Genjek Kolosal, Politik Warna, dan Kebiasaan Buruk Politikus
RIBUAN sekaa genjek dari pelbagai penjuru di tanah Karangasem, Bali, tumpah ruah di Taman Ujung, Karangasem, Rabu (10/8/2016) siang. Ada yang datang menggunakan truk, mobil pik-up,...
SINGARAJA Literary Festival (SLF) tahun 2025 digelar selama tiga hari di Singaraja, Buleleng, Jumat (25/7/2025) s.d. Minggu (28/7/2025). Salah satu kegiatannya di hari kedua adalah peluncuran dan bedah buku “Seabad Relokasi Batur”.
Peluncuran dan diskusi buku tersebut digelar di halaman depan Gedong Kirtya Singaraja. Buku yang ditulis 26 orang tersebut dibedah akademisi Institut Hindu Negeri Mpu Kuturan (IMK) Singaraja, Dr. I Wayan Juliana, S.S., M.Hum. Selain itu juga hadir perwakilan penulis yang sekaligus inisiator penulisan buku, Jero Penyarikan Duuran Batur (I K. Eriadi Ariana).

Dr. I Wayan Juliana, S.S., M.Hum dan IK Eriadi Ariana dalam bedah buku Seabad Relokasi Batur di Singaraja Literary Festival 2025 | Foto: Ist
Juliana mengatakan, buku yang memiliki tebal lebih dari 300 halaman ini menulis beragam gagasan tentang Batur, sebuah desa tua di kawasan Kintamani, Bangli. Gagasan tersebut antara lain terkait dengan sisi kesejarahan dan hubungan kultural antara Batur dan desa-desa dan komunitas adat di berbagai tempat di Bali; gagasan dinamika kebudayaan Batur; lingkungan; sisi keperempuan; dan aspek ekonomi.
“Gagasan-gagasan ini dikaitkan dengan momentum 100 peristiwa pengungsian dan relokasi permukiman Desa Batur pada tahun 1926 silam,” katanya.
Melalui buku tersebut, Juliana mengaku mendapatkan beragam letupan informasi tentang Batur. Informasi-informasi tersebut penting terdokumentasi dan diwacanakan dalam dinamika kebudayaan Bali saat ini.
“Dari buku ini kita mengenal kebudayaan Batur yang khas sebagai bagian dari kebudayaan masyarakat pegunungan, kesejarahan, hingga tantangan perubahan lanskap, hingga nilai dan ketahanan ekonomi ke depan,” katanya.
Perwakilan penulis, Jero Penyarikan, tidak menampik kehadiran buku tersebut sebagai karya kolektif yang berupaya merekam khazanah kebudayaan Batur. Buku tersebut diinisiasi oleh komunitas Lingkar Studi Batur yang dalam penerbitannya bekerja sama dengan Mahima Institute Indonesia.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses penerbitan buku ini. Buku bersama ini adalah bentuk kepedulian dan sumbangsih kami untuk tanah Batur yang menghidupi, di samping mencoba memperingati momentum seabad peristiwa rarud (pengungsian) Batur akibat letusan Gunung Batur hingga berujung pada relokasi pusat permukiman tahun 1926,” kata dia. [T]
Reporter: Sonhaji Abdullah
Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole
RIBUAN sekaa genjek dari pelbagai penjuru di tanah Karangasem, Bali, tumpah ruah di Taman Ujung, Karangasem, Rabu (10/8/2016) siang. Ada yang datang menggunakan truk, mobil pik-up,...
PEREMPUAN mana sih yang tidak menginginkan tubuh indah dan dipuji banyak orang? Memiliki tubuh indah adalah impian setiap perempuan di dunia. Tapi, bagaimana dengan perempuan yang...
“Mama, please take this badge off of me, I can’t use it anymore.” (Knockin’ on Heaven’s Door - Bob Dylan) JAUH sebelum seniman besar pengusung musik balada itu berbicara murung pe...
KULIAH Kerja Nyata (KKN) seringkali menjadi senjata tajam yang dengan segala keunikannya dapat memisahkan pasangan yang bahkan telah menjalin hubungan selama bertahun-tahun. Karena...
Catatan Harian Sugi Lanus 10 Agustus 2016 . APA Bahasa Bali "Happy Birthday" & "Happy Anniversary"? Jawaban untuk pertanyaan itu adalah "rahajeng dina otonan" dan "rahajen...
BOLEH jadi, setelah membaca tulisan ini saya menjadi cukup terkenal karena mendapat protes dari kelompok pro KKN tanpa cinlok atau cinta lokasi. Bagaimana tidak, pendapat saya just...
SIAPA pun yang bicara jalur shortcut Denpasar-Singaraja selalu tampak bersemangat. Optimis. Seakan-akan setelah jalur shortcut terwujud, masyarakat akan langsung sejahtera. Padaha...
SELEBRITI artinya orang terkenal, termasyur, tersohor. Untuk menjadi terkenal, banyak hal bisa dilakukan. Jika seseorang berbuat aneh-aneh, masuk dalam kategori pemecah rekor, dia...
KULIAH Kerja Nyata (KKN) mahasiswa dulu dan sekarang itu sangat jauh berbeda. Sekitar tahun 1970-an hingga 1980-an KKN benar-benar program yang ditunggu-tunggu masyarakat desa. Mah...
Judul Buku : Badriyah # Pengarang : Ayu Weda # Penerbit : Gambang Buku Budaya # Tahun Terbit : Maret 2016 # Jumlah Halaman : xiv + 207 halaman # ISBN : 978-602-6776-15-0 PEREMPUAN...