RUANG hijau merupakan bagian tak terpisahkan dari kota. Dari segi kepemilikan ruang hijau milik pribadi dimana aksesnya dibatasi berupa pekarangan rumah dan gedung serta lahan milik pribadi yang ditanami berbagai tanaman seperti kebun pekarangan. Ruang hijau yang dimiliki publik dan dikelola oleh pemerintah kota berupa taman kota dan hutan kota. Selain kedua hal tadi ada pula ruang hijau berupa kebun komunitas yang dikelola oleh warga di suatu kelurahan atau kecamatan.
Idealnya ruang hijau mencakup dua per tiga dari total luas wilayah kota. Ini bertujuan untuk memberikan oksigen, menyerap karbondioksida, dan meredam polusi suara. Selama ini ruang hijau publik hanya difungsikan untuk berolahraga, bermain dan bersantai di atas rumput sambil membawa makanan dan tikar. Hal itu sudah benar, tapi masih harus ada yang ditingkatkan lagi. Taman kota perlu dibagi proporsi pengunaannya agar tidak didominasi oleh lapangan rumput saja. Tanaman yang dapat dimakan, mudah dipelihara, digunakan sebagai obat herbal, minyak atsiri dan menjadi bahan masakan khas suatu daerah ditanam di situ selama cocok dengan keadaan tanah dan iklim kota.
Tentu tidak cocok kalau tanaman dari pegunungan Batur dan Batukaru ditanam di taman kota Denpasar, Gianyar atau Tabanan karena iklim dan tanahnya amat beda. Hendaknya pemerintah mendirikan pusat informasi mengenai jenis jenis tanaman yang ada di taman kota yang berisi nama ilmiah, daerah asal, kondisi tempat yang cocok dan kegunaan tanaman. Ini bertujuan untuk edukasi warga mengenai tanaman tanaman berguna yang dapat ditanam di halaman rumah atau dibudidayakan di pinggir kota karena kondisi iklim dan tanah di taman kota relatif sama dengan di pinggir kota dan pekarangan rumah yang berada di dalam kota
Taman kota yang demikian dapat berkontribusi untuk kesehatan warga karena itu menjadi sumber informasi untuk tanaman obat yang berpotensi tumbuh layak di halaman rumah warga kota. Berjalan jalan di taman yang memancarkan kewangian alami dari tanaman tanaman untuk minyak atsiri dapat memberikan kelegaan. Keindahan dan keharuman taman kota muncul berkat tanaman aromatik yang bunga, buah atau daunnya dapat dijadikan minyak atsiri saat dikeringkan dan disuling serta tampilannya yang indah. Taman kota dapat berkontribusi secara tidak langsung dalam ekonomi usaha kecil menengah dan besar dengan banyaknya warga kota yang mengenal tanaman tanaman pangan obat dan minyak atsiri secara langsung yang mana akan berpotensi mengundang orang untuk budidaya tanaman pangan obat dan minyak atsiri.
Berkat pengetahuan dan sumber informasi ini, orang orang yang menggemari pengolahan tanaman dapat bekerja sama membentuk badan usaha untuk mendirikan fasilitas pengolahan yang mana itu berarti menyiapkan lahan, gedung dan peralatan yang akan menghasilkan produk olahan seperti makanan obat obatan dan minyak atsiri serta limbah organiknya menjadi kompos . Di dalam badan usaha ada memasarkan produk olahan. Jadi dari sini, taman kota yang edukatif dapat berkontribusi untuk menggerakkan ekonomi karena masyarakat kota mengenal jenis tanaman yang dapat digunakan , bagian yang dapat diolah dan hasil olahan tanaman ini.
Taman kota berfungsi sebagai rekreasi, edukasi, pengharum dan penghias dan secara tidak langsung sumber nutrisi dan obat bahkan ekonomi wilayah perkotaan. Anak anak dapat belajar cara menjaga kesuburan tanah yang menjadi dasar dari ekosistem taman kota untuk memproduksi sayur, buah, umbi, daun, batang, dan bunga. Mereka akan memperoleh pengetahuan untuk mengenal bagian tanaman yang akan dijadikan makanan, obat, dan pengharum. Kaum muda ini dengan kreativitas dan inovasinya akan menggali potensi potensi pada tanaman yang ada di taman kota untuk ditingkatkan nilai gunanya.
Satu hal paling penting yang didapat oleh semua kalangan mulai dari anak anak hingga manula dan selalu relevan sepanjang zaman adalah menyadari kesuburan tanah dan kejernihan air sebagai infrastruktur utama untuk tanaman yang menghasilkan pangan, obat, dan pewangi. Taman kota yang demikian itu memberikan fasilitas terbuka untuk publik secara gratis untuk dikunjungi, dan pendidikan. [T]
JURU kunci, status yang kini disandang Bali United (BU) pada kompetisi Go-Jek Traveloka Liga 1. Dua kali menelan kekalahan sudah cukup membenamkan skuat berjuluk Serdadu Tridatu in...
MENIKMATI cerpen-cerpen karya anak-anak muda berkebutuhan khusus dalam buku ini, tidak cukup hanya dengan kekuatan mata. Pembaca perlu melibatkan hati/perasaan untuk menggali ‘muti...
JUMAT 14 April 2017, tepat pukul 14.00 wib, Gedung Pendopo Pratanu menjadi saksi perayaan Festival Puisi Bangkalan 2. Para tamu yang terdiri dari penyair, siswa, guru, mahasiswa, d...
LAYAR merupakan antologi cerpen perdana karya Gayatri Mantra. Ketua STKIP Agama Hindu Amlapura, Karangasem, Bali ini menyuguhkan 20 cerpen yang benang merahnya tentang derita cinta...
Cerpen: Raudal Tanjung Banua
SELEPAS sholat tahajud di sepertiga malam, Nenek Syaodah mendengar keok ayam ribut di kandang. Meski sudah tua, telinganya tetap awas dan waspada. Hany...
PEMILIHAN Gubernur atau Pilgub DKI Jakarta 2017 telah usai. Kita, meski tidak tercatat sebagai warga DKI Jakarta dan tinggal di daerah pun merasa lega. Paling tidak sudah berkurang...
“Bagaimanakah caranya mengajarkan berat-ringan kepada anak usia dini pada PAUD? Apakah harus dengan menimbang benda-benda dengan timbangan yang menampilkan angka-angka? Sedangkan,...
KOTA INI HANYA CAHAYA
Sesungguhnya tidak ada yang nyenyak di kota ini
aku mengeram bara malam ke malam
di atas kasur yang juga bara berbincang silsilah bara
tak ada keindahan Wol...
SAYA melihat melalui laman facebook, sejumlah teman saya dari Singaraja sedang berada di Lampung. Dari foto-foto yang saya lihat saya yakin mereka sedang berbahagia. Mereka terseny...
ADA kata-kata kiasan, “Matanya biru saat melihat uang!” Artinya, semua tahu. Seseorang dilukiskan begitu senang melihat uang, saking senang, matanya pun digambarkan hingga biru. Si...