Artikel ini adalah catatan kuratorial paneran seni rupa "Buda Kecapi: Seni dan Penjelajahan ke Dalam Diri" serangkaian Singaraja Literary Festival, 25-27 Juli 2025 di Galeri Paduraksa FBS Undiksha Singaraja
ISU atau wacana tentang kesehatan mental—yang di dalamnya mencakup aspek kejiwaan maupun emosional—jika dilihat dalam konteks Buda Kecapi sebagai sebuah metode Art Therap, maka dapat dilihat dalam dua konteks, yakni dari aspek seni (estetika) maupun konteks narasinya.
Konteks narasi dalam Buda Kecapi secara umum membahas tentang dua hal, yakni tentang pengetahuan mengolah sarana pengobatan (Osadha-Osadhi)—pengetahuan tentang pengolahan berbagai tumbuhan yang menghasilkan ramuan obat-obatan—maupun dari aspek filosofis (sastra), yaitu tentang aksara yang mengandung spirit ataupun energi yang bermanfaat dalam penyembuhan baik penyembuhan secara fisik maupun psikis.
Aksara ini bertranformasi menjadi suara(bunyi), nada , rupa dan mandala (bahkan dalam konteks teologi adalah simbol energi dewata). Dalam konteks seni (estetika), khususnya seni rupa, aspek rupa maupun mandala ini dapat disetarakan dengan berbagai elemen rupa, yakni titik, garis warna, tekstur, komposisi, ruang, dan lain sebagainya.
Praktik aktivasi energi aksara dalam diri ini berkorelasi dalam konteks penciptaan karya seni rupa yang di dalamnya terdapat aspek latihan untuk memfokuskan pikiran, pengolahan napas, atau praktik yoga dalam dunia spiritual maupun laku meditatif dalam proses penciptaan karya seni, di mana seorang kreator (seniman, perupa) larut dalam laku dan proses kreatifnya yang bermuara pada pengenalan maupun evaluasi diri dan bertumbuhnya kesadaran diri dalam mengharmonisasikan berbagai aspek emosional dan psikologis.
Praktik berkarya seni rupa seperti melukis, menggambar, adalah proses paling sederhana dan mudah untuk dilakukan sebagai suatu tindakan pelepasan berbagai gangguan emosional dan psikologi yang bermuara pada bertumbuhnya kesadaran untuk memahami diri dan semesta serta berkembangnya aspek imajinasi dan kreatifitas.
Sebagai sebuah metode, Buda Kecapi menarik untuk digali lebih dalam dengan memadankannya terhadap praktik-praktik berkesenian pada pelaku seni. Pada perkembangannya, metode yang pada pandangan ini mengacu kepada suatu prosedur, teknik atau langkah untuk melakukan sesuatu di dalam upaya mencapai suatu tujuan bisa menjadi sebuah pendekatan yang menyegarkan dalam dunia kesehatan.
Sederhananya, tentang mengalih-mediakan sisi emosional pada diri manusia ke dalam media seni yang di dalamnya terdapat kemewahan imajinasi sekaligus memiliki kekuatan menyelaraskan atau mengharmonisasikan energi, dengan demikian, Art Therapy adalah bentuk yoga dalam wujud praktik penciptaan rupa di mana seni sebagai medianya.[T]
Penulis: I Wayan Seriyoga Parta, Dewa Gede Purwita, I Made Susanta Dwitanaya Editor: Jaswanto
SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada teknik memasak rumit, tak ada permainan api sp...
DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari Gresik, Surabaya, dan Sidoarjo itu mendomi...
BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan berantai menyebar di grup WhatsApp,...
PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang bukan hanya untuk berkuliner ria, tapi juga mendeng...
LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui jaringan. Literasi digita...
Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid?
Begitu erat, cara kita mengaitkan ke...
Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para sporter sepak bola ya...
LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam kerangka teori komunikasi dan budaya, Af...
Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah setelah hujan itu menjadi saksi tumbuhnya semangat...
SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang di depan loket, tidak ada aroma popcorn yang ter...