Anak SD dan Motor “Keren”-nya
MOTOR, siapa sih yang tidak tahu apa itu motor? Lah, motor digunakan untuk sarana transportasi untuk mencapai tujuan. Lalu bagaimana kaitan sepeda motor dengan anak Sekolah Dasar (...
ADA satu jenis pertunjukan yang tak biasa di Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2025 yang bisa dianggap sebagai perkembangan penting bagi tumbuh-kembangnya festival itu. Namanya, dancesport.
Sesuai namanya, dancesport adalah peraduan antara gerak fisik sebagaimana orang beolahraga dan gerak fisik sebagaimana orang menari.
Di FSBJ 2025 ini dancesport dipentaskan di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Selasa, 22 Juli 2025.
Ada dua sajian dancesport sukses memikat hati penonton saat itu: sebuah kompetisi kreatif generasi muda dan parade kolaboratif bernuansa Nusantara.
Tampil dalam dua bentuk utama, dancesport tak sekadar menjadi ajang unjuk kemampuan fisik, melainkan juga panggung perayaan keragaman dan persatuan.

Dancesport di Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2025
Kompetisi pertama hadir sebagai lomba modern dance dengan sentuhan khas dancesport yang dinamis, sementara acara puncaknya adalah “Utsawa (Parade) Dancesport Kolaborasi Nusantara” yang dipersembahkan oleh Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Bali.
Parade ini memadukan sepuluh tarian dasar dari dua genre utama Dancesport—Lima tarian Latin (Cha-cha, Rumba, Jive, Samba, Paso Doble) dan Lima tarian Ballroom (Waltz, Tango, Quick Step, Viennese Waltz, Slow Foxtrot)—dengan koreografi eksklusif bernuansa Nusantara. Musik tradisional Bali hingga unsur gerak khas daerah pun disisipkan, menciptakan pengalaman yang tak hanya estetik, tetapi juga sarat makna budaya.
"Dancesport memiliki basis komunitas yang sangat masif di Bali. Ini bukan sekadar seni, tetapi sudah menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan di tingkat nasional, termasuk PON," kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha tentang dancesport di FSBJ itu.
Jadi, kata Arya Sugiartha, dancesport memang menjadi bagian penting dari FSBJ tahun ini.

Dancesport di Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2025
Salah satu momen paling mengesankan adalah ketika parade Dancesport Kolaborasi Nusantara disaksikan langsung oleh Ny. Putri Suastini Koster, yang memberikan apresiasi atas semangat keberagaman dan kebersamaan dalam pertunjukan ini.
Lebih dari sekadar kompetisi atau pertunjukan, Dancesport dalam FSBJ 2025 membawa pesan kuat: perbedaan bukan untuk dijauhi, melainkan untuk dipersatukan. Gerak yang harmonis, irama yang menyatu, dan energi kolaboratif menjadi cermin bagaimana seni dan olahraga bisa menjembatani lintas batas—baik usia, budaya, maupun daerah.
Dancesport sendiri memiliki akar dari ballroom dance di Eropa, yang berkembang menjadi kompetisi sejak tahun 1907 di Nice, Prancis. Di Indonesia, Dancesport diwadahi oleh Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) yang kini menjadi anggota resmi Komite Olimpiade Indonesia dan Komite Olahraga Nasional Indonesia.

Dancesport di Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2025
Saat ini, IODI telah hadir di 25 provinsi dan mencetak banyak atlet berprestasi yang tampil di berbagai ajang nasional seperti PON, maupun internasional seperti SEA Games. Tak hanya di ranah prestasi, Dancesport juga semakin populer di kalangan muda melalui media sosial dan televisi.
Tak mengherankan jika sajian di FSBJ 2025 bukan hanya sekadar pertunjukan, tapi sebuah perayaan atas keberagaman, identitas budaya, dan semangat zaman yang terus bergerak maju.
Dan seperti yang dikatakan para penari lewat gerak tubuh mereka: “Dalam tarian, kita tak hanya bergerak—kita menyatukan dunia.”. [T]
Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole
MOTOR, siapa sih yang tidak tahu apa itu motor? Lah, motor digunakan untuk sarana transportasi untuk mencapai tujuan. Lalu bagaimana kaitan sepeda motor dengan anak Sekolah Dasar (...
KASAR itu kebebasan yang indah dan menghibur. Tak percaya? Dengarlah ungkapan-ungkapan kasar tak terduga dari karakter-karakter Bondres Dwi Mekar, Buleleng, (terkenal juga dengan n...
“Kenapa kita di sini?” SEBUAH pertanyaan klasik yang telah tergerus zaman dan tak dihiraukan lagi. Sebagian besar orang akan menertawakan pertanyaan itu. Tapi tak akan ada yang bi...
BRAD PIT dan Angelina Jolie mungkin bisa berpisah. Naruto dan Sasuke juga masih bisa berpisah, namun yang namanya mahasiswa itu tidak bisa dipisahkan dengan tugas kuliah. Akan sela...
Diriku Adalah Sekarung Kata-Kata Kau suka warna biru karena warna biru adalah alas bagi puisi-puisi yang kau tulis setiap pagi. Katamu sudah lama kau tidak membuka pintu...
WANGSA, trah, soroh, atau apa pun namanya, adalah identitas yang meringkas individu ke dalam rumusan-rumusan yang berdimensi genetis, latar sejarah, profesi, kadang wilayah geograf...
JANGANKAN sebagai budak, jadi babu pun sesungguhnya tak seorang pun sudi. Tetapi, Bali punya sejarah perbudakan yang sangat mengenaskan, ketika manusia diperdagangkan, dipertukarka...
BEBERAPA hari ke belakang situasi politik Indonesia menghangat. Ditambah lagi media yang memberitakannya setiap hari. Kemarin, Saya mencoba untuk mengikuti isu ini lebih dalam. Mom...
OKTOBER sudah lewat. Oktober yang katanya Bulan Bahasa. Ya. Bulan yang baik untuk berbicara dengan serius perihal literasi, bulan yang seharusnya menjadi perayaan yang besar bagi p...
HEBAT betul saya, karena baru-baru ini menolak tawaran untuk mengelola media kampanye pendukung Ahok. Dari banyak hal yang terlewat dalam hidup saya, mungkin penolakan itulah satu-...