Dikritik Dulu, Dipuji Kapan-Kapan
DIKRITIK atau dipuji? Pilih mana? Tentu ada yang pilih dikritik atau pilih dipuji. Sudah pasti di antara kita ada yang suka dikritik saja atau dipuji saja. Ada juga yang suka kedua...
MEMBACA kembali teks yang berkenaan dengan Buda Kacapi seperti masuk pada sebuah bangunan pengetahuan dalam siklus hidrologi. Air itu telah berada di muaranya kemudian menguap ke angkasa, menggumpal menjadi awan dan jatuh sebagai hujan.
Air hujan lantas diserap oleh tanah, dikeluarkan melalui pori-porinya kemudian mengalir pada alur-alur sungai, dari hulu menuju hilir hingga sampai pada muara, menyatu kembali dengan samudra dan menguap kembali menjadi awan. Sebuah siklus berulang yang pada prosesnya membawa kita pada suatu kesadaran pengetahuan tentang sistem tubuh fisik dan tubuh mental (spiritual).
4a. …raris humatur sang Buddhakcapi, pukulun bhatara Yang Nini, panga-
4b. stawaning kawula, kawula minta sih pangawruha, ring bwana hagung, mwang bwana halit, panugrahaning bhatara, ring maka hadnyana sidhi sakti, lamakane sun tan kasoran, ring sapa samaning kabeh.—Sang Hyang Buda Kecapi.
Sistem tubuh dalam manuskrip pengetahuan Bali [lontar] sering sekali memuat narasi dua dimensi yang saling berkaitan, disebut dengan bhwana alit dan bhwana agung atau ring jero dan ring jaba. Kedua dimensi ini konon harus dipahami dan diseimbangkan, tujuannya adalah satu, yaitu harmonisasi, sebab pada harmoni itu keindahan dan kebahagian utama dapat dirasakan. Mudah diucapkan tetapi susah untuk dilakukan, ya tentu saja, sebagaimana Sang Buda Kecapi melakukan laku tapa samadhi dengan tekun berujung kepada diberikannya sang Buda Kecapi anugrah dewata oleh Hyang Nini [Durggha].
Sang Buda Kecapi memiliki pengetahuan tentang aksara, tentang nada suara, tentang aksiologi alam dan hakikat dimensional tubuh dan upaya harmonisasi jaringan-jaringannya melalui tumbuh-tumbuhan yang kemudian disebut osadha.
Kesamaan dimensional antara tubuh manusia dengan alam dalam manuskrip-manuskrip Bali mempergunakan Bijaksara atau aksara suci dan secara langsung berhubungan dengan organ tubuh, mandala mata angin, energi kedewataan, warna. Dalam pandangan mistik, meminjam diksi Granoka Gong bahwa ada gelombang nada yang dapat diketuk di dalam diri dan dihidupkan untuk menyatu dengan gelombang alam guna mencapai penyatuan estetik manusia mahardika.
Hooykaas dibantu oleh Hinzler dalam Kama anda Kala (1973) menyebutkan bahwa naskah Buda Kecapi adalah risalah yang memiliki banyak versi, terutama dalam versi Buda Kecapi Cemeng (Kirtya 294) yang memuat tentang kaputusan atau pengetahuan rahasia yang berkaitan dengan naskah Dharma Pawayangan, isinya tentang kaputusan dari empat kekuatan dewata dalam figur punakawan lengkap dengan Bijaksara.
Hal di atas mengingatkan kepada tulisan Damais yang mengumpulkan kutipan-kutipan terkait mandala dalam berbagai kebudayaan, beberapa di antaranya bersumber dari manuskrip Bali yang juga memiliki kesamaan dengan manuskrip Tutur Buda Kecapi (Pusdok Bali) tentang cerita asal muasal dunia dan mandala mata angin melalui teologi Panca Kosika, pada Tutur Buda Kecapi lebih spesifik kemudian menarasikan wujud manifestasinya yang memiliki empat wajah (catur mukha) sebagai simbol kekuatan Brahma.
12b. mwang sahi sira bhatara Brahma, Kretin hida sarwwa baksa, beddha rupa nira, tatenggek pat, rupani kang hulun kadi naggha sawiji, bwaya sawiji, macan sawiji, haranya Boddhakcapi sarinya, sama mawa haksara, sowang sowang sira dadi panunggunig rare, phalanya taman hapa hapa, dirggha yusa hanghing yatna juga, hana buh haksara iki, manyting wtu, yan patut hanabuh aksara ika, dhak bhatara, maka-
13a. purwaning dadi jadma—Tutur Buda Kecapi
Buda Kecapi sebagai sebuah konsep dalam Art Theraphy memiliki relasi dengan dunia psikologi, Jung (2017) menuliskan bahwa perkembangan psikologis modern membimbing ke arah pemahaman yang lebih baik tentang apa yang sebenarnya menyusun manusia.
Pada dasarnya semua kepercayaan yang bersifat teologis menuliskan narasi tentang kosmologi, dewata atau nabi-nabi, tentang ketuhanan pada versi yang hampir serupa, manusia kemudian mendapatkan wahyu ilahiah dan dituliskan sedemikian rupa.
Jung menyatakan dengan istilah psyce untuk membawa pembahasan tentang jiwa dan pikiran dalam sudut pandang psikologi, jiwa merujuk kepada totalitas semua proses psikis sadar dan tidak sadar dalam diri seorang individu. Isitlah psyce merangkul wilayah luas yang berkenaan dengan pikiran, perasaan, ingatan, dan naluri, dan dipahami sebagai sistem pengaturan diri menuju harmonisasi individu, jiwa dan pikiran adalah bentuk kesadaran dengan menekankan peran penting alam bawah sadar.
