Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat
LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak tahu apa yang terjadi ke d...
LARI merupakan salah satu olahraga yang sangat menarik dan semakin populer di kalangan masyarakat saat ini. Aktivitas ini bahkan sering dianggap sebagai bagian dari tren gaya hidup modern. Banyak orang mulai melakukan aktivitas lari, baik untuk menjaga kesehatan maupun sekadar ikut-ikutan tren yang sedang berkembang.
Secara umum, lari atau berlari adalah metode bergerak yang memungkinkan manusia dan hewan berpindah tempat dengan cepat menggunakan kaki. Lari merupakan cara yang lebih cepat dibandingkan dengan berjalan kaki, dan termasuk salah satu bentuk gerak dasar manusia.
Lari juga dikenal sebagai salah satu cabang olahraga tertua di dunia. Jauh sebelum menjadi cabang olahraga resmi, lari sudah dikenal oleh peradaban manusia kuno sebagai bagian dari aktivitas fisik sehari-hari.
Popularitas lari terus meningkat, terutama sejak tahun 2025. Olahraga ini semakin digemari, khususnya oleh generasi milenial dan Z. Banyak event lari yang diselenggarakan dengan berbagai kategori jarak tempuh, seperti 5 km, 10 km, half marathon, dan marathon.
Salah satu bentuk lomba lari yang paling terkenal adalah marathon. Nama "marathon" berasal dari legenda Pheidippides, seorang prajurit Yunani yang dikirim dari kota Marathon ke Athena untuk memberitakan kemenangan Yunani atas Persia dalam Pertempuran Marathon. Dikisahkan bahwa ia berlari tanpa henti, dan setelah berhasil menyampaikan pesannya, ia meninggal dunia karena kelelahan. Untuk mengenang kisah heroiknya, dibuatlah perlombaan lari jarak jauh yang dikenal dengan nama "maraton".
Marathon kini menjadi salah satu cabang olahraga yang diperlombakan di berbagai ajang, baik tingkat nasional maupun internasional. Bahkan, marathon juga menjadi bagian dari cabang olahraga atletik dalam olimpiade. Di Indonesia sendiri, olahraga ini semakin digemari. Dalam event marathon yang terbuka untuk umum, jumlah peserta bisa mencapai puluhan ribu orang.
Seiring perkembangan zaman, marathon dimodifikasi menjadi half marathon atau setengah marathon, yang berjarak setengah dari marathon penuh (yakni 21,1 km). Half marathon mulai populer pada tahun 1960-an hingga 1970-an, seiring meningkatnya minat terhadap lomba lari jarak jauh. Perlombaan half marathon pertama kali diselenggarakan pada tahun 1961 dengan nama Route du Vin Half Marathon.
Popularitas half marathon semakin meningkat ketika IAAF World Half Marathon Championships pertama kali digelar pada tahun 1992. Kejuaraan ini membantu menstandarisasi dan mempromosikan half marathon sebagai salah satu cabang lomba lari jarak jauh yang diakui secara internasional.
Saya pernah mencoba lari half marathon bersama teman-teman, dari rumah menuju Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Kami berangkat hari Minggu pagi, saat jalanan masih cukup lengang. Rute yang kami tempuh melewati Situ Cipondoh, Meruya, Kebon Jeruk, hingga Palmerah.
Bukan hanya soal lari, pengalaman ini juga memberi kesempatan untuk menyapa orang-orang yang sedang beraktivitas di pagi itu. Memberikan senyum dan salam terasa menyegarkan, dan menjadi adab yang seharusnya terus kita lestarikan. Sikap ramah seperti itu justru menambah semangat selama perjalanan.
Di tengah perjalanan, rasa lelah dan lapar mulai terasa. Kadang kaki terasa linu di setiap langkah, dan rasanya jarak yang tersisa tak kunjung habis. Namun, justru di situlah makna dari berlari bukan sekadar melatih kebugaran fisik, tapi juga melatih kesabaran dan ketahanan mental.
Kami hanya menempuh beberapa kilometer, tapi rasa letihnya sudah luar biasa. Saat itu saya sempat berpikir, betapa luar biasanya perjuangan orang-orang zaman dahulu, seperti Nabi Muhammad SAW saat berdakwah ke Thaif. Beliau berjalan kaki di bawah panas terik dan menghadapi banyak rintangan, demi menyampaikan kebaikan dan ajaran Islam.
Sesampainya di GBK, tubuh ini justru terasa segar kembali. Mungkin karena rasa senang dan bangga bisa sampai di tujuan bersama-sama. Ada kepuasan tersendiri saat mencapai garis akhir, bukan hanya karena berhasil menyelesaikan jarak tempuh, tapi karena bisa menjalani prosesnya dengan penuh makna.
Secara keseluruhan, lari bukan lagi sekadar olahraga. Ia telah menjadi gaya hidup yang mendukung kesehatan fisik dan mental, sekaligus ruang sosial yang mempertemukan banyak orang dari berbagai latar belakang. Dalam setiap langkah dan napas, kita belajar tentang ketekunan, rasa syukur, dan kebersamaan. [T]
Penulis: Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
Editor: Adnyana Ole
LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak tahu apa yang terjadi ke d...
ADA bunyi-bunyi yang hidup begitu lama di sekitar kita hingga akhirnya menghilang dari ingatan. Ia pernah hadir setiap hari, melintas di jalan-jalan kampung, menyelinap di antara...
DENPASAR – TATKALA.CO | Seniman-seniman dari Kabupaten Buleleng tampil dengan ciri khas Bali Utara pada Peed Aya (Pawai) Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 202...
Antara Takdir dan Kebebasan: Pertanyaan Tua yang Tak Pernah Usai Sejak manusia mulai bertanya tentang dirinya sendiri, satu pertanyaan selalu muncul: apakah hidup ini ditentuka...
Tari Siwanataraja selalu menjadi bagian penting dalam Peed Aya (Pawai Budaya) pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) setiap tahunnya. Tari yang disajikan secara megah dengan iringan...
“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you, baby ….” Ponsel Garu masih mengalunkan musik tersebut berulang-ulang di tengah hu...
JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya seperti temayang berpindah...
BULELENG – TATKALA.CO | “Festival ini merupakan ruang bersama untuk menunjukkan potensi dan kreativitas masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat memperkuat jati diri d...
Ida Kade Saka Rosanta, yang kerap dipanggil Gus Moyo memamerkan karya rupanya di Rumah Berdaya, jalan Raya Sesetan 280 Denpasar. Selain lukisan, Gus Saka juga memajang hasil ngebo...
SEJAK kapan sebuah kata harus tunduk pada makna yang kaku? Padahal, di tengah masyarakat, makna kata itu justru tumbuh dan meluas. Bagi seorang epigraf dan arkeolog, kata ...