Puisi-puisi Heski Dewabrata | Yang Ditulis dari Ruang Hampa
Yang Ditulis dari Ruang Hampa Aku mencintaimu sejak 20 menit yang laluKusebut itu cinta pada pandangan pertamaNamun nyatanya itu hanya gangguan saraf motoriksaat mataku melirik...
Pagi itu, Wayan Sucita duduk di sebuah warung kopi di Buleleng, tak jauh dari simpang tiga yang selalu ramai oleh suara klakson dan teriakan tukang sayur. Di depannya, segelas kopi Bali tubruk yang aromanya seperti pagi yang terlalu jujur. Di tangannya, ponsel yang layarnya memantulkan wajahnya sendiri, sedikit kusut tapi penuh rencana. Ia bukan mau membuka media sosial, bukan pula mau membalas pesan dari teman lama yang rajin mengirim video lucu tiap subuh. Ia mau membuka mobile banking.
Dulu, kata Sucita, urusan bank itu seperti perjalanan haji kecil: harus antri, sabar, dan siap bertemu orang-orang yang sama-sama menunggu panggilan. Sekarang, jarak antara niat dan transaksi hanya sejauh sidik jari di layar. Digital banking menghapus antrian, tapi entah kenapa ia justru merasa mendapat lebih banyak waktu untuk mengantri pada hal-hal lain: mengantri di jalan Singaraja–Seririt, mengantri pesan nasi jinggo di pojok pasar, mengantri kabar dari saudara di rantau.
CIMB Niaga, misalnya, dengan OCTO Mobile-nya, membuat hidup terasa seperti bisa dipercepat. Bayar listrik? Tinggal ketik. Kirim uang ke teman di Jawa? Tinggal geser layar. Bahkan membuka tabungan berjangka atau mengatur auto-debit kini tak perlu bersalaman dengan satpam bank. Sucita pernah iseng membayar iuran subak lewat aplikasi, dan kelian subaknya sampai menelepon: “Yan, ini beneran kamu yang bayar lewat HP? Hebat juga ya, kayak anak kota.”
Namun di balik layar yang dingin, Sucita melihat sesuatu yang hangat: kepercayaan. Warga kampung mulai percaya uangnya bisa berpindah tanpa uang itu sendiri berpindah tangan. Orang tua mulai percaya pada ponsel anaknya untuk membayar tagihan. Dan dirinya sendiri mulai percaya bahwa hidup tak melulu harus ditempuh dengan langkah kaki — kadang cukup dengan sentuhan jempol.
Di warung kopi itu, sambil menyeruput kopi yang mulai dingin, ia sadar satu hal: teknologi seperti ini bukan sekadar mempermudah transaksi, tapi juga memindahkan ritme hidup. Seperti memindahkan kursi di bale bengong: tata letaknya berubah, tapi rumah tetaplah rumah. Bedanya, kini ia tak lagi harus pergi ke bank setiap tanggal tua. Ia hanya perlu pergi ke warung kopi, memastikan koneksi internet bagus, dan membiarkan hidupnya berjalan sambil login. [T]
Yang Ditulis dari Ruang Hampa Aku mencintaimu sejak 20 menit yang laluKusebut itu cinta pada pandangan pertamaNamun nyatanya itu hanya gangguan saraf motoriksaat mataku melirik...
BANYAK kasus yang terjadi dalam industri pariwisata di beberapa negara. Terbaru, warga lokal atau warlok menolak kehadiran wisatawan di negaranya. Alasannya beragam, mulai dari pe...
SETIAP tahun, ribuan mahasiswa Politeknik Negeri Bali (PNB) turun ke masyarakat untuk menjalankan salah satu amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi: pengabdian. Tahun ini, kegiatan it...
DALAM sejarah sains modern, kita sering mendengar nama Albert Einstein dielu-elukan sebagai simbol jenius. Namun, di balik teori relativitas umum yang mengubah wajah fisika selama...
APAPUN itu, semuanya harus dilakukan dengan kesadaran penuh. Dari lubuk hati yang paling dalam (nekeng twas). Mengolah tanah, memimpin ritual, berpolitik, menulis, belajar, sampai...
AIR adalah bagian yang terpenting dalam hidup kita. Alam semesta sebagian besar diisi oleh air, begitu juga tubuh kita, sebagian besar kandungannya adalah air . Karena kita hid...
MUNGKIN terdengar aneh, seseorang yang awalnya tidak terbiasa membaca dan menulis, tapi lewat jalan pendidikan yang cukup berliku, ia akhirnya ketagihan membaca, menulis, dan akti...
KERAJAAN Rantawulung dikenal sebagai negeri yang makmur, namun di dalam istana, benih pengkhianatan tumbuh di hati Raja Bhre Manendra. Ia tidak pernah melupakan penghinaan yang di...
Malioboro dan Sederet Kursi yang Tak Jelas Siapa Penghuni Kembali di sebuah kursiaku membesuk Malioboroyang mulai letih lenguhannya.Daun-daun gugur, membingkailapuk dari sebuah...
GENERASI Z, atau sering disebut Gen Z, adalah generasi yang tumbuh di lingkungan yang serba terhubung dengan dunia maya, era di mana teknologi maju begitu pesat dan sangat lengkap...