Manusia harus memahami bagaimana dirinya tersusun dari waktu ke waktu, dari masa ke masa, apa yang membuatnya hidup, apa yang mampu menyentuh berbagai rasa yang melingkupi diri. Apabila kita mengarahkan persoalan psikologis sebagaimana Jung menarasikan tentang psyce maka sangatlah wajar dalam manuskrip Sanghyang Buda Kecapi (salah satunya) menguraikan panjang lebar tentang berbagai aksara suci yang bersemayam di dalam organ-organ tubuh manusia, relasi tentang tubuh manusia dengan alam semesta dalam teori mandala, dengan kata lain bahwa aksara memiliki suara ketika diucapkan.
Serupa dengan pemikiran Granoka Gong tentang Musik-Linguistik-Mistik, unsur utama musik adalah nada yang di dalamnya terkandung susunan ruang dan waktu sedangkan pada seni rupa adalah titik, garis, tekstur dan warna yang dapat diakumulasikan membentuk kedalaman intensitas-intensitas tertentu sekaligus mampu menyentuh persoalan kejiwaan manusia.
Pada terminologi lango (estetika) disebut sebagai kondisi kalangwan, sebuah proses atau praktik yang memicu ulang-alik dari kondisi ekstasis dan katarsis. Kniazzeh (1981) menegaskan bahwa the essential feature of dynamically oriented art therapy is free art expression.
Ya, art theraphy adalah bentuk perawatan diri individu atas persoalan pikiran dan jiwa secara mendalam melalui kebebasan berekspresi yang ditawarkan oleh aktivitas berkesenian. Buda Kecapi menawarkan bentuk pengetahuan penyadaran tubuh manusia melalui aksara dan suara aksara organ-organ tubuh sedangkan praktik terapi seni (rupa) menawarkan kebebasan berekspresi melalui unsur-unsur esensial seni (rupa) itu sendiri.[T]
Lontar Buda Kecapi Cemeng, IIIC / 294, Kol. Gedong Kirtya Singaraja.
Lontar Sang Hyang Buda Kecapi, II/X/2/Dokbud, Kol. Pusdok Bali.
Lontar Tutur Buda Kecapi, II/VII/3/Dokbud, Pusdok Bali.
Lontar Usadha Buda Kecapi, II/I/10/Dokbud, Pusdok Bali.
Damais, Louis-Charles. 1995. Epigrafi dan sejarah Nusantara : Pilihan Karangan Louis-Charles Damais. Jakarta : Ecole Francaise d`Extreme-Orient
Granoka Gong, Ida Wayan Oka. 2009. Reinkarnasi Budaya: Manifestasi Dorongan Kuat untuk Bereinkarnasi di dalam Tubuh Kebudayaan yang Berbhineka Tunggal Ika. Denpasar: Maha Bajra Sandhi.
Hooykaas, C. 1970. Kama and Kala: Material for the Study of Shadow Theatre in Bali. Amsterdam:North Holland Publishing Company.
Jung, CG. 2017. Psikologi dan Agama. Yogyakarta: IRCISoD.
Kniazzeh, CR. 2016. Art Therapy. New York: Basic Books and International Psychotherapy Institute.
Penulis: Dewa Purwita Sukahet
Editor: Jaswanto
DIKRITIK atau dipuji? Pilih mana? Tentu ada yang pilih dikritik atau pilih dipuji. Sudah pasti di antara kita ada yang suka dikritik saja atau dipuji saja. Ada juga yang suka kedua...
WARGA di Kelurahan Kampung Singaraja tengah bergegas. Pria, perempuan, tua, anak-anak, semuanya bergegas. Mereka bergegas menuju Masjid Nurrahmah yang terletak di tengah-tengah pem...
AKHIRNYA DPD PDI-P Bali mengumumkan secara resmi bahwa Dewa Nyoman Sukrawan dipecat dari PDI-P. Ini bukan berita mengejutkan sesungguhnya. Karena jika berpatokan pada tabiat partai...
PROMOTOR adalah istilah untuk menyebut sekelompok penggagas sebuah kegiatan, di lingkungan lembaga formal dan non-formal. Promotor membangun dan mengembangkan ide serta inovasi-ino...
KINI Buleleng punya dua nama beken: Putu Agus Suradnyana dan Dewa Nyoman Sukrawan. Jangan mengaku keren jika tak kenal dua nama itu. Atau, bolehlah tidak kenal. Tapi sungguh keterl...
BALI dilanda banjir. Dan ketika banjir melanda, jalan seperti sungai, halaman rumah jadi kolam, dan lapangan bola serta taman kota jadi danau, maka beritanya langsung heboh di medi...
Cerpen: Yoyo Raharyo SUKRI masih duduk termenung di beranda rumah sepupunya, di sebuah desa yang tenang di Kota Air. Sore itu, lelaki 45 tahun ini membayangkan kembali kejadian sem...
APA kabar komik Indonesia? Bagaimana harimu saat ini? Masih dapatkah kujumpai serial pewayangan R.A Kosasih? Atau apa kabar aksi pahlawan “Si Buta dari Gua Hantu” yang sejak tahun...
“Berikan aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, Berilah aku sepuluh pemuda niscaya akan ku guncangkan dunia” – Ir. Soekarno SEJARAH panjang mahasiswa dan...
Setiap manusia mengidamkan seorang pahlawan untuk hapuskan derita dari tirani yang usang yang kini kadaluarsa (Dimanakah Dia , Zat Kimia) DUA penggalan lirik i...