“Full Day School”, Bentuk Generasi Emas atau Generasi Cemas?
GELI juga membaca berita tentang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang menggagas sistem "full day school" untuk pendidikan dasar (SD dan SMP), baik negeri maupun...
NAMANYA Putu Bunga Adelia Pregiwa Dewi. Ia putri asal Desa Tukadmungga, Kabupaten Buleleng, yang berhasil memuncaki ajang pageant anak Indonesia. Ia berhasil meraih gelar Miss Kids Culture Global Indonesia 2025.
Dengan gelar itu, Putu Bunga akan melanjutkan perjuangannya ke ajang internasional Kids Star International di Bangkok, Thailand, 1 hingga 8 Desember 2025 mendatang.

Piala Miss Kids Culture Global Indonesia 2025 milik Putu Bunga Adelia | Foto: Ist
Prestasi yang diraih Putu Bunga ini tentu saja membanggakan. Ia tampil di panggung dunia, sekaligus menjadi duta budaya yang membawa nama baik daerah, Bali, dan bangsa Indonesia.
Sejak usia dini, Bunga dikenal aktif dalam kegiatan modelling. Kepiawaiannya dalam membawakan busana daerah, rasa percaya diri, serta semangatnya mempromosikan kekayaan budaya Indonesia khususnya Bali menjadi nilai lebih yang mengantarkannya meraih gelar tersebut.
“Kami sekeluarga sangat terharu dan bangga. Bunga memang sejak umur 3 tahun sudah menunjukkan minat besar terhadap dunia modelling. Kami selalu mendukung apapun langkahnya, termasuk saat harus mewakili Indonesia di kancah internasional nanti,” kata ibunda Putu Bunga, Sabtu, 2 Agustus 2025.

Piala Miss Kids Culture Global Indonesia 2025 milik Putu Bunga Adelia | Foto: Ist
Miss Culture Global Indonesia sebagai penyelenggara menyatakan bahwa gelar yang diraih Bunga bukan sekadar simbol kemenangan, tetapi juga amanah untuk membawa misi kebudayaan Indonesia di panggung global. Bunga diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak lain di seluruh Indonesia.
Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, Putu Bunga Adelia diharapkan mampu menjadi representasi anak Indonesia yang cerdas, berbudaya, dan siap bersaing di level dunia. [T]
Reporter: Rilis Kominfosanti Buleleng
Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole
GELI juga membaca berita tentang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang menggagas sistem "full day school" untuk pendidikan dasar (SD dan SMP), baik negeri maupun...
HAY, ges, Salam Sejahtera untuk ges ges semua di seantero jagad Indonesia tercinta. Semoga semua masih dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa dan selalu memegang teguh ideologi Panca...
RATUSAN anak mendadak berlarian dari sisi barat dan timur Taman Lumintang, Denpasar. Mereka menghambur begitu saja di tengah-tengah lapangan. Mereka menari, berlari, kejar-kejaran,...
Cerpen: Surya Gemilang PARA pengunjung Taman Palakosa dibuat menganga pada sore itu oleh kehadiran seorang pria bertubuh kekar yang wajahnya abnormal; ia bermata tiga—m...
RASANYA baru kemarin saya menjadi mahasiswa semester 6 dan kini sudah beranjak ke semester 7. Segala pahit getir hari-hari di semester 6 yang agak jahanam akhirnya bisa saya lalui...
“Dadi minum, sakewale abedik!” begitu pesan luhur dari Sembroli. Dan kalimat itu dikatakan berkali-kali. Setiap kali menyebut “pesan luhur”, ia selalu angkat gelas dan menenggak ar...
PAGI tadi aku duduk di sebuah kursi taman di belakang gedung kampusku yang baru. Sudah tiga hari aktivitas ini aku lakukan. Aku pun sebenarnya tidak betul-betul tahu untuk apa dan...
MEDIA Sosial tentunya memberikan banyak manfaat. Mulai dari sarana untuk mengekspresikan diri, bertukar informasi, mencari lebih banyak teman, bahkan untuk menjalankan sebuah bisni...
BELAJARLAH pencitraan dari kuliner khas Buleleng, terutama dari lawar getih. Karena pencitraan itu adalah pertunjukan tentang “rasa dan kesan” yang serupa antara apa yang dilihat m...
SINTHA Pramadewi terlihat serius melihat aksara demi aksara yang tertulis di atas selembar daun lontar. Dengan terbata-bata ia berusaha membaca aksara demi aksara, yang ukurannya t...