Buku, Gaya Hidup, dan Keterasingan...
HARI ini sama seperti hari-hari lalu. Seperti biasa aku membaca buku sebelum berangkat kuliah. Di kos yang sempit, panas, dan berdebu. Kos yang selalu kotor dengan puntung kretek b...
RUANG hijau merupakan bagian tak terpisahkan dari kota. Dari segi kepemilikan ruang hijau milik pribadi dimana aksesnya dibatasi berupa pekarangan rumah dan gedung serta lahan milik pribadi yang ditanami berbagai tanaman seperti kebun pekarangan. Ruang hijau yang dimiliki publik dan dikelola oleh pemerintah kota berupa taman kota dan hutan kota. Selain kedua hal tadi ada pula ruang hijau berupa kebun komunitas yang dikelola oleh warga di suatu kelurahan atau kecamatan.
Idealnya ruang hijau mencakup dua per tiga dari total luas wilayah kota. Ini bertujuan untuk memberikan oksigen, menyerap karbondioksida, dan meredam polusi suara. Selama ini ruang hijau publik hanya difungsikan untuk berolahraga, bermain dan bersantai di atas rumput sambil membawa makanan dan tikar. Hal itu sudah benar, tapi masih harus ada yang ditingkatkan lagi. Taman kota perlu dibagi proporsi pengunaannya agar tidak didominasi oleh lapangan rumput saja. Tanaman yang dapat dimakan, mudah dipelihara, digunakan sebagai obat herbal, minyak atsiri dan menjadi bahan masakan khas suatu daerah ditanam di situ selama cocok dengan keadaan tanah dan iklim kota.
Tentu tidak cocok kalau tanaman dari pegunungan Batur dan Batukaru ditanam di taman kota Denpasar, Gianyar atau Tabanan karena iklim dan tanahnya amat beda. Hendaknya pemerintah mendirikan pusat informasi mengenai jenis jenis tanaman yang ada di taman kota yang berisi nama ilmiah, daerah asal, kondisi tempat yang cocok dan kegunaan tanaman. Ini bertujuan untuk edukasi warga mengenai tanaman tanaman berguna yang dapat ditanam di halaman rumah atau dibudidayakan di pinggir kota karena kondisi iklim dan tanah di taman kota relatif sama dengan di pinggir kota dan pekarangan rumah yang berada di dalam kota
Taman kota yang demikian dapat berkontribusi untuk kesehatan warga karena itu menjadi sumber informasi untuk tanaman obat yang berpotensi tumbuh layak di halaman rumah warga kota. Berjalan jalan di taman yang memancarkan kewangian alami dari tanaman tanaman untuk minyak atsiri dapat memberikan kelegaan. Keindahan dan keharuman taman kota muncul berkat tanaman aromatik yang bunga, buah atau daunnya dapat dijadikan minyak atsiri saat dikeringkan dan disuling serta tampilannya yang indah. Taman kota dapat berkontribusi secara tidak langsung dalam ekonomi usaha kecil menengah dan besar dengan banyaknya warga kota yang mengenal tanaman tanaman pangan obat dan minyak atsiri secara langsung yang mana akan berpotensi mengundang orang untuk budidaya tanaman pangan obat dan minyak atsiri.
Berkat pengetahuan dan sumber informasi ini, orang orang yang menggemari pengolahan tanaman dapat bekerja sama membentuk badan usaha untuk mendirikan fasilitas pengolahan yang mana itu berarti menyiapkan lahan, gedung dan peralatan yang akan menghasilkan produk olahan seperti makanan obat obatan dan minyak atsiri serta limbah organiknya menjadi kompos . Di dalam badan usaha ada memasarkan produk olahan. Jadi dari sini, taman kota yang edukatif dapat berkontribusi untuk menggerakkan ekonomi karena masyarakat kota mengenal jenis tanaman yang dapat digunakan , bagian yang dapat diolah dan hasil olahan tanaman ini.
Taman kota berfungsi sebagai rekreasi, edukasi, pengharum dan penghias dan secara tidak langsung sumber nutrisi dan obat bahkan ekonomi wilayah perkotaan. Anak anak dapat belajar cara menjaga kesuburan tanah yang menjadi dasar dari ekosistem taman kota untuk memproduksi sayur, buah, umbi, daun, batang, dan bunga. Mereka akan memperoleh pengetahuan untuk mengenal bagian tanaman yang akan dijadikan makanan, obat, dan pengharum. Kaum muda ini dengan kreativitas dan inovasinya akan menggali potensi potensi pada tanaman yang ada di taman kota untuk ditingkatkan nilai gunanya.
Satu hal paling penting yang didapat oleh semua kalangan mulai dari anak anak hingga manula dan selalu relevan sepanjang zaman adalah menyadari kesuburan tanah dan kejernihan air sebagai infrastruktur utama untuk tanaman yang menghasilkan pangan, obat, dan pewangi. Taman kota yang demikian itu memberikan fasilitas terbuka untuk publik secara gratis untuk dikunjungi, dan pendidikan. [T]
Penulis: Doni Sugiarto Wijaya
Editor: Adnyana Ole
HARI ini sama seperti hari-hari lalu. Seperti biasa aku membaca buku sebelum berangkat kuliah. Di kos yang sempit, panas, dan berdebu. Kos yang selalu kotor dengan puntung kretek b...
Musik baru adalah kesinambungan tradisi musik klasik, yang mewakili perintisan dan kreativitas dari musik klasik tersebut. Lagi pula, musik baru dapat merangkum elemen dari banya...
NYEPI merupakan hari raya umat Hindu yang diperingati setiap tahun. Menjelang tahun baru Saka, berbagai ucapan sudah dipasang dan dipajang di sepanjang jalan. Berbagai lembaga, o...
Rekan-rekan seniman, penikmat seni, kaum terpelajar, budayawan, dan hadirin sekalian. Perkenankan saya mengucapkan terima kasih kepada panitia “Festival Monolog 100 Putu Wijaya” y...
//Meong meong alih ja bikule/ Bikul gede gede / Buin mokoh mokoh /Kereng pesan ngerusuhin/Juk meng… Juk kul..// BEGITU lagu ‘Meong-meong’ mengalun lincah dan meriah di kalangan An...
Buku : Celia dan Gelas-Gelas di Kepalanya Penulis : Lugina W.G dkk Hal : 256 hlm ISBN : 978-602-391-147-9 Cetakan 1 : Mei 2016 Penerbit : DIVA Press MERAWAT tradisi, itulah...
PRAMOEDYA Ananta Toer menyatakan bahwa, Negara yang tidak tahu sejarah adalah negara budak, budak di antara bangsa dan budak bagi bangsa-bangsa lain. Sebab, sejarah sebagai guru da...
TEPUK tangan bersahutan usai tarian “Sesapi Ngundang Ujan” dipentaskan di atas panggung. Pandangan mata ratusan pengunjung di Bentara Budaya Bali masih terpaku pada bentangan layar...
KEMARIN sore Pekak Renes main ke rumah. Tumben lumayan rapi, bercelana panjang berkemeja putih, mirip Jokowi. Sambil ngopi ia bercerita kangin-kauh, mulai dari krisis ekonomi sampa...
ADA yang dilupakan oleh sebagian besar masyarakat Bali dalam menata pembangunan Bali, yaitu air. Air dalam sejarah peradaban Bali memiliki peran paling vital, baik secara spiritua...