang bisa mengantar saya ke Blitar, tepatnya di dusun Bendo Gerit. Di kota ini Bung Karno dimakamkan. Maka pas pada Bulan Bung Karno (2019), saya sampai di Bli...
Menjadi dewasa ternyata tidak sebercanda itu. Menjadi dewasa itu melelahkan. Lahir di penghujung tahun 1996 membuat usia saya kini hampir menginjak angka 23. Di sebuah warung k...
Sebagai seorang pekerja media saya tentu selalu bergelut dengan peristiwa atau isu yang menjadi perhatian publik. Setelah ramai-ramai urusan pemilihan presiden 2019 kemarin, rutin...