Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar
10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi pada tulisan. Satu kolom pada...
EVENT Dharma Duta Week #4 Institut Agama Hindu Mpu Kuturan (IMK) akan digelar selama tiga hari, dari tanggal 28, 29, dan 31 Agustus 2025. Acara itu akan dilaksanakan di Panggung Terbuka Institut Agama Hindu Mpu Kuturan.
Pada event ini, para pengunjung dapat menikmati berbagai acara dan aktivitas, seperti webinar, pameran UMKM, lomba-lomba, serta pentas seni budaya yang menggembirakan.
Kegiatan itu bertemakan “Abhinaya Cakra Aksata Dharma Duta”. Tema itu diambil karena memiliki makna sangat dalam sebagai proses kegiatan yang penting.
Menurut Ketua Panitia Gede Arik Ardika, “Abhinaya” memiliki arti semangat, sedang pada kata “Cakra” adalah singkatan dari cita karya aksi.
“Yang melambangkan senjata salah satu tokoh pewayangan yang memiliki sifat cerdas, kuat, dan bijaksana,” kata Gede Arik Adika.
Sementara pada kata “Aksata” memiliki arti tidak pernah terputus, yang merepresentasikan keberlanjutan dari HMJ Dharma Duta untuk mewadahi pemikiran-pemikiran ataupun karya inovatif dan dapat diimplementasikan melalui tindakan nyata.
Gede Arik Adika juga menegaskan, bahwa kegiatan yang diselenggarakan oleh HMJ Dharma Duta memiliki tujuan mendukung program Presiden bidang pendidikan dalam meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pendidikan. Meningkatkan sportivitas dan daya juang mahasiswa dan dosen.
Meningkatkan motivasi para dosen dalam proses belajar mengajar, dan menumbuhkan semangat belajar mahasiswa serta meningkatkan keakraban.
Dan yang paling penting, juga sebagai ajang promosi bagi kampus dengan prestasi segudang.
“Sebagai bentuk pertanggungjawaban publik (akuntabilitas) terhadap apa yang telah kita lakukan,” lanjut Gede Arik Adika.
Melalui kegiatan itu, IMK menawarkan beragam program studi yang menarik, termasuk Manajemen Ekonomi, Pariwisata Budaya dan Keagamaan, Ilmu Komunikasi, dan Penerangan Agama Hindu.
Kemudian prestasi yang diraih oleh mahasiswa Jurusan Dharma Duta telah menjadi inspirasi yang nyata bagi generasi muda, seperti Gede Bagus Kusuma Wardana yang menjadi Juara 1 Lomba Dharma Wacana Online Tingkat Nasional 2025, Ketut Dwi Kayana dan Gede Arix Wahyudi Jana Putra yang menjadi Juara 2 Lomba Cipta Lagu Rohani Hindu “Hindu Channel Creative Video Competition” Tingkat Nasional.
Lanjut Ni Putu Anik Mahaswari, Gede Agus Eka Pratama, Pande Putu Jana Wijnyana, dan Ni Ketut Tiara Sukra Wedani yang menjadi Juara 2 Lomba Video Edukasi Tingkat Nasional oleh Green Youth Bali.
Selain itu, Gede Arik Adika juga menjelaskan bahwa event ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat solidaritas dan kebersamaan antar mahasiswa jurusan, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas akademik dan non-akademik mahasiswa.

Foto kegiatan pada Dharma Duta Week #3
Dengan adanya Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), diharapkan dapat menjadi wadah untuk berkumpulnya mahasiswa dalam upaya bersama-sama saling mengembangkan kualitas individu, saling belajar, dan saling membantu dalam meningkatkan keilmuan dan pengalaman dalam lembaga.
Pada event itu, ada beberapa cabang lomba yang mereka kompetisikan Se-Buleleng, dengan menyasar peserta lomba seperti siswa SMA/SMK, mahasiswa, pelaku UMKM dan masyarakat umum.
Waktu pendaftarannya dari tanggal 13 Juli-14 Agustus untuk Lomba Short Video (dibuka untuk usia 18-25 tahun), Lomba Pewara atau Pembawa Acara (dibuka untuk umum dengan rentang usia 18-25 tahun).
Kemudian Lomba Destination Vlog dengan tema “Hidden Gem Buleleng Destination”, dan Lomba Dharma Wacana dengan tema “Dharmana Caritranirmanam (Membangun Karakter Lewat Dharma”.

Foto kegiatan pada Dharma Duta Week #3
Dharma Duta Week #4 kali juga ini dilaksanakan dengan melibatkan sebanyak 66 mahasiswa dengan proses seleksi yang ketat. Sehingga dapat meyakinkan, acara itu akan meriah karena dikerjakan sungguh-sungguh.
Menantikan hari H tiba, Gede Arik Adika berharap dengan semangat kebersamaan itu, kegiatannya dapat mengenalkan IMK sebagai kampus pendidikan berkualitas yang terjangkau bagi seluruh masyarakat itu, dikenal secara luas—lintas usia.
“Mari kita kawal bersama demi generasi penerus yang cerdas dan terampil melalui kegiatan ini.” kata Gede Arik Adika. [T]
Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole
10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi pada tulisan. Satu kolom pada...
SEKAA Dramatari Arja Sudhamala ini baru pertamakali pentas di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Bahkan, sekaa kesenian tradisional Bali yang memadukan unsur drama, tari, dan nyanyi...
LAGU “A Salty Dog” oleh Procol Harum (1969), dengan lirik karya Keith Reid, adalah elegi tentang pelayaran terakhir, tentang manusia yang berangkat dengan keberanian, namun akhirn...
PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa kehadiran Presiden Prabowo Subianto sempat menimbu...
“Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama, dalam acara ‘NGERUMPI’: Ngobrol Se...
MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa. Apalagi ketika ia mulai berbicara dengan logat...
DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku diajari bahwa Barong adalah pelindung, bukan pemangsa....
Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang tua yang tak mau purnaMereka tak punya bat...
“Mari kawan bersama kita bekerja, bersihkan lingkungan….” ITU adalah penggalan tembang yang menjadi salah satu hal menarik dari pementasan kesenian janger tradisi d